ilustrasi nahan gerd saat puasa (freepik)
INDOZONE.ID - Rasa panas di dada saat puasa sering bikin aktivitas terganggu, bahkan bisa membuat ibadah jadi kurang fokus. Keluhan ini biasanya muncul karena pola makan yang berubah drastis selama Ramadan, mulai dari jam makan yang tidak biasa hingga pilihan menu berbuka yang kurang ramah untuk lambung. Kabar baiknya, kondisi ini bisa dikendalikan tanpa harus menghentikan puasa.
Sensasi panas di dada terjadi ketika cairan asam dari lambung naik ke saluran kerongkongan. Penyebab utamanya adalah katup lambung yang tidak bekerja optimal, sehingga asam mudah naik ke atas. Gejalanya bisa berupa perih di ulu hati, dada terasa terbakar, sampai rasa asam di tenggorokan, terutama setelah makan atau saat tubuh dalam posisi rebahan.
Baca juga: Punya Asam Lambung Tapi Ingin Puasa? Ini Cara Aman Menjalani Puasa Ramadan
Puasa tetap bisa dijalani dengan nyaman asalkan kamu lebih cermat mengatur kebiasaan sehari-hari. Berikut langkah praktis yang bisa langsung diterapkan:
Baca juga: Kenapa Asam Lambung Tiba-tiba Kambuh dan Tak Kunjung Usai? Ternyata Ada Kaitannya dengan Stres
Dengan penyesuaian sederhana namun konsisten, rasa panas di dada akibat asam lambung bisa ditekan selama Ramadan. Hasilnya, puasa terasa lebih nyaman, tubuh tetap fit, dan ibadah pun bisa dijalani dengan lebih khusyuk.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Kuludonline.com