Ilustrasi kopi instan. (Eliani Kusnedi)
INDOZONE.ID - Populer karena praktis, kopi instan sering kali dituding nggak lebih sehat dibanding kopi yang diseduh manual dari biji asli.
Padahal, proses pembuatannya pun berasal dari biji kopi asli yang dikeringkan dan diproses jadi bubuk halus. Namun akibat isu kesehatan yang makin sensitif, muncul rumor kalau kopi instan punya kandungan pemicu kanker.
Menanggapi hal ini, Dr. Shubham Vatsya, seorang ahli gastroenterologi dari Rumah Sakit Fortis Delhi, berusaha meluruskan mitos tersebut.
Baca juga: Wajib Waspada, Kenali 7 Penyakit Keturunan agar Bisa Dicegah Lebih Dini
Isu ini bermula dari kandungan bernama akrilamida yang ada dalam kemasan saset kopi instan. Dr. Vatsya nggak menampik kalau kadar akrilamida di kopi instan memang lebih tinggi dibanding kopi yang baru digiling (fresh brew).
Tapi ia menegaskan kalau untuk sampai ke level beracun atau memicu kanker, seseorang harus minum 8 sampai 10 saset kopi instan setiap hari, atau nonstop selama 20 sampai 25 jam tanpa jeda.
Secara logika, skenario ini hampir mustahil dilakukan oleh orang normal. Jadi, klaim kopi instan penyebab kanker dipastikan hanya mitos.
Bukannya bikin sakit, minum kopi hitam (termasuk yang instan) justru punya segudang manfaat kalau dikonsumsi dengan benar.
Baca juga: Benarkah Vitamin D Bisa Menurunkan Risiko Serangan Jantung? Simak Penjelasannya
Para peminum kopi justru menunjukkan risiko yang lebih rendah terhadap beberapa penyakit serius, seperti:
Dr. Vatsya menyarankan, mengonsumsi dua sampai empat cangkir kopi sehari itu masih masuk kategori sehat dan aman saja untuk tubuh.
Selama porsinya masih wajar dan nggak ditambah gula atau krimer secara berlebih, kopi instan tetap bisa jadi temen setia untuk jaga fokus harian kamu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Hindustan Times