INDOZONE.ID - Tanaman bambu merupakan kelompok tumbuhan hijau dari keluarga rumput-rumputan. Karena kelenturannya, kekuatan, dan kegunaannya yang beragam mulai dari bahan bangunan, perabotan, kerajinan, hingga makanan dan obat-obatan.
Lebih dari itu, tanaman bambu memiliki potensi besar khususnya untuk konservasi lingkungan, ekonomi, bahkan sosial budaya. Jadi bukan dimanfaatkan untuk keperluan furnitur saja.
Baca juga: Cara Memenuhi Kebutuhan Vitamin D untuk Vegan
Indonesia memiliki lebih dari 160 spesial bambu, yang bisa tumbuh secara cepat, menyerap karbon tinggi, dan ramah lingkungan.
Dengan kondisi seperti ini, sebenarnya bambu memiliki potensi strategis. Bukan hanya untuk pelestarian alam saja, tapi juga penggerak ekonomi masyarakat.
Baca juga: 7 Tanda Gebetanmu Siap Melangkah ke Hubungan Serius, Apa Saja?
Belum Dilihat Sebagai Komoditas Potensial
Direktur Komunikasi dan Kemitraan Yayasan KEHATI Rika Anggraini, dalam acara Forum Bumi bertema “Mendorong Arah Kebijakan Pelestarian dan Pemanfaatan Bambu Sebagai Solusi Untuk Ketahanan Ekosistem, Ekonomi, dan Sosial” pada Kamis (18/09).
Rika menyebut kalau bambu ini bisa menjadi alternatif pengganti kayu dalam sehari-hari, karena juga bisa meresap air.
Akan tetapi, ia menyoroti juga bahwa bambu dilihat sebagai komoditas secara luas, yang bahkan bisa meningkatkan kesejahteraan.
Baca juga: Fakta Unik Bayam di Berbagai Budaya
“Bambu ini alternatif pengganti kayu, bisa untuk resapan air, tapi bambu ini belum dilihat sebagai komoditas yang dilihat secara luas,” ujar Rika
“Bukan hanya bermanfaat, tapi juga secara ekonomi bisa membantu meningkatkan kesejahteraan rakyat secara nasional,” sambungnya.
Rika mengungkapkan terdapat beberapa program dari KEHATI mengenai persoalan ini, tapi memang masih banyak yang belum melihatnya sebagai potensi.
“Satu lagi yang penting dan ini jadi concern kami juga, karena saat ini dianggapnya belum ekonomis, jadi gak semua menanam atau populer di masyarakat, sehingga bisa saja populasi bambu bisa hilang,” jelasnya.
Baca juga: Cara Mudah Hitung Biaya Balik Nama Tanah Lewat Aplikasi Sentuh Tanahku
Antara Bambu dan Masyarakat Adat
Bambu ini tidak terlepas dari cerita leluhur atau kearifan lokalnya sangat kental. Yayasan KEHATI pun mengungkapkan kalau mereka mempelajari hal tersebut.
Misalnya dalam konteks Jawa Barat, bagaimana bambu dari zaman mulawarman disana, lalu mencari tahu makna bambu bagi masyarakat di Jawa Barat. Selain itu juga di Nusa Tenggara Timur (NTT), yang ritus-ritus disana menggunakan bambu.
Dengan adanya fenomena ini, semakin membuktikan bahwa tanaman bambu memiliki keterkaitan erat dengan masyarakat adat, termasuk pada berbagai kegiatan adat.
Baca juga: Ikuti Saran Dokter! Ini 5 Cara Mencegah Nyeri Pinggang Akibat Salah Posisi Tidur
Bambu dan Perubahan Iklim
Bambu merupakan tanaman yang mampu menyerap karbon dioksida lebih besar dibandingkan beberapa pohon. Bukan cuma itu, bambu juga bisa menjaga kestabilan tanah dan air. Sebab itu, bambu bisa membantu untuk menghadapi tantangan perubahan iklim.
Penyerapan karbon dioksida oleh bambu dinilai sangat efisien, sehingga bisa mengurangi efek rumah kaca yang kontribusi pada pemanasan global.
Dari segi mitigasi bencana, bambu bisa berperan untuk mencegah terjadinya bencana. Misalnya digunakan pada lahan kritis atau area sungai, digunakan untuk mencegah terjadinya longsor dan kekeringan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan