INDOZONE.ID - Kita hidup di era di mana circle pertemanan itu penting banget. Nggak cuma buat seru-seruan, tapi juga buat saling support dan nemenin di kala susah. Tapi, kamu harus sadar, gak semua orang yang ngaku "teman" itu punya niat baik. Ada lho tipe-tipe teman yang diam-diam bisa jadi racun, bikin mental kamu jadi down, dan ngancurin hidup kamu pelan-pelan. Mereka ini yang sering kita sebut teman "toxic".
Awalnya mungkin gak kerasa, karena kelakuannya halus dan nyamar jadi teman yang “baik”. Tapi kalau kamu jeli, tanda-tandanya pasti ada. Nah, biar kamu gak kejebak di pertemanan yang salah, kali ini kita bongkar 4 tipe teman toxic yang wajib banget kamu hindari.
1. The "Energy Vampire" Si Penguras Energi Positifmu
Pernah gak sih, kamu habis ketemu teman, bukannya ngerasa senang malah jadi capek, lemes, dan bad mood? Nah, bisa jadi kamu habis ketemu sama si "Energy Vampire". Tipe teman ini kerjanya cuma ngeluh. Tiap kali ketemu, topiknya gak jauh-jauh dari masalah dia, drama hidupnya, dan semua hal yang bikin dia merasa paling menderita.
Mereka selalu butuh perhatian dan simpati. Masalahnya, mereka gak pernah dengerin cerita kamu. Bahkan kalau kamu coba cerita masalah kamu, mereka bakal belokin balik ke masalahnya sendiri. Kamu jadi cuma dijadiin tong sampah emosi, sementara energi positifmu terkuras habis.
Kalau dibiarkan terus-menerus, kamu bisa mengalami stres berkepanjangan, mengganggu kesehatan mental, dan bikin kamu merasa bersalah terus karena selalu “disalahkan” atau merasa harus memuaskan keinginan mereka.
Baca juga: 5 Cara Menghadapi Teman Toxic di Tempat Kerja tapi Tetap Profesional
2. The "Drama Magnet" Si Hidupnya Penuh Konflik
Hidupnya gak pernah damai. Tiap hari ada aja drama baru, entah itu berantem sama pacar, ribut sama teman lain, atau masalah sepele yang dibikin gede. Masalahnya, dia gak cuma nyimpen drama itu buat dirinya sendiri, tapi juga ngajak-ngajak kamu masuk ke pusaran konflik.
Kamu jadi sering diminta buat ngebelain dia, jadi perantara, atau bahkan ikut-ikutan benci sama orang yang lagi jadi musuhnya. Alhasil, kamu ikut-ikutan stres, overthinking, dan terjerumus ke dalam drama yang sebenarnya bukan masalah kamu.
Kalau kamu punya teman kayak gini, mending langsung kamu hindari. Kenapa? Karena dampaknya bukan main-main, lho. Kamu akan kelelahan secara emosional karena capek selalu kena “drama”-nya dia yang gak kelar-kelar. Selain itu, kamu juga akan terjebak di konflik yang bukan kamu buat, jadi ikut stres dan terlibat hal yang gak penting. Kamu bahkan akan sulit percaya karena gosip dan rumor yang mereka sebarkan. Alhasil, kamu jadi menutup diri karena takut diputarbalikkan ceritanya.
3. The "Fake Supporter" Si Senang di Atas Penderitaanmu
Teman ini kelihatan baik di depan. Dia bakal ngasih kamu support dan senyum lebar saat kamu cerita. Tapi, perhatiin deh, kalau kamu lagi berhasil atau dapat pencapaian, dia malah kelihatan gak tulus. Pujiannya terasa hambar, bahkan mungkin dia bakal langsung ngalihin topik pembicaraan.
Sebaliknya, saat kamu lagi jatuh atau gagal, dia bakal jadi orang pertama yang datang. Bukan buat support, tapi buat ngasih "nasihat" yang jatuhnya malah kayak nge-judge dan bikin kamu minder. Dia diam-diam senang melihat kamu susah, karena itu bikin dia merasa lebih baik daripada kamu.
Dampaknya, kamu bisa merasakan kekecewaan karena merasa dikhianati. Kamu pikir dia teman yang baik, yang saling support, tapi ternyata kebalikannya. Mereka justru iri sama kamu.
4. The "Controller" Si Tukang Atur dan Manipulator
Tipe teman ini paling bahaya karena dia bisa bikin kamu gak percaya diri dan merasa salah terus. Dia suka mengendalikan. Mulai dari ngatur kamu harus berteman sama siapa, gak boleh deket sama siapa, sampai ngasih input yang bikin kamu ragu sama keputusan sendiri.
Mereka jago banget mainin kata-kata biar kamu ngerasa bersalah kalau gak nurutin kemauan mereka. Misalnya, "Kok kamu lebih milih main sama dia sih? Berarti kamu gak nganggep aku teman, ya?" Padahal, kamu juga butuh space dan pertemanan lain. Lama-kelamaan, kamu bakal jadi boneka yang hidupnya diatur-atur sama dia.
Akibatnya, kamu akan merasa terkekang karena dia selalu ikut campur dalam segala hal. Kamu jadi susah ambil keputusan sendiri. Selain itu, kamu juga bisa kehilangan kepercayaan diri, merasa gak bisa berdiri sendiri, dan stres karena takut salah langkah. Lebih parahnya lagi, kamu bisa terisolasi dari lingkungan sosial karena teman tipe "controller" ini bikin kamu menjauh dari orang lain supaya lebih gampang dikendalikan.
Baca juga: Kenali 7 Ciri Teman Toxic Punya Perilaku Negatif yang Kerap Merugikan Orang
Udah Yakin Dia Bukan Temanmu?
Mungkin setelah baca ini, kamu jadi mikir-mikir, "Jangan-jangan teman aku ada yang gini." Kalau iya, jangan takut. Menjauhi pertemanan toxic itu bukan berarti kamu jahat, tapi tanda kalau kamu peduli sama diri sendiri.
Pertama, kasih jarak. Gak perlu langsung musuhan, cukup kurangi intensitas ketemu dan interaksi. Kedua, batasi cerita. Jangan terlalu buka diri, apalagi soal hal-hal yang sensitif. Ketiga, tegas. Kalau dia mulai ngelakuin hal toxic, beraniin diri kamu buat bilang "nggak" atau "stop."
Ingat, pertemanan yang sehat harusnya bikin kamu merasa dihargai, bukan tertekan. Kalau pertemanan malah bikin kamu lelah, insecure, dan gak bahagia, itu tanda kalau sudah saatnya move on dan cari circle yang lebih positif. Hidup kamu terlalu berharga buat dihabisin sama orang-orang yang gak benar-benar support kamu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline, Very Well Mind