Sabtu, 18 APRIL 2026 • 14:05 WIB

Nggak Cuma Bentakan! Ini Tanda-Tanda Kekerasan Verbal yang Sering Dianggap Bercanda

Author

Ilustrasi kekerasan verbal. (freepik)

INDOZONE.ID - Kekerasan nggak selalu meninggalkan luka fisik. Dalam banyak kasus, justru luka paling dalam datang dari kata-kata. 

Fenomena ini dikenal sebagai verbal abuse atau kekerasan verbal — dan ironisnya, masih sering dianggap sepele.

Mulai dari sindiran halus, candaan yang “nyakitin”, sampai kritik tanpa henti, semuanya bisa jadi bentuk kekerasan yang berdampak besar ke kesehatan mental.

Lalu, sebenarnya seperti apa verbal abuse itu? Kenapa banyak orang gak sadar mengalaminya?

Baca juga: Ornitokori adalah: Proses Penyebaran Biji oleh Burung dalam Tumbuhan

Apa Itu Verbal Abuse?

Verbal abuse adalah bentuk kekerasan emosional yang dilakukan lewat kata-kata untuk merendahkan, mengontrol, atau memanipulasi seseorang. Tujuan utamanya biasanya untuk mempertahankan kekuasaan dalam hubungan.

Bentuknya bisa sangat jelas seperti teriakan dan makian. Tapi yang lebih berbahaya justru yang halus — karena sering disamarkan sebagai bercanda, perhatian, atau bahkan “niat baik”.

Tanda-Tanda Verbal Abuse yang Sering Tidak Disadari

Banyak korban baru sadar setelah dampaknya terasa berat. Berikut beberapa tanda yang patut diwaspadai:

  • Kamu merasa takut atau cemas saat harus berbicara dengan seseorang
  • Sering merasa bersalah, rendah diri, atau tidak berharga setelah berinteraksi
  • Harus “jaga sikap” berlebihan karena takut memicu emosi mereka

Baca juga: Nggak Percaya Diri Padahal Nggak Kurang Apa-Apa? Ini Penyebab Kamu Merasa Insecure

  • Tidak berani jadi diri sendiri karena takut dikritik atau ditertawakan
  • Sering dipermalukan di depan orang lain
  • Dibilang “baper” atau “gak punya humor” saat kamu tersinggung
  • Merasa terus-menerus diremehkan dari cara bicara, penampilan, hingga cara berpikir
  • Kamu mulai mengubah diri demi menyenangkan mereka
  • Jika pola ini terjadi berulang, itu bukan sekadar konflik biasa.

Baca juga: Bukan Sial! Ini Alasan Ilmiah Kenapa Kamu Selalu Dapat Pasangan yang Toxic

Bentuk-Bentuk Verbal Abuse (Dari yang Kasar Sampai yang Halus)

Verbal abuse punya banyak wajah. Ini beberapa bentuk yang paling umum:

1. Menyalahkan (Blaming)

Korban dibuat merasa bahwa semua masalah adalah kesalahannya, bahkan untuk hal yang tidak masuk akal.

2. Sarkasme dan “Candaan” Menyakitkan

Ucapan yang terdengar seperti bercanda, tapi sebenarnya merendahkan dan menyerang sisi sensitif seseorang.

Baca juga: Ukuran Kertas F4 dalam Cm, Mm, Inci, dan Pixel Lengkap Beserta Cara Setting di Word

3. Kritik Tanpa Henti

Bukan kritik membangun, tapi komentar tajam yang bertujuan menjatuhkan.

4. Gaslighting

Korban dibuat meragukan perasaan dan pikirannya sendiri. Misalnya, saat kamu disakiti tapi dibilang “itu cuma perasaan kamu aja”.

5. Manipulasi Emosional

Contohnya seperti, “Kalau kamu sayang aku, kamu harus nurut.”

Baca juga: Cara Menghilangkan Black Mold di Kamar Mandi Secara Aman dan Tuntas

6. Penghinaan dan Name-Calling

Menggunakan kata-kata kasar atau label negatif yang merusak harga diri.

7. Ancaman

Digunakan untuk menakut-nakuti agar korban patuh.

8. Silent Treatment (Didiamkan)

Tidak diajak bicara atau diabaikan sebagai bentuk hukuman.

Baca juga: Contoh Poster Stop Bullying: Prompt AI + Ide Desain Terbaik

9. Mengontrol Lewat Kata-Kata

Seperti melarang, mengatur, atau membatasi dengan dalih tertentu.

Yang perlu diingat: meskipun terdengar “ringan”, dampaknya tetap serius.

Seperti Apa Verbal Abuse dalam Hubungan?

Verbal abuse bisa terjadi di berbagai jenis hubungan:

  • Hubungan pacaran atau pernikahan
  • Orang tua dan anak
  • Lingkungan keluarga
  • Pertemanan
  • Bahkan di tempat kerja

Baca juga: Apakah Boleh Berkurban Sebelum Aqiqah? Ini Penjelasannya

Kadang bentuknya bukan teriak-teriak, tapi seperti sering dipotong saat bicara, dikoreksi terus, atau diremehkan secara halus.

Bahkan, diam yang disengaja (silent treatment) juga termasuk bentuk kekerasan karena digunakan untuk mengontrol dan menghukum.

Kenapa Banyak Orang Tidak Menyadarinya?

Ada beberapa alasan kenapa verbal abuse sering tidak terdeteksi:

  • Terbiasa sejak kecil: Banyak orang tumbuh di lingkungan yang menganggap perilaku ini normal
  • Tidak selalu terjadi: Pelaku bisa sangat baik di waktu lain, membuat korban bingung
  • Terjadi secara perlahan: Polanya muncul sedikit demi sedikit

Baca juga: Bukan Kamu yang Lemah! 9 Tanda Ini Bukti Kamu Terjebak di Lingkungan Kerja yang Toxic

  • Disamarkan sebagai humor atau perhatian: Jadi sulit dibedakan
  • Akibatnya, korban sering meragukan dirinya sendiri dan menganggap ini bukan masalah besar.

Dampak Verbal Abuse pada Kesehatan Mental

Efeknya bisa sangat luas dan serius, baik jangka pendek maupun panjang:

  • Kecemasan berlebihan
  • Stres kronis
  • Perubahan suasana hati drastis
  • Kehilangan rasa percaya diri

Baca juga: Barang Kecil di Rumah Sering Hilang? Simak Cara Menata Rumah agar Rapi, Nyaman, dan Praktis

  • Depresi
  • Rasa malu dan tidak berharga
  • Menarik diri dari lingkungan sosial
  • Trauma psikologis (bahkan bisa berkembang menjadi PTSD)

Selain itu, stres berkepanjangan juga bisa memicu masalah fisik seperti sulit tidur, gangguan makan, sulit fokus, hingga tekanan darah meningkat.

Anak-anak yang mengalami verbal abuse bahkan berisiko membawa dampaknya hingga dewasa, seperti sulit percaya pada orang lain dan kesulitan mengelola emosi.

Baca juga: Kerja Seharian Tapi yang Lelah Pikiran Kamu? Ini Penjelasan Ilmiahnya dan Cara Mengatasinya

Apakah Verbal Abuse Bisa Berujung Kekerasan Fisik?

Dalam beberapa kasus, iya — verbal abuse bisa menjadi tahap awal sebelum kekerasan fisik terjadi.

Namun, penting dipahami bahwa tanpa kekerasan fisik pun, verbal abuse sudah sangat merusak dan tidak boleh dianggap sepele.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Mengalaminya?

Menghadapi verbal abuse tidak mudah, tapi ada langkah yang bisa dilakukan:

Baca juga: Rantai Makanan di Sawah dan Perannya dalam Keseimbangan Ekosistem

1. Sadari dan Akui

Langkah pertama adalah jujur pada diri sendiri bahwa kamu sedang diperlakukan tidak sehat.

2. Tegaskan Batasan

Berani mengatakan bahwa perilaku tersebut tidak bisa diterima.

3. Kurangi Interaksi

Jika memungkinkan, jaga jarak untuk melindungi diri secara emosional.

Baca juga: Cara Mengusir Kelelawar di Plafon Rumah Secara Alami dan Aman

4. Cari Dukungan

Ceritakan ke orang terpercaya atau profesional seperti psikolog.

5. Pertimbangkan Mengakhiri Hubungan

Jika tidak ada perubahan, hubungan tersebut mungkin tidak layak dipertahankan.

6. Dokumentasikan (Jika di Lingkungan Kerja)

Catat kejadian dan laporkan ke pihak berwenang jika diperlukan.

Verbal abuse bukan sekadar kata-kata. Ini adalah bentuk kekerasan yang bisa menghancurkan kepercayaan diri dan kesehatan mental seseorang secara perlahan.

Yang membuatnya berbahaya adalah — seringkali terjadi tanpa disadari.

Kalau kamu merasa harus terus “mengecilkan diri” demi mempertahankan hubungan, mungkin yang salah bukan kamu, tapi cara kamu diperlakukan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Verywellmind.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU