Ilustrasi makanan ultra-proses yang berakibat buruk untuk otot. (Freepik)
INDOZONE.ID - Makan Ultra-Proses memiliki pengaruh buruk gak hanya untuk berat badan, tapi juga otot. Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Radiology mengungkapkan, temuan penting terkait pola makan modern.
Penelitian tersebut menunjukkan, konsumsi tinggi makanan ultra-proses berkaitan dengan meningkatnya penumpukan lemak pada otot paha, yang berpotensi menurunkan kualitas otot.
Temuan ini menambah daftar risiko kesehatan dari makanan ultra-proses, yang selama ini lebih dikenal karena kaitannya dengan obesitas, penyakit jantung, dan diabetes.
Dikutip dari Medical News Today, makanan ultra-proses adalah produk yang telah melalui banyak tahap pengolahan industri. Umumnya, mengandung berbagai bahan tambahan seperti pengawet, pewarna, serta kadar gula dan garam yang tinggi.
Contohnya meliputi makanan instan, camilan kemasan, minuman manis, dan produk siap saji.
Baca juga: Mengapa Makanan Ultra-Proses Tidak Baik untuk Kesehatan? Simak Penjelasannya!
Selama ini, penelitian lebih banyak menyoroti dampaknya terhadap metabolisme. Namun, hubungan antara makanan ultra-proses dan kesehatan otot masih jarang diteliti.
Penelitian ini melibatkan lebih dari 600 peserta dengan risiko osteoartritis lutut. Para peneliti menganalisis pola makan peserta, serta melakukan pemindaian MRI untuk melihat kondisi otot paha.
Hasilnya menunjukkan, semakin tinggi konsumsi makanan ultra-proses, semakin besar pula penumpukan lemak di dalam otot paha.
Menurut Zehra Akkaya, penulis utama studi, kualitas diet memiliki peran penting terhadap kesehatan otot. Bahkan, hubungan ini tetap terlihat meskipun faktor jumlah kalori dan total lemak dalam makanan telah diperhitungkan.
“Temuan kami menunjukkan bahwa, konsumsi tinggi makanan ultra-proses, berkaitan dengan peningkatan lemak pada otot paha, yang terlihat melalui pemeriksaan MRI,” ujar Akkaya.
Penelitian juga menemukan bahwa:
Selain itu, efek tersebut lebih jelas terlihat pada peserta dengan kondisi lutut yang sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan lebih parah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medical News Today