INDOZONE.ID - Dalam budidaya padi, serangan hama jadi salah satu masalah yang paling sering jadi hambatan petani.
Jika tidak segera ditangani, hama bisa menghambat pertumbuhan tanaman, menurunkan hasil panen, bahkan menyebabkan gagal panen.
Oleh karena itu, penting bagi petani untuk mengenali jenis-jenis hama yang sering menyerang padi agar bisa melakukan pengendalian dengan cepat dan tepat.
Baca juga: Mau Perpanjang SKCK 2026? Cek Syarat, Biaya, dan Prosedurnya
Hama Tanaman Padi Merugikan Petani
Berikut beberapa hama tanaman padi yang paling merugikan petani.
1. Tikus
Tikus sawah menjadi salah satu musuh utama petani padi, karena hama ini bisa menyerang tanaman sejak masa tanam hingga menjelang panen.
Karena berkembang biak dengan cepat dan memiliki daya rusak yang tinggi, tikus sering menyebabkan kerugian besar di lahan pertanian.
Baca juga: 10 Ide Lomba Class Meeting Seru dan Kreatif untuk Sekolah
Pengendaliannya bisa dilakukan dengan beberapa cara, seperti:
- Membersihkan saluran air dan area sekitar sawah;
- Mengurangi tumpukan jerami yang bisa menjadi sarang tikus;
- Memanfaatkan musuh alami seperti burung hantu;
- Menggunakan orang-orangan sawah;
- Memasang perangkap atau racun tikus di titik yang sering dilalui;
- Menggunakan alat pengusir tikus berbasis suara ultrasonik atau sengatan listrik.
2. Hama Pelipat Daun
Hama pelipat daun atau Cnaphalocrocis Medinalis sering disebut juga sebagai hama putih palsu. Hama ini menyerang daun padi dengan cara melipat daun lalu memakan jaringan hijau di dalamnya.
Tanda-tanda serangannya antara lain:
- Muncul ngengat berwarna kuning kecokelatan di area sawah;
- Daun padi terlihat memutih;
- Bagian daun yang terserang tampak rusak karena jaringan hijaunya habis dimakan.
Baca juga: Menahan Tangis Punya Efek bagi Emosi, Dampaknya Jangka Panjang!
Serangan hama ini bisa sangat merugikan, terutama jika terjadi pada fase vegetatif dan tingkat kerusakan daun sudah melebihi 50 persen.
3. Wereng
Wereng merupakan serangga kecil berwarna cokelat yang mengisap cairan tanaman padi. Hama ini biasanya mulai menyerang saat tanaman berusia sekitar 10–20 hari setelah tanam.
Jika populasinya tinggi, wereng bisa menyebabkan tanaman menguning, berubah cokelat, lalu mengering seperti terbakar, dikenal dengan istilah hopperburn.
Baca juga: Menangis Punya Manfaat Besar untuk Tubuh! Ini yang Terjadi Saat Kamu Menitikkan Air Mata
Wereng cokelat termasuk hama yang sangat berbahaya karena mampu menyebabkan puso atau gagal panen dalam waktu singkat apabila tidak segera dikendalikan.
4. Walang Sangit
Walang sangit biasanya menyerang tanaman padi setelah memasuki fase berbunga. Hama ini mengisap cairan pada bulir padi sehingga bulir menjadi hampa atau tidak terisi sempurna.
Sebelum musim tanam, walang sangit biasanya bertahan hidup pada rumput-rumput liar di sekitar sawah. Tak ayal, membersihkan gulma di sekitar area pertanian bisa membantu mengurangi populasinya.
5. Penggerek Batang Padi
Penggerek batang merupakan salah satu hama utama yang bisa menyerang tanaman padi sejak masa persemaian hingga menjelang panen.
Hama ini berasal dari larva ngengat yang menetas dari telur yang menempel di daun padi. Jika tidak segera ditangani, serangan penggerek batang dapat menurunkan hasil panen secara signifikan.
Baca juga: 12 Contoh Hewan Avertebrata Beserta Ciri-ciri dan Penjelasannya
Kenapa Petani Harus Waspada?
Setiap jenis hama memiliki cara menyerang yang berbeda-beda. Ada yang merusak daun, mengisap cairan tanaman, menyerang batang, hingga mengganggu pengisian bulir padi.
Jika dibiarkan, dampaknya bisa sangat merugikan karena menurunkan produktivitas dan kualitas hasil panen. Jangan diam, segera atasi setiap hama yang mengancam tanamanmu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Nufarm.com