INDOZONE.ID - Tak bisa dipungkiri, kita pasti pernah dikelilingi oleh orang-orang yang terus-menerus mengeluh, berpikir negatif, atau melihat hidup dari sisi yang suram.
Jika tidak hati-hati, energi seperti ini bisa perlahan menguras semangat dan mempengaruhi kesehatan mentalmu.
Di sinilah pentingnya belajar menjaga diri agar tetap positif, meskipun berada di lingkungan yang penuh energi negatif.
Berada dekat dengan orang yang pesimis memang melelahkan. Entah itu teman yang selalu curhat tanpa jeda, saudara yang kehilangan semangat, atau pasangan yang sulit bersyukur.
Baca juga: 7 Manfaat Jus Blueberry untuk Kesehatan Tubuh, Terutama untuk Otak
Kuncinya adalah menjaga batasan yang sehat. Kamu tidak bisa mengubah cara pandang orang lain, tapi kamu bisa mengontrol bagaimana kamu meresponsnya.
Tetap punya empati, tapi jangan sampai mengorbankan kesehatan mentalmu sendiri. Belajar bilang “cukup” itu penting — bukan karena kamu tidak peduli, tapi karena kamu juga butuh ruang untuk menjaga dirimu tetap kuat.
Berikut beberapa langkah praktis yang bisa kamu terapkan, seperti yang disarankan oleh konselor motivasi Roshan Mansukhani, agar kamu bisa menghadapi orang-orang negatif dengan cara yang bijak dan tetap sehat secara emosional.
Baca juga: Kenali Gejala Diseksi Aorta Sejak Dini untuk Cegah Komplikasi yang Berbahaya
1. Jaga Batasan yang Jelas
Menetapkan batasan yang sehat adalah cara efektif saat harus berhadapan dengan orang yang penuh energi negatif.
Batasi frekuensi pertemuan atau hindari topik yang bikin lelah secara emosional.
Kalau temanmu terus mengeluh setiap kali bertemu, tak ada salahnya mengambil jarak dan lebih banyak waktu bersama orang yang membawa ketenangan.
Jika hubungan cukup dekat, sampaikan batasan itu dengan jujur dan empati.
Bukan untuk menjauh, tapi untuk menjaga kesehatan mentalmu agar tidak ikut terseret dalam emosi yang melelahkan.
Kadang, berkata “cukup” justru bentuk terbaik dari kepedulian pada diri sendiri dan orang lain.
Baca juga: Mengintip Bagaimana Dokter Dilatih Menangani Pasien Gigitan Ular Berbisa
2. Latih Rasa Empati Tanpa Kehilangan Diri
Nggak semua orang bersikap negatif tanpa alasan. Sering kali, mereka sedang bergelut dengan luka atau beban yang nggak terlihat.
Daripada membalas dengan sikap keras, coba pahami dulu apa yang mereka hadapi.
Cobalah lihat dari sudut pandang mereka. Dengan empati, kamu bisa merespons lebih bijak tanpa ikut terseret dalam stres atau drama mereka.
Hadir dan mendampingi itu penting, tapi tetap harus tahu batas. Kamu juga berhak menjaga ketenangan batinmu sendiri.
Baca juga: Dampak Konsumsi Gula Berlebih Ternyata Bisa Pengaruhi Kerja Otak hingga Kesehatan Mental!
3. Batasi Interaksi Tanpa Memutus Hubungan
Berada dekat dengan orang yang terus membawa energi negatif memang melelahkan, tapi kamu nggak harus memutus hubungan.
Cukup atur frekuensi dan bentuk interaksinya. Kalau mulai merasa lelah, ubah suasana jadi lebih ringan—seperti menonton film, ikut kelas seni, atau sekadar jalan santai.
Aktivitas seperti ini tetap menjaga kebersamaan tanpa menguras emosi. Dengan begitu, kamu tetap bisa hadir sebagai teman yang suportif, tanpa harus ikut tenggelam dalam energi negatif mereka.
Baca juga: Anak-anak Makan Telur Setiap Hari? Begini Efek yang Akan Ditimbulkan
4. Lepaskan Stres dengan Aktivitas yang Menenangkan
Sebelum bertemu dengan seseorang yang sering membawa energi negatif, penting untuk menyiapkan diri secara mental.
Teknik seperti mindfulness atau pernapasan dalam bisa membantumu tetap tenang dan hadir sepenuhnya selama pertemuan.
Fokus pada napas juga membantu menjaga jarak emosional agar kamu tidak mudah terseret dalam suasana yang menguras energi.
Setelah pertemuan, beri waktu untuk mereset diri. Lakukan hal-hal sederhana yang bisa menyegarkan pikiran, seperti yoga ringan, menulis jurnal, atau berjalan kaki di luar ruangan.
Aktivitas ini membantu melepas ketegangan dan mencegahmu membawa pulang beban emosional dari interaksi tersebut.
Baca juga: Fakta-fakta Menyakitkan Cacar Api, Penyakit yang Bisa Dicegah dengan Vaksinasi
5. Alihkan Fokus ke Solusi, Bukan Berpusat pada Masalah
Saat percakapan mulai dipenuhi keluhan yang berulang, ambil peran aktif untuk mengarahkannya ke jalur yang lebih positif.
Ajak mereka melihat situasi dari sudut pandang berbeda, atau bantu temukan sisi baik yang mungkin terlewat.
Alih-alih terus membahas masalah tanpa ujung, bantu mereka fokus pada solusi.
Ini bukan hanya meringankan suasana, tapi juga membantumu menjaga energi tetap positif dan tidak ikut tenggelam dalam pola pikir yang melelahkan.
Baca juga: Maia Estianty Cerita Pengalaman Buruk Kena Cacar Air: Beda Gak Kayak Virus Cinta
6. Jadilah Pendengar yang Baik
Saat seseorang mencurahkan isi hatinya, yang paling dibutuhkan bukanlah jawaban cepat, tapi kehadiran yang tulus.
Hindari menyela atau terburu-buru memberi respons. Fokuslah mendengarkan, tanpa sibuk memikirkan apa yang akan kamu katakan selanjutnya.
Tunjukkan empati lewat hal-hal sederhana, seperti mengangguk, menjaga kontak mata, atau memberi tanggapan singkat yang mengakui perasaan mereka.
Sikap ini membantu membangun rasa hormat dan kedekatan, tanpa membuatmu terseret dalam emosi negatif yang mereka bawa.
Baca juga: Waspadai Kulkas Bau Tandanya Banyak Bakteri, Simak Tips Penting Ini
7. Jangan Mudah Menghakimi, Cobalah untuk Lebih Memahami
Saat berhadapan dengan orang yang bersikap negatif, mudah sekali untuk langsung memberi label atau mengabaikan perasaannya.
Padahal, sikap menghakimi justru bisa memperlebar jarak dan memperburuk hubungan.
Cobalah melihat lebih dalam — mungkin sikap mereka tumbuh dari luka, tekanan, atau pengalaman hidup yang tidak mudah.
Alih-alih terburu-buru menilai, pilihlah untuk memahami. Dengan begitu, kamu bisa tetap menjaga energi positif dalam dirimu tanpa ikut terbawa oleh penilaian yang belum tentu benar.
Baca juga: Studi: Bahaya Pemanis Buatan Sweetener Bisa Picu Serangan Jantung dan Stroke
Menghadapi orang-orang dengan sikap negatif memang bukan hal yang mudah, tapi bukan berarti kamu harus mengorbankan ketenangan dan kesehatan mentalmu sendiri.
Dengan menetapkan batasan yang sehat, melatih empati tanpa kehilangan kendali diri, serta menjaga energi positif melalui cara-cara sederhana, kamu bisa tetap hadir tanpa terseret dalam emosi yang melelahkan.
Ingat, merawat diri bukanlah bentuk egois—justru itu adalah langkah penting agar kamu tetap kuat, seimbang, dan mampu mendampingi orang lain dengan cara yang lebih bijak dan tulus.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthshots.com