INDOZONE.ID - Ceker ayam sudah lama jadi menu favorit banyak orang Asia. Tidak hanya lezat, ceker ayam juga kaya akan nutrisi penting seperti kolagen, protein, dan vitamin B.
Namun, bagi penderita asam urat, ceker ayam sering menimbulkan pertanyaan besar, bolehkah penderita asam urat menyantap ceker ayam tanpa khawatir kambuh?
Sebab, makanan tinggi purin bisa memicu naiknya kadar asam urat dalam darah. Agar tidak salah langkah, inilah penjelasan lengkap tentang asam urat dan ceker ayam berikut ini.
Baca juga: 5 Makanan Penurun Kadar Asam Urat Secara Alami
Kandungan Gizi dan Purin dalam Ceker Ayam
Ayam merupakan sumber protein hewani yang baik, rendah lemak, dan mengandung berbagai nutrisi penting seperti selenium, fosfor, dan vitamin B kompleks.
Bagian ceker memiliki sekitar 70 persen kolagen, yang baik untuk kesehatan kulit, sendi, dan tulang. Selain itu, ada kandungan folat (vitamin B9) yang penting untuk sintesis DNA dan mencegah cacat lahir.
Namun, yang perlu diwaspadai oleh penderita asam urat adalah, kandungan purin dalam ceker ayam. Lantas, apakah ceker ayam mengandung purin tinggi? Tidak juga. Berdasarkan data nutrisi, ceker ayam mengandung sekitar 122,9 mg purin per 100 gram, yang termasuk dalam kategori sedang.
Baca juga: 6 Olahraga untuk Penderita Asam Urat yang Aman Dilakukan
Sebagai perbandingan, dada ayam tanpa kulit memiliki sekitar 141 mg purin, sedangkan hati ayam lebih dari 300 mg per 100 gram yang termasuk kategori tinggi.
Dengan kandungan purin sedang ini, ceker ayam tidak sepenuhnya dilarang untuk penderita asam urat, asal dikonsumsi dengan porsi yang wajar dan cara olah yang sehat.
Batas Aman Konsumsi Ceker Ayam untuk Penderita Asam Urat
Banyak orang ragu apakah mereka masih bisa menikmati ceker ayam jika punya riwayat asam urat. Faktanya, batas aman konsumsi ceker ayam untuk asam urat adalah sekitar 50 gram per hari.
Jumlah ini tergolong aman karena tidak meningkatkan kadar asam urat secara signifikan. Terlebih, bila diimbangi dengan pola makan rendah purin dan cukup cairan.
Perlu diingat juga, penderita asam urat sebaiknya tidak mengonsumsi bagian ayam lain yang kadar purinnya lebih tinggi, seperti hati, jantung, atau ampela.
Mengatur porsi dan frekuensi makan adalah kunci agar kadar asam urat tetap stabil.
Tips Aman Mengolah Ceker Ayam agar Tidak Memicu Asam Urat
Jika kamu tetap ingin menikmati ceker ayam tanpa khawatir kambuh, ikuti beberapa tips ini:
1. Buang kulit ceker ayam sebelum diolah, karena kulit mengandung lemak jenuh dan purin tambahan.
2. Cuci bersih dan rebus terlebih dahulu, untuk mengurangi kadar purin yang bisa larut dalam air.
3. Hindari bumbu instan atau kaldu kemasan, karena bisa mengandung purin tinggi.
4. Pilih cara memasak sehat seperti rebus, panggang, atau tumis dengan minyak zaitun atau minyak alpukat.
5. Kombinasikan dengan karbohidrat kompleks seperti nasi merah, quinoa, atau sayuran hijau agar penyerapan purin dalam tubuh tidak terlalu tinggi.
Dengan langkah-langkah ini, ceker ayam tetap bisa menjadi hidangan lezat tanpa menimbulkan lonjakan kadar asam urat.
Pantangan Makanan untuk Penderita Asam Urat
Selain memperhatikan konsumsi ceker ayam, penderita asam urat juga perlu tahu pantangan makanan lainnya. Misal, jeroan, daging merah, sarden, cumi, dan alkohol sebaiknya dibatasi karena mengandung purin tinggi.
Begitu pula dengan makanan manis berlebihan, karena kadar gula yang tinggi, dapat mengganggu metabolisme asam urat dalam tubuh.
Jadi, jika kamu ingin tetap menikmati makanan lezat, kuncinya adalah mengatur porsi dan memilih bahan yang rendah purin. Dengan begitu, kamu masih bisa makan enak tanpa mengorbankan kesehatan sendi.
Jadi, meskipun ceker ayam mengandung purin dalam kadar sedang, penderita asam urat masih boleh menyantapnya dengan batas aman tertentu dan cara pengolahan yang tepat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Betterhealthfacts.com