Ilustrasi makan tengah malam (Freepik/katemangostar)
INDOZONE.ID - Kamu pernah nggak, tiba-tiba perut bunyi jam 12 malam, lalu buru-buru buka kulkas cari camilan? Tenang, kamu nggak sendirian.
Makan tengah malam memang sering jadi "pelarian", apalagi kalau lagi stres, begadang, atau nonton film sampai larut. Tapi… tahukah kamu kalau kebiasaan ini bisa memengaruhi tubuh secara diam-diam?
Yuk, kita bahas apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh kalau kamu sering makan tengah malam dan kenapa sebaiknya mulai dipikir ulang.
Baca juga: 7 Pola Makan Sederhana yang Bisa Turunkan Risiko Serangan Jantung
Tubuh kita punya ritme alami yang disebut ritme sirkadian semacam jam biologis yang ngatur kapan kita bangun, tidur, lapar, atau kenyang.
Saat malam hari, metabolisme tubuh mulai melambat karena tubuh bersiap untuk istirahat.
Nah, kalau kamu makan pas metabolisme lagi "low mode", makanan yang masuk jadi lebih sulit dibakar. Akibatnya? Kalori bisa menumpuk dan lama-lama berisiko meningkatkan berat badan.
Bukan berarti langsung gemuk sih, tapi kalau sering diulang, efeknya bisa terasa.
Kebiasaan makan larut malam, terutama makanan tinggi karbohidrat atau gula, bisa memicu lonjakan insulin.
Ini bikin tubuh menyimpan lebih banyak lemak, apalagi kalau kamu langsung tidur setelah makan.
Sebuah studi dari jurnal Cell Metabolism bahkan menunjukkan bahwa makan larut malam menurunkan hormon leptin, yaitu hormon yang bikin kamu merasa kenyang.
Baca juga: Dokter Kandungan: Nikah Sama Bule Gak Jamin Anaknya Bisa Cakep dan Tinggi
Artinya, kamu jadi cenderung lapar terus walau sebenarnya tubuh udah cukup makan. Ujung-ujungnya, asupan kalori harian jadi berlebihan tanpa disadari.
Tidur dengan perut kenyang bisa menimbulkan sensasi nggak nyaman, seperti kembung, begah, atau heartburn (rasa panas di dada).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthmatters.nyp.org, Ai-care.id