Ilustrasi aktivitas di alam terbuka. (freepik)
INDOZONE.ID - Pernah merasa lebih tenang setelah berjalan di taman atau bersantai di pinggir hutan? Itu bukan sekadar perasaan.
Menghabiskan waktu di alam terbuka memicu perubahan biologis nyata dalam tubuh, mulai dari menurunkan hormon stres, meredakan tekanan darah, hingga meningkatkan kesehatan usus.
Yang menarik, Anda tak perlu berjam-jam di hutan untuk merasakan manfaat ini. Efek maksimal justru terjadi setelah sekitar 20 menit.
Cukup berjalan-jalan di taman saat makan siang beberapa kali seminggu sudah bisa memberi manfaat bagi tubuh dan pikiran.
Baca juga: Bisakah Melahirkan Normal Setelah Operasi Caesar? Kenali Tindakan VBAC
Saat melihat pepohonan hijau, mencium aroma pinus, dan mendengar gemerisik dedaunan atau kicauan burung, sistem saraf otonom Anda—jaringan saraf yang mengendalikan proses tak sadar—merespons secara instan.
"Kita melihat perubahan dalam tubuh seperti penurunan tekanan darah, perubahan variabilitas detak jantung, dan detak jantung yang lebih lambat—semua terkait dengan penenangan fisiologis," kata Baroness Kathy Willis, profesor keanekaragaman hayati di Universitas Oxford.
Sebuah studi di Inggris yang melibatkan hampir 20.000 orang menemukan bahwa partisipan yang menghabiskan setidaknya total 120 menit setiap minggu di area hijau secara signifikan lebih mungkin merasakan tingkat kesehatan dan kesejahteraan psikologis yang lebih tinggi.
Baca juga: Bisakah Melahirkan Normal Tanpa Jahitan? Ibu Hamil Wajib Tahu
Sistem hormonal tubuh juga ikut berperan. Willis menjelaskan bahwa menghabiskan waktu di alam terbuka merangsang sistem endokrin dan menurunkan kadar kortisol dan adrenalin—hormon yang melonjak saat Anda stres atau cemas.
"Sebuah studi menemukan bahwa orang yang berada di kamar hotel selama tiga hari dan menghirup minyak Hinoki (cemara Jepang) mengalami penurunan besar hormon adrenalin dan peningkatan besar sel pembunuh alami dalam darah mereka," ujarnya.
Sel pembunuh alami (natural killer cells) ialah sel yang melawan virus dalam tubuh. Peserta studi masih memiliki sel ini dalam jumlah tinggi dua minggu setelah menghirup aromanya.
Baca juga: Benarkah Kafein Matcha Lebih Halus dan Tak Bikin Jantung Berdebar Dibanding Kopi?
Mencium aroma alam sama kuatnya dengan melihat dan mendengarnya. Aroma pepohonan dan tanah mengandung senyawa organik yang dilepaskan oleh tanaman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BBC