ILustrasi dimanfaatkan orang lain. (freepik)
INDOZONE.ID - Tidak semua hubungan yang terlihat dekat ternyata sehat. Ada hubungan yang awalnya terasa nyaman, penuh perhatian, dan bikin kita merasa dibutuhkan, tetapi lama-lama justru menguras tenaga, pikiran, bahkan emosi.
Yang lebih parah, banyak orang tidak sadar kalau dirinya sebenarnya sedang dimanfaatkan. Mereka terus memberi waktu, bantuan, perhatian, hingga tenaga demi mempertahankan hubungan, sementara orang di seberangnya hanya datang saat ada maunya saja.
Situasi seperti ini bukan cuma terjadi dalam hubungan asmara. Pertemanan, keluarga, sampai lingkungan kerja juga bisa membuat seseorang terjebak dalam hubungan yang tidak seimbang.
Karena itu, penting untuk mengenali tanda-tandanya sejak awal agar kamu tidak terus-menerus terjebak dalam hubungan yang melelahkan secara mental.
Baca juga: Cara Menyimpan Daging Kurban agar Tetap Segar dan Tahan Lama
Salah satu tanda paling jelas saat seseorang mulai memanfaatkanmu adalah ketika mereka tidak menghormati batasan pribadi.
Contohnya sederhana. Saat kamu mengatakan sedang lelah, sibuk, atau tidak bisa membantu, mereka justru memaksa, membujuk, bahkan membuatmu merasa bersalah karena menolak permintaan mereka.
Orang seperti ini biasanya sulit menerima kata “tidak”. Mereka merasa kebutuhan mereka harus selalu diprioritaskan, tanpa memikirkan kondisi kamu.
Awalnya mungkin terlihat sepele. Namun jika terus dibiarkan, hubungan seperti ini bisa membuatmu kehilangan ruang untuk diri sendiri karena terus merasa harus memenuhi keinginan orang lain.
Baca juga: Punya Kebiasaan Bereaksi Berlebihan? Ini Cara Sederhana Mengatasinya!
Coba ingat kembali pola komunikasi kalian! Apakah mereka sering tiba-tiba muncul saat membutuhkan bantuan? Misalnya saat sedang ada masalah, butuh ditemani, ingin dipinjami sesuatu, atau membutuhkan dukungan emosional.
Namun, ketika kamu yang sedang kesulitan, mereka menghilang, sibuk, atau bahkan tidak peduli.
Hubungan sehat seharusnya berjalan dua arah.
Ada rasa saling membantu dan saling hadir, bukan hanya satu pihak yang terus memberi sementara pihak lain hanya menerima.
Kalau seseorang hanya datang saat membutuhkan sesuatu darimu, itu bisa menjadi tanda bahwa mereka melihatmu sebagai “tempat nyaman” untuk memenuhi kebutuhan mereka, bukan sebagai orang yang benar-benar dihargai.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Psychologytoday.com