Ilustrasi turunkan lemak dan bangun otot saat puasa Ramadhan. (Gemini AI)
INDOZONE.ID - Jika tujuan kamu adalah membakar lemak, menurunkan berat badan, atau membangun otot, nggak olahraga selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan bisa membuat progres kamu mundur cukup jauh.
Selama Ramadhan, umat Muslim berpuasa dengan tidak makan dan minum dari waktu subuh hingga matahari terbenam. Waktu tanpa asupan ini memang cukup panjang dan bisa membuat tubuh mengalami stres. Namun, bukan berarti kamu harus menghentikan target kebugaran kamu.
Dengan perencanaan yang tepat dan strategi latihan yang cerdas, kamu tetap bisa menurunkan berat badan atau membangun otot selama Ramadhan secara aman dan efektif.
Baca juga: Mengenal Autofagi dan Kaitannya Saat Puasa, Ternyata Bukan Cuma Soal Tahan Lapar!
Tapi jangan khawatir, berikut panduan lengkap yang bisa kamu lakukan untuk menurunkan lemak dan membangun otot selama Ramadhan.
Jika kamu ingin membakar lemak atau menurunkan berat badan selama Ramadhan, prinsip dasarnya tetap sama seperti biasanya.
Kunci utama penurunan lemak adalah menciptakan defisit kalori, yaitu kondisi ketika jumlah kalori yang dibakar lebih banyak daripada yang dikonsumsi dalam sehari.
Cara terbaik untuk mencapainya adalah dengan:
Puasa Ramadhan termasuk dalam pola makan dengan pembatasan waktu (time-restricted feeding).
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa selama periode puasa sekitar empat minggu, berat badan dan lemak tubuh cenderung menurun, terutama jika seseorang tetap berolahraga dan mengatur pola makannya dengan baik.
Penelitian juga menunjukkan bahwa massa otot relatif tetap terjaga, asalkan kamu:
Artinya, selama kamu menjaga defisit kalori secara moderat dan tetap rutin latihan beban, komposisi tubuh Anda justru bisa membaik selama Ramadhan.
Baca juga: 6 Cara Puasa Aman untuk Penderita GERD, Biar Lambung Tetap Nyaman!
Agar tetap sehat dan target kebugaran tercapai, perhatikan beberapa hal berikut:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Blog.ultimateperformance.com