INDOZONE.ID - Sekarang ini, hidup terasa serba cepat dan penuh tekanan.
Dari pagi sampai malam, kita selalu dikejar tugas, notifikasi yang nggak berhenti, sampai kebiasaan scroll media sosial tanpa henti.
Rasanya, setiap detik harus produktif dan nggak boleh ada waktu kosong.
Tapi, pernah nggak sih Kamu merasa capek banget sampai pengen istirahat, tapi malah merasa bersalah kalau nggak melakukan apa-apa?
Padahal, menurut psikolog dan riset internasional, justru dengan diam dan memberi pikiran ruang buat bernapas, kita sedang melakukan bentuk self-care yang penting.
Doing nothing itu bukan malas, tapi cara terbaik buat recharge dan jaga kesehatan mental.
Baca juga: Gak Harus Gym! Ini 7 Olahraga Simple yang Bisa Bakar Kalori di Rumah
Apa itu “Doing Nothing” dalam Konteks Self-Care?
“Doing nothing” di sini bukan berarti Kamu tidur, scroll TikTok, atau nonton Netflix tanpa henti.
Maksudnya adalah benar-benar berhenti dari aktivitas yang bikin otak kerja keras, dan kasih kesempatan pikiran untuk santai, melayang, atau nggak ada rencana apa-apa sama sekali.
Menurut situs Calm, Kamu bisa coba jadikan doing nothing ini sebagai “ritual” harian, misalnya duduk diam selama 2–5 menit, tarik napas dalam-dalam tanpa gangguan apapun.
Konsep ini mirip banget sama gerakan “niksen” dari Belanda, yang percaya kalau diam dan nggak ngapa-ngapain itu punya nilai penting sendiri.
Jadi, nggak harus selalu sibuk, karena kadang melepaskan diri sejenak justru bikin kita lebih sehat dan bahagia.
Baca juga: Kenapa Menstruasi Bikin Badan Cepat Capek saat Olahraga? Ini Penjelasannya!
Kenapa Psikolog & Riset Internasional Mendukung Doing Nothing?
Berikut beberapa alasan yang sering dikutip:
1. Turunkan Stres dan Cegah Burnout
Kalau Kamu terus-terusan sibuk tanpa jeda, hormon stres seperti kortisol bisa tetap tinggi dan bikin tubuh jadi tegang.
Nah, dengan memberi waktu untuk diam dan istirahat sebentar, sistem sarafmu bisa “reset” lagi.
Penulis di LifeAt bahkan bilang, doing nothing bisa bantu turunkan kecemasan dan jaga kesehatan mental secara keseluruhan.
Selain itu, laporan dari berbagai sumber kesehatan juga menunjukkan kalau “unplugged breaks” yaitu jeda tanpa gadget atau gangguan bisa bikin mood jadi lebih baik, fokus meningkat, dan performa kerja jadi lebih oke saat Kamu balik lagi ke aktivitas.
Jadi, istirahat sejenak bukan cuma enak, tapi juga penting buat hasil kerja yang lebih maksimal.
Baca juga: Ternyata Otak Didominasi Lemak! Ini Alasannya Kenapa Nutrisi Penting Buat Kerja Otak
2. Dorong Kreativitas dan Insight Baru
Saat pikiran kita dalam kondisi “idle” atau nggak sibuk mikir hal lain, bagian otak yang namanya Default Mode Network (DMN) mulai aktif.
Bagian ini membantu menghubungkan ide-ide, memproses emosi, dan kadang menghasilkan insight atau ide-ide baru yang nggak kita duga sebelumnya.
Banyak orang ngalamin momen ide atau inspirasi muncul justru saat lagi nggak ngapa-ngapain, misalnya waktu mandi, menatap langit, atau cuma duduk santai.
Doing nothing ini sebenarnya kasih “ruang mental” yang bikin intuisi dan kreativitas kita bisa berkembang dengan bebas.
Baca juga: Mengelola Stres untuk Menjaga Kesehatan Jantung: Strategi dan Tips Praktis
3. Tingkatkan Fokus dan Produktivitas Setelahnya
Paradox-nya, justru dengan berhenti sebentar dan nggak ngapa-ngapain, Kamu bisa balik lagi dengan fokus yang lebih tajam.
Beberapa studi nunjukin kalau kasih jeda mental atau downtime bikin kita jadi lebih segar dan produktif saat mulai kerja lagi.
Jadi, istirahat sejenak bukan cuma bikin rileks, tapi juga bikin kerjaan jadi lebih efektif.
4. Refleksi Diri dan Kesadaran Emosional
Momen “tidak melakukan apa-apa” bisa jadi kesempatan buat Kamu mengecek keadaan diri sendiri—lagi ngerasa gimana? Apa yang bikin Kamu capek?
Apa yang sebenarnya Kamu butuhin atau pengenin? Dengan diam sejenak tanpa gangguan, Kamu bisa lebih nyambung sama perasaan dan pikiranmu sendiri.
Ini cara sederhana tapi ampuh buat jaga kesehatan mental dan keseimbangan hidup.
Baca juga: Skrining Digital Jadi Terobosan Baru untuk Deteksi Dini Kesehatan Mata dan Mental Anak
Catatan dari Psikolog: Bukan untuk Semua Orang dan Ada Batasannya
Walaupun doing nothing punya potensi besar, psikolog biasanya menekankan bahwa praktik ini perlu disesuaikan:
- Jangan dipaksakan terlalu lama: Jika pikiranmu justru kalang kabut atau muncul kecemasan tinggi, diam terlalu lama bisa jadi terasa berat.
- Gunakan sebagai alat, bukan pelarian: Bukan berarti lari dari masalah. Doing nothing bisa jadi momen untuk meresapi, bukan untuk menekan atau menghindar dari perasaan.
- Gabungkan dengan aktivitas lain: Meditasi ringan, journaling, berjalan santai, atau bicara ke teman juga penting sebagai bagian self-care.
- Kedisiplinan & konsistensi kecil lebih penting: Contoh, 5 menit diam tiap hari bisa lebih berdampak daripada sesi “diam 1 jam” tapi jarang.
Psikolog sering menyarankan agar self-care tidak selalu identik dengan “melakukan sesuatu” besar, tapi juga dengan memberi ruang agar pikiran bisa bernapas.
Cara Praktis Memulai Doing Nothing (Tanpa Drama)
- Tentukan “slot diam” di harimu, misalnya pagi 3 menit sebelum buka HP atau malam 5 menit sebelum tidur.
- Matikan distraksi: tidak ada telepon, notifikasi, musik, atau konten apapun.
- Perhatikan napas atau lingkungan: tarik napas dalam, rasakan udara, dengar suara sekitar (angin, detak jam).
- Hadap ketidaknyamanan: pertama kali diam, sering muncul gelisah, pikiran negatif, perasaan “gak produktif” itu wajar. Tenangkan dirimu, katakan “ini bagian dari proses.”
- Mulai dari durasi kecil: cukup 2–5 menit. Jika sudah terbiasa, bisa ditambah perlahan.
Baca juga: Tidur 8 Jam Tapi Masih Terasa Capek? Mungkin Kamu Belum Punya Sleep Hygiene
Jadi, doing nothing yang terdengar sederhana ternyata bisa jadi self-care powerful berdasarkan pandangan psikolog dan riset internasional.
Diam itu bukanlah kemalasan, tapi istirahat penting bagi pikiran.
Dengan memberi jeda diam secara sengaja, Kamu bisa menurunkan stres, meningkatkan kreativitas, memperkuat fokus, dan lebih mengenal diri sendiri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber