Ilustrasi pria sedang push up. (Freepik)
INDOZONE.ID - The Times melaporkan bahwa ada cara praktis untuk menilai kondisi tubuh tanpa alat canggih, yaitu tes kekuatan, kardio, dan keseimbangan.
Standar ini dibuat berdasarkan usia sehingga bisa dijadikan pedoman dalam latihan sehari-hari.
Selama bertahun-tahun, para pelatih masih mengandalkan metode ini meskipun teknologi kebugaran semakin maju.
Alasannya, tes sederhana tetap memberikan gambaran jelas tentang kemampuan tubuh, mudah dilakukan di rumah, dan tidak memerlukan biaya tambahan.
Baca juga: 4 Risiko Kesehatan Jika Konsumsi Telur Berlebihan
Tes langkah tiga menit bisa menggantikan uji VO2 max yang biasanya hanya tersedia di laboratorium.
Gunakan anak tangga setinggi 40 cm lalu naik-turunlah selama tiga menit dengan tempo 96 ketukan per menit bagi pria dan 88 untuk wanita.
Setelah itu, hitung detak jantung. Hasil 96 ke bawah untuk pria dan 103 ke bawah untuk wanita usia 56–65 menunjukkan kondisi jantung yang baik.
Sebaliknya, nilai di atas 116 (pria) dan 127 (wanita) menandakan kondisi kurang baik.
Lex Sharp, seorang pelatih pribadi, menegaskan bahwa latihan ini membutuhkan kekuatan otot kaki, pinggul, dan keseimbangan.
“Sendi pergelangan kaki, lutut, dan pinggul terlibat,” ujarnya. Karena itu, tes sebaiknya diulang setiap bulan.
Baca juga: 5 Manfaat Telur untuk Diet Tinggi Protein
Push-up menjadi ukuran utama kekuatan otot tubuh bagian atas. Berikut standar menurut Mayo Clinic:
Sharp menyebut push-up sebagai “latihan kekuatan tubuh bagian atas yang paling fungsional.”
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Infobae.com