Mengenal False Awakening, Bangun Tidur Tapi Ternyata Masih Bermimpi (Freepik/ tirachardz)
INDOZONE.ID - Pernah merasa sudah bangun tidur, melihat sekitar, bahkan mulai bergerak, tapi kemudian sadar kalau semua itu ternyata masih mimpi? Kondisi seperti ini dikenal dengan istilah false awakening.
Pengalaman tersebut sering terasa sangat nyata, sehingga banyak orang sulit membedakan antara mimpi dan kenyataan.
Meski terdengar membingungkan, false awakening sebenarnya merupakan fenomena tidur yang cukup umum, dan bisa dialami oleh siapa saja.
False awakening adalah mimpi tentang bangun tidur. Otak menciptakan gambaran seolah-olah seseorang sudah terjaga, padahal tubuhnya masih tertidur.
Dalam mimpi tersebut, seseorang bisa merasa sudah bangun, turun dari tempat tidur, atau melakukan rutinitas pagi.
Kesadaran baru muncul setelah seseorang benar-benar terbangun dan menyadari bahwa “bangun” sebelumnya hanyalah mimpi.
Karena kemiripan suasananya dengan dunia nyata, false awakening sering sulit dibedakan dari kenyataan.
Baca juga: 'Anxiety Dream', Mimpi Buruk Akibat Stres yang Diam-diam Rusak Kualitas Tidur
False awakening biasanya terjadi saat seseorang berada pada fase tidur REM (Rapid Eye Movement), yaitu fase tidur di mana mimpi muncul dengan jelas. Pada fase ini, otak aktif, tetapi tubuh masih dalam kondisi tidur.
Jika seseorang sering terbangun di malam hari atau tidurnya tidak nyenyak, otak bisa menciptakan sensasi seolah-olah sudah bangun. Inilah yang memicu terjadinya false awakening.
Beberapa kondisi yang membuat false awakening lebih mudah terjadi antara lain:
Berikut beberapa ciri yang sering dialami saat false awakening:
Pada beberapa orang, false awakening bisa terjadi berulang kali, seperti merasa bangun beberapa kali berturut-turut padahal masih bermimpi.
Baca juga: 5 Tips Tingkatkan Kualitas Tidur Agar Tetap Sehat
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Very Well Health