Jumat, 26 SEPTEMBER 2025 • 19:10 WIB

Awas! Paparan Pestisida Sehari-hari Diduga Turunkan Kualitas Sperma Pria Sehat

Author

Ilustrasi Sperma. (Photo/Ilustrasi/iStock)

INDOZONE.ID - Kesehatan reproduksi pria kembali menjadi sorotan. Sebuah studi pilot (berskala kecil) terbaru menemukan adanya potensi hubungan antara paparan pestisida sehari-hari, khususnya jenis organofosfat (OP), dengan penurunan kualitas sperma pada pria muda yang sehat.

Temuan yang diterbitkan oleh para peneliti ini menjadi perhatian karena menunjukkan bahwa risiko terhadap kesuburan pria mungkin terjadi melalui mekanisme yang lebih kompleks, bukan hanya disebabkan oleh stres oksidatif seperti yang selama ini banyak diduga.

Baca juga: Bukan Cuma Buat Cewek, Ini 4 Alasan Cowok Wajib Coba Pilates

Ancaman Organofosfat di Kehidupan Sehari-hari

Pestisida organofosfat adalah bahan kimia yang umum digunakan baik di sektor pertanian maupun rumah tangga. 

Paparan terhadap zat ini umumnya terjadi melalui makanan, air, atau udara.

Studi yang dilakukan pada sekelompok kecil pria sehat berusia 18 hingga 45 tahun ini berupaya mencari tahu dampak dari paparan OP yang tidak bersifat pekerjaan (non-occupational) terhadap kualitas air mani.

Para peneliti menganalisis kadar metabolit pestisida (zat sisa dari pestisida) dalam urine peserta, serta berbagai parameter kualitas air mani.

Baca juga: Seberapa Penting Kenyamanan Pasien di RS Demi Mempercepat Kesembuhannya?

Temuan Mengejutkan: Gerakan Sperma Menurun Drastis

Hasilnya, studi tersebut menemukan adanya korelasi antara kadar metabolit OP yang lebih tinggi di urine dengan motilitas sperma (pergerakan sperma) yang lebih rendah. 

Motilitas adalah faktor kunci dalam menentukan kemampuan sperma untuk mencapai dan membuahi sel telur.

Secara spesifik, peningkatan satu unit log konsentrasi total metabolit DAP (produk penguraian OP) dikaitkan dengan peningkatan risiko hingga 163% mengalami motilitas sperma rendah.

"Studi pilot ini merupakan upaya sistematis pertama untuk membangun hubungan antara paparan rutin, non-pekerjaan, terhadap pestisida OP dan penurunan kualitas air mani di antara pria muda sehat," ungkap tim peneliti.

Baca juga: Program ACTIVE 2.0: Kolaborasi Indonesia–Jerman Tingkatkan Layanan Kanker Serviks

Bukan Cuma Stres Oksidatif?

Menariknya, para peneliti tidak menemukan hubungan antara paparan pestisida OP dan peningkatan stres oksidatif dalam air mani (yang diukur melalui potensi oksidasi-reduksi atau ORP).

Padahal, stres oksidatif telah lama dikenal sebagai penyebab utama kerusakan sperma.

Temuan ini mengindikasikan bahwa pestisida OP mungkin merusak pergerakan sperma melalui mekanisme lain, di luar jalur stres oksidatif. Mekanisme potensial yang diperkirakan termasuk:

Baca juga: Terkuak! Penelitian Temukan Rahasia Hidup Sehat Sampai 117 Tahun, Bukan Cuma Faktor Keturunan

1. Gangguan Sinyal Asetilkolin 

Pestisida OP dikenal mengganggu pensinyalan asetilkolin, sebuah neurotransmitter yang penting untuk pergerakan sperma.

2. Kerusakan Mitokondria Langsung

Kemungkinan lain adalah kerusakan langsung pada mitokondria, 'pembangkit tenaga' yang mendorong ekor sperma.

Baca juga: Penderita Asam Lambung Ternyata Masih Bisa Minum Kopi, Simak Caranya Berikut

Meskipun studi ini bersifat pilot dengan ukuran sampel yang kecil (42 pria) sehingga generalisasinya terbatas, hasilnya memberikan bukti awal yang penting. 

Ini memperkuat kekhawatiran yang berkembang bahwa paparan bahan kimia pengganggu endokrin, termasuk pestisida, merupakan kontributor utama terhadap penurunan kualitas air mani global yang terjadi selama satu abad terakhir.

Para ahli menyarankan agar temuan ini menjadi dasar bagi penelitian lanjutan berskala besar untuk mengonfirmasi hubungan tersebut. 

Mereka juga mendesak peningkatan kesadaran akan dampak kesehatan reproduksi dari paparan zat kimia di lingkungan sehari-hari.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: News-medical.net

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU