Ilustrasi orang kelelahan mental
INDOZONE.ID - Di tengah kehidupan yang serba cepat dan penuh tekanan, burnout tak lagi jadi masalah eksklusif bagi pekerja kantoran saja.
Mahasiswa, ibu rumah tangga, bahkan kreator konten pun kini mudah merasa lelah, susah fokus, dan gampang cemas.
Rutinitas yang padat, notifikasi nonstop, sampai berita buruk yang terus bermunculan—semuanya bikin otak seperti mau meledak.
Tapi ada kabar baik, tren baru dalam dunia kesehatan alami kini semakin mencuat. Disebut adaptogen—senyawa alami yang berasal dari tumbuhan dan jamur—zat ini diyakini mampu membantu tubuh dan pikiran menjadi lebih tangguh menghadapi stres.
Baca juga: Ciri-ciri Aneh Orang yang Memiliki IQ Tinggi, Sering Bikin Orang Sekitar Salah Paham!
Bukan sekadar tren holistik tanpa dasar, adaptogen mulai mendapat perhatian di dunia medis dan nutrisi karena efeknya yang nyata terhadap stres dan performa mental.
Studi dari Cleveland Clinic menyebutkan bahwa adaptogen bekerja dengan menyeimbangkan respons tubuh terhadap stres, membantu sistem tubuh kembali ke kondisi normal, atau homeostasis.
Apa sih yang bikin adaptogen beda dari vitamin biasa? Pertama, adaptogen bukan cuma bantu mengisi kekurangan nutrisi, tapi bekerja langsung di sistem saraf dan hormon.
Misalnya, ashwagandha yang populer dalam pengobatan Ayurveda terbukti bisa menurunkan kadar kortisol—hormon stres utama.
Dalam dosis 300–600 mg per hari selama 6–8 minggu, efeknya bisa dirasakan signifikan: tidur lebih nyenyak, pikiran lebih tenang, dan energi terasa stabil.
Baca juga: Dopamine Fasting Diam-Diam Merebak di Kalangan Gen Z, Gaya Hidup Tak Lazim tapi Efektif!
Lalu ada rhodiola rosea, tanaman dari wilayah dingin Eropa dan Asia yang disebut-sebut sebagai "natural energy booster."
Cocok banget buat Kamu yang gampang capek di siang hari dan susah fokus saat kerja. Ginseng juga nggak kalah populer—nggak cuma bantu stamina, tapi juga memperkuat daya tahan tubuh.
Yang tak kalah menarik, schisandra chinensis, buah herbal dari Asia Timur, kini mulai ramai dipakai oleh kalangan atlet dan militer sebagai suplemen pemulihan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Cleveland Clinic