Ilustrasi makanan bersantan yang dipanaskan berulang. (Eliani Kusnedi)
INDOZONE.ID - Menu bersantan itu memang susah banget ditolak. Mulai dari opor, gulai, rendang, sampai sayur lodeh selalu jadi favorit, apalagi saat momen kumpul keluarga.
Masakan ini umumnya dimasak sekaligus banyak, lalu kalau masih sisa tinggal dipanaskan lagi besoknya. Membuat masak jadi praktis dan tentu rasanya tetap enak.
Tapi, sebenarnya aman nggak sih makan masakan santan yang dipanaskan berkali-kali? Atau ini hanya mitos yang dibesar-besarkan?
Baca juga: Kenapa Ambeien Bisa Terjadi di Usia Muda? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya
Secara medis, memanaskan ulang makanan bersantan memang tidak disarankan. Alasannya bukan hanya soal rasa, tapi juga berkaitan dengan kesehatan jantung.
Santan berasal dari daging kelapa tua yang diparut lalu diperas, sehingga kandungannya tinggi lemak dan kalori. Dalam 240 gram santan, ada sekitar 552 kalori dan 57 gram lemak. Cukup tinggi untuk satu bahan makanan.
Di sisi lain, santan juga mengandung vitamin dan mineral seperti vitamin C, zat besi, magnesium, potasium, dan selenium. Jadi sebenarnya santan bukan musuh terbesar, selama dikonsumsi dengan wajar.
Masalahnya muncul saat santan dipanaskan berulang kali, karena proses pemanasan terus-menerus bisa mengubah struktur lemak di dalamnya. Lemak yang tadinya relatif stabil bisa berubah jadi bentuk yang kurang baik untuk tubuh.
Kalau kebiasaan ini dilakukan terus-menerus, kadar kolesterol LDL (Low-Density Lipoprotein) atau kolesterol jahat bisa meningkat. LDL yang tinggi dapat memicu penyumbatan pembuluh darah.
Baca juga: Ciri-ciri Benjolan di Leher yang Tidak Berbahaya dan Cara Mengatasinya, Jangan Langsung Panik!
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), kadar LDL yang rendah dan HDL yang tinggi membantu menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke. Artinya, menjaga keseimbangan kolesterol itu sangat penting.
Bukan berarti kamu langsung menjadi orang yang sama sekali tidak mengonsumsi santan, yang penting cara mengolah dan frekuensi makannya diperhatikan.
Beberapa hal yang bisa dilakukan:
Kalau lagi ingin makan bersantan, seimbangkan dengan sayur, buah, dan makanan tinggi serat. Pola makan yang variatif jauh lebih aman dibanding terlalu sering konsumsi lemak jenuh. Untuk menjaga kesehatan pembuluh darah, asupan omega-3 juga sering dianjurkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Klik Dokter