Ilustrasi dimanfaatkan orang lain. (freepik)
INDOZONE.ID - Pernah nggak sih merasa ada orang yang selalu datang saat butuh bantuan, tapi menghilang begitu urusannya selesai?
Anehnya, kamu tetap berusaha jadi orang baik dan terus membantu, meski di dalam hati mulai merasa lelah sendiri.
Hubungan seperti ini sering terjadi tanpa disadari. Awalnya terlihat normal, bahkan terasa seperti hubungan pertemanan, percintaan, atau kerja sama yang biasa saja.
Namun lama-kelamaan, ada satu pihak yang terus memberi, sementara pihak lainnya hanya menikmati keuntungan tanpa benar-benar peduli.
Baca juga: Trophy Relationship, Hubungan yang Mengutamakan Gengsi Dibanding Koneksi Emosional Tulus
Kalau dibiarkan terus, kondisi ini bisa menguras energi, emosi, bahkan membuat seseorang kehilangan rasa percaya diri.
Salah satu sinyal terbesar bahwa kamu sedang dimanfaatkan sebenarnya muncul dari perasaanmu sendiri. Saat hubungan terasa tidak seimbang, biasanya akan muncul rasa tidak nyaman yang sulit dijelaskan.
Kamu mungkin mulai merasa:
Baca juga: 17 Caption Singkat tentang Makan Sate Daging Kurban Dalam Bahasa Inggris yang Aesthetic
Perasaan seperti ini bukan muncul tanpa alasan. Dalam banyak kasus, itu adalah alarm alami dari tubuh dan pikiran bahwa ada sesuatu yang tidak sehat dalam hubungan tersebut.
Sayangnya, banyak orang memilih mengabaikannya. Ada yang takut dianggap egois, tidak enakan, atau masih berharap orang tersebut akan berubah.
Padahal semakin lama dipendam, hubungan seperti ini justru bisa membuat mental terkuras perlahan.
Orang yang suka memanfaatkan orang lain sering kali tidak terlihat “jahat” di awal. Mereka justru bisa terlihat ramah, dekat, dan membuatmu merasa dibutuhkan.
Baca juga: Perpisahan Haru Domba Kurban dengan Pemiliknya, Beri Isyarat Lambaian Tangan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Psychologytoday.com