Ilustrasi penderita diabetes. (freepik)
INDOZONE.ID - Menjaga kadar gula darah tetap stabil adalah hal terpenting bagi penderita diabetes. Akan tetapi, ketika angka gula darah sering naik turun tanpa kendali, ini menjadi tanda diabetes tidak terkontrol yang bisa berujung pada komplikasi serius.
Jika dibiarkan, kondisi ini dapat merusak saraf, pembuluh darah, bahkan organ vital seperti ginja. dan jantung. Berikut gejala diabetes yang memburuk agar kamu bisa segera bertindak sebelum terlambat.
Ilustrasi berat badan turun. (freepik)
Salah satu tanda diabetes tinggi yang berbahaya adalah munculnya infeksi di area kaki. Gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, sehingga tubuh kesulitan melawan bakteri. Akibatnya, luka kecil bisa berkembang menjadi sindrom kaki diabetik yang sulit sembuh.
Jika tidak ditangani, luka dapat membusuk dan berujung pada kematian jaringan (gangren). Ini merupakan akibat diabetes tidak diobati dengan baik yang bisa sangat fatal.
Baca juga: Gen Z, Hati-hati! Kecanduan Main Game Online Bisa Percepat Risiko Stroke dan Diabetes
Kamu sering merasa lapar meski sudah makan banyak? Hati-hati, ini bisa menjadi ciri gula darah tidak stabil. Saat tubuh tidak bisa mengolah glukosa sebagai sumber energi, ia akan memecah otot dan lemak untuk menggantikannya.
Kondisi ini menyebabkan berat badan turun tanpa sebab jelas dan membuat otot makin lemah. Perubahan ini menjadi salah satu gejala diabetes yang memburuk yang perlu segera ditangani.
Gula darah tinggi juga bisa memperlambat proses regenerasi jaringan. Itulah sebabnya penderita diabetes sering mengalami luka yang lama kering.
Kurangnya sirkulasi darah ke bagian kaki menyebabkan luka sulit menutup dan lebih rentan terinfeksi. Bila tidak segera diobati, luka bisa berujung pada infeksi berat atau bahkan amputasi.
Baca juga: 5 Buah Rendah Gula yang Aman buat Penderita Diabetes
Kadar glukosa darah yang selalu tinggi merupakan tanda diabetes tidak terkontrol yang paling jelas. Gula darah normal seharusnya berada pada kisaran 80-130 mg/dL sebelum makan dan di bawah 180 mg/dL dua jam setelah makan.
Jika hasil pemeriksaan terus menunjukkan angka di atas batas normal, berarti rencana pengobatan perlu disesuaikan. Jangan abaikan hal ini, karena tanda diabetes tinggi yang berbahaya bisa muncul tanpa disadari.
Merasa haus terus-menerus meski sudah minum banyak air bisa menjadi tanda gula darah yang tidak stabil. Kondisi ini disebut polidipsia, di mana kadar gula darah yang terlalu tinggi memicu tubuh membuang cairan berlebihan melalui urine.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Betterhealthfacts.com