Minggu, 13 JULI 2025 • 11:40 WIB

Waspadai Keratitis, Peradangan Kornea yang Dapat Ganggu Penglihatan

Author

Ilustrasi seseorang mengalami keratitis, atau peradangan kornea mata. (photo/istock/Tharakorn)

INDOZONE.ID - Buat sebagian orang, gangguan pada mata yang disebut keratitis, mungkin belum banyak diketahui. Namun keratitis merupakan kondisi peradangan pada kornea mata, yang dapat disebabkan oleh infeksi maupun noninfeksi. 

Jika tidak segera ditangani, keratitis dapat menimbulkan komplikasi serius hingga berisiko merusak penglihatan secara permanen.

Jenis-jenis Keratitis

Dikutip dari American Optometric Association, keratitis terbagi menjadi dua kategori utama, yaitu:

  • Keratitis Noninfeksius:
    Umumnya disebabkan cedera pada mata, penggunaan lensa kontak yang terlalu lama, atau masuknya benda asing ke dalam mata.
  • Keratitis Infeksius:
    Disebabkan mikroorganisme seperti bakteri, virus (terutama Herpes Simplex), jamur, maupun parasit.

Kondisi ini juga dapat berkaitan dengan gangguan mata lainnya, seperti konjungtivitis (mata merah).

Baca juga: Hati-hati! Kopi Instan Dianggap Bisa Tingkatkan Risiko Gangguan Penglihatan hingga Tujuh Kali Lipat

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Adapun beberapa gejala umum dari keratitis antara lain:

  • Mata merah;
  • Nyeri pada mata;
  • Air mata berlebihan;
  • Penglihatan kabur;
  • Sensitivitas terhadap cahaya.

Jika mengalami gejala-gejala tersebut, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter mata.

Faktor Penyebab dan Risiko

Penggunaan lensa kontak menjadi salah satu faktor risiko utama, baik pada keratitis infeksius maupun noninfeksius, terutama jika digunakan saat tidur atau tidak dibersihkan dengan benar.

Faktor lainnya meliputi:

  • Cedera mekanik atau kimia pada mata;
  • Mata kering;
  • Paparan sinar ultraviolet (UV) berlebih, seperti snow blindness;
  • Alergi;
  • Gangguan kekebalan tubuh atau penggunaan obat yang melemahkan sistem imun.

Ilustrasi seseorang tengah periksa mata. (Dok. Optik Tunggal)

Proses Diagnosis

Keratitis dapat didiagnosis melalui pemeriksaan oleh dokter optometri atau dokter mata. Biasanya, pemeriksaan tersebut mencakup:

  • Riwayat kesehatan dan keluhan pasien;
  • Pemeriksaan luar mata dengan biomicroscope untuk melihat kondisi kornea;
  • Penggunaan zat pewarna khusus untuk mendeteksi tingkat peradangan;
  • Pengambilan kultur atau biopsi bila dicurigai adanya infeksi.

Baca juga: Floaters dan Bintik Hitam pada Penglihatan: Haruskah Diwaspadai?

Pilihan Pengobatan

Pengobatan keratitis tergantung pada penyebabnya. Misal:

  • Keratitis Noninfeksius:
    Dapat ditangani dengan air mata buatan. Pada kasus lebih parah, dokter dapat meresepkan lensa kontak khusus sebagai pembalut dan obat antiinflamasi.
  • Keratitis Infeksius:
    Diberikan obat tetes mata berupa antibiotik, antivirus, atau antijamur sesuai penyebab infeksi. Pada kasus berat, obat oral mungkin diperlukan.

Langkah Pencegahan

Pencegahan keratitis sangat penting, terutama bagi pengguna lensa kontak. Berikut langkah-langkah yang disarankan:

  • Gunakan lensa kontak sesuai waktu yang direkomendasikan dokter;
  • Jangan tidur dengan lensa kontak kecuali atas anjuran medis;
  • Hindari berenang menggunakan lensa kontak;
  • Cuci tangan sebelum memasang atau melepas lensa;
  • Segera hentikan penggunaan lensa jika muncul kemerahan, nyeri, atau penglihatan kabur, dan periksakan diri ke dokter mata.

Oleh karena itu, keratitis memang merupakan gangguan mata yang serius, namun dapat dicegah dan diobati dengan penanganan yang tepat. 

Konsultasi rutin dengan dokter mata, serta kedisiplinan dalam menjaga kebersihan lensa kontak, menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan mata.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: American Optometric Association

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU