penyakit flu (istock @milorad kravic)
INDOZONE.ID - Subclade K, yang kini ramai dijuluki Superflu Subclade K, adalah cabang evolusioner terbaru dari virus influenza A subtipe H3N2 yang telah lama beredar.
Varian ini mendapat perhatian media setelah dengan cepat mendominasi kasus flu di Inggris, Jepang, dan beberapa wilayah Eropa, serta muncul bersamaan dengan musim flu yang datang lebih awal di belahan bumi utara.
Baca juga: Kenapa Obat Batuk dan Flu Bikin Ngantuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Superflu Subclade K adalah sebutan non-ilmiah untuk varian H3N2 yang menunjukkan pola penyebaran yang agresif dalam waktu singkat.
Subclade K berasal dari virus influenza A H3N2 yang merupakan bagian dari flu musiman. Varian ini pertama kali terdeteksi pada Juni di belahan bumi selatan dan segera menyebar ke utara.
Meskipun memiliki mutasi yang memungkinkannya menjadi dominan, Subclade K tetap berkerabat dekat dengan strain virus H3N2 sebelumnya.
Karena evolusi virus flu terjadi secara konsisten, para ilmuwan kini meningkatkan pemantauan terhadap pola penyebaran Subclade K secara global.
Ilustrasi penyakit flu. (Pixabay/Nastya_Gepp)
Di Eropa, Subclade K pertama kali terdeteksi di Norwegia sebelum mencapai Inggris, membuat musim flu di sana dimulai empat hingga lima minggu lebih cepat. Musim flu yang lebih awal ini juga terjadi di Jepang.
Meskipun menarik perhatian, dimulainya musim flu yang lebih awal tidak otomatis menandakan keparahan yang lebih tinggi.
Data pemantauan terbaru menunjukkan bahwa tingkat positif flu di beberapa wilayah mulai menunjukkan tren melandai. Meskipun demikian, virus influenza tetap dikenal tidak mudah diprediksi.
Baca juga: Sudah Jarang Keluar Rumah Tapi Masih Kena Flu? Ini Penyebabnya
Kekhawatiran utama terhadap potensi 'Super Flu' Subclade K adalah kemampuannya lolos dari kekebalan yang sudah ada (imunitas dari infeksi atau vaksinasi sebelumnya).
Kabar baiknya, studi laboratorium dan populasi sejauh ini menunjukkan tidak ada celah kekebalan yang signifikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Gavi.org