Ilustrasi nyeri saat menstruasi. (freepik)
INDOZONE.ID - Nyeri haid sering kali datang di waktu yang tidak tepat, terutama saat malam hari ketika tubuh membutuhkan istirahat. Perut terasa melilit, punggung bawah pegal, dan posisi tidur apa pun seakan tidak nyaman.
Tak heran, jika banyak perempuan mengalami nyeri haid susah tidur, meski tubuh sebenarnya sangat lelah.
Padahal, tidur yang cukup dan berkualitas, justru berperan penting dalam membantu tubuh pulih selama menstruasi. Salah satu cara sederhana yang bisa dicoba adalah mengatur posisi tidur saat haid agar tidak sakit perut.
Dengan posisi yang tepat, tekanan pada rahim dan otot perut dapat berkurang. Sehingga, rasa nyeri lebih terkendali dan tidur pun menjadi lebih nyenyak. Berikut beberapa posisi di antaranya.
Baca juga: Selalu Pengen Makan Manis Saat Menstruasi? Ini Alasannya
Ilustrasi kram haid. (Freepik/lifestylememory)
Nyeri haid atau dismenore terjadi akibat kontraksi rahim yang berfungsi meluruhkan lapisan dindingnya. Proses ini dipicu oleh peningkatan hormon prostaglandin selama menstruasi.
Semakin tinggi kadarnya, semakin kuat kontraksi rahim yang dirasakan, sehingga kram perut dan nyeri panggul pun muncul.
Di malam hari, rasa nyeri sering terasa lebih intens karena tubuh berada dalam posisi diam dan fokus pada sensasi tidak nyaman tersebut.
Baca juga: 6 Alasan Haid Jadi Berantakan Setelah Malam Pertama, Normal Nggak Sih?
Ditambah lagi, perubahan hormon dapat memengaruhi kualitas tidur, membuat sebagian perempuan terbangun berulang kali atau sulit terlelap.
Berikut, beberapa posisi tidur yang dapat kamu terapkan untuk mengurangi rasa sakit dari menstruasi.
Posisi tidur fetal menjadi salah satu posisi tidur yang baik untuk nyeri haid. Posisi ini dilakukan dengan cara berbaring menyamping, lalu menekuk kedua kaki hingga lutut mendekati dada, menyerupai posisi janin dalam kandungan.
Tidur dengan posisi ini, membantu mengendurkan otot perut dan mengurangi tekanan langsung pada rahim. Selain itu, posisi fetal juga dapat meredakan ketegangan di punggung bawah yang sering muncul saat menstruasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthshots.com