Ilustrasi mata rabun akibat presbiopia. (Freepik/weyo)
INDOZONE.ID - Presbiopia merupakan kondisi gangguan penglihatan, yang umumnya dialami seiring bertambahnya usia.
Kondisi ini bikin seseorang kesulitan melihat objek dekat, seperti membaca buku atau melihat layar ponsel pada jarak normal.
Dikutip dari American Optometric Association, Presbiopia sering kali terasa muncul tiba-tiba. Padahal sebenarnya, penurunan kemampuan fokus mata terjadi secara bertahap selama bertahun-tahun.
Kondisi ini biasanya mulai terlihat pada usia awal hingga pertengahan 40-an. Meskipun, proses berkurangnya daya fokus mata sudah dimulai sejak masa kanak-kanak.
Baca juga: Faktor Genetik Bisa Jadi Penyebab Rabun Jauh, Lho! Berikut Gejala hingga Cara Pengobatannya
Beberapa tanda presbiopia antara lain:
Presbiopia dapat terdeteksi melalui pemeriksaan mata menyeluruh. Dokter optometri akan melakukan pengujian untuk menilai kemampuan fokus, dan menentukan tingkat gangguan penglihatan.
Ilustrasi Mata lelah akibat presbiopia. (Freepik)
Untuk membantu penderita beradaptasi dengan presbiopia, dokter dapat meresepkan kacamata baca, kacamata multifokal, atau lensa kontak khusus.
Presbiopia juga dapat memperumit kondisi penglihatan lain, seperti rabun jauh, rabun dekat, atau astigmatisme.
Jenis lensa yang direkomendasikan akan disesuaikan dengan kebutuhan pasien, agar penglihatan tetap jelas dan nyaman.
Sebagian orang mungkin hanya memerlukan kacamata saat membaca, tetapi ada pula yang merasa lebih praktis mengenakannya sepanjang waktu.
Mengingat presbiopia terus berkembang seiring usia, kacamata atau lensa kontak biasanya perlu diganti secara berkala.
Salah satu metode penanganan lain adalah monovision, yang sering direkomendasikan bagi penderita presbiopia berusia 40 tahun ke atas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: American Optometric Association