Selasa, 28 OKTOBER 2025 • 16:00 WIB

4 Tips dari Seorang Ahli Saraf untuk Membantu Para Wanita Mempersiapkan Otak Mereka Menuju Sehat dan Sukses

Author

Ilustrasi lansia tengah olahraga untuk menjaga kesehatan tubuh, termasuk otaknya. (Freepik)

INDOZONE.ID - Seiring bertambahnya usia, tentu saja Anda perlu menjaga kesehatan otak dengan sangat baik dan hati-hati. Seorang ahli saraf, Lisa Mosconi, Ph.D., penulis The Menopause Brain, menyatakan, “Sel-sel otak Anda bertahan seumur hidup. Jika Anda merusaknya secara sengaja dengan melakukan hal-hal yang berisiko menyakiti atau merusak otak Anda, maka Anda tidak memiliki pilihan kedua.”

Namun, Mosconi berulang kali melihat bahwa perubahan hormonal tertentu, seperti menopause, bisa sangat membebani otak wanita. Selain itu, perubahan ini membutuhkan waktu, terlepas dari apa yang diyakini masyarakat umum. Menurut Mosconi, transisi menopause dapat dimulai sejak usia 30-an dan berlangsung antara 2 hingga 14 tahun.

Baca juga: Perhatian! Cukup 5 Menit Aktivitas Fisik Setiap Hari, Bisa Menjaga Kesehatan Otak

Meskipun Anda tidak dapat mengontrol perubahan tersebut, Anda dapat mempersiapkan otak untuk menghadapi dampaknya. Di sini, Mosconi memberikan tips gaya hidup terbaik untuk membantu para wanita mengarahkan dan mempersiapkan otaknya menuju kesuksesan di usia berapa pun:

1. Olahraga

Hal terbaik pertama yang dapat Anda lakukan untuk otak adalah berolahraga. Mosconi menjelaskan, “Telah berulang kali dibuktikan bahwa berolahraga mampu menjaga kesehatan neuron Anda tidak hanya saat Anda masih muda, tetapi juga di semua fase dan lapisan masyarakat. Olahraga tidak hanya bagus untuk kesehatan fisik, tetapi juga sangat menyehatkan bagi organ tubuh dalam dan kesehatan mental Anda.”

Jenis latihan apa yang paling baik? Pada akhirnya, kata Mosconi, semuanya tergantung pada masalah kesehatan yang Anda miliki atau tujuan pribadi Anda.

Kardio tampaknya sangat bermanfaat untuk mengendalikan suhu tubuh dan mengurangi rasa panas serta keringat di malam hari, menurut pengamatannya. “Tampaknya ini bermanfaat untuk kabut otak (brain fog), kinerja kognitif, dan kesehatan otak secara keseluruhan.” Sebaliknya, latihan kekuatan terbukti mendukung aktivasi metabolisme sel, menjaga kesehatan tulang dan massa otot, serta meningkatkan suasana hati, menurut penelitiannya.

Mosconi juga mengatakan, “Beberapa wanita sebenarnya mengalami kemarahan dan mudah tersinggung selama menopause. Setidaknya bagi sebagian wanita, latihan kekuatan tampaknya membantu mereka melepaskan sebagian dari ketegangan yang mereka alami atau rasakan. Oleh sebab itu, latihan keseimbangan dan fleksibilitas seperti yoga, pilates, tai chi, dan lain-lain dapat membantu meningkatkan kualitas tidur dan mengurangi stres.”

Dalam kehidupan sehari-hari, Anda bisa mendedikasikan waktu untuk ketiganya, meskipun hal tersebut mungkin sulit dilakukan secara rutin. Oleh sebab itu, Mosconi menjelaskan secara mendasar bahwa, “Mengetahui jenis olahraga apa yang paling bermanfaat bagi Anda berdasarkan pemicu khusus dan tujuan yang ingin Anda capai.”

2. Nutrisi

Ilustrasi makanan kaya nutrisi (Freepik) (Freepik)

Organ paling kompleks dalam tubuh adalah otak. Otak membutuhkan nutrisi agar tetap mampu bekerja dengan baik. Menurut Mosconi, “Nutrisi bukan hanya nutrisi. Nutrisi mengandung zat-zat khusus yang dibutuhkan otak dan berhubungan langsung dengan susunan genetik Anda.”

Pola makan seimbang yang kaya akan protein, asam lemak omega-3, antioksidan, dan bahan pokok dengan kandungan antiinflamasi tinggi sangat penting bagi tubuh. Menurut Mosconi, “Nutrisi yang sama akan meresap ke dalam sel-sel otak Anda, ‘berkomunikasi’ dengan DNA Anda, dan memberi tahu apa yang harus dilakukan. Mereka secara signifikan dapat meningkatkan kesehatan dan membawa informasi pada tingkat epigenetik.”

Jadi, apa menu diet yang menyehatkan bagi otak? Mosconi menganjurkan pola makan Mediterranean Green Diet dengan mengonsumsi lebih banyak buah dan sayuran segar. “Itulah makanan yang sebenarnya ingin dikonsumsi dan diolah oleh usus Anda, karena pencernaan serta otak memiliki kaitan yang sangat erat,” jelasnya.

3. Makan dengan batasan waktu

Mosconi merupakan penggemar puasa sporadis. “Tapi kami menyebutnya dengan kata lain ‘tidur siang’ di kawasan Mediterania dan di banyak negara lainnya,” ucapnya.

Meskipun mengistirahatkan sistem pencernaan sangat penting, Anda tidak harus mengikuti jadwal makan yang terlalu ketat hingga menyiksa diri. Meski menolak istilah puasa intermiten, Mosconi menganjurkan untuk mengistirahatkan pencernaan setidaknya selama 12 jam dalam satu hari (24 jam).

“Otak Anda secara otomatis selalu memantau saluran pencernaan setiap kali Anda makan sesuatu. Tubuh terus aktif sepenuhnya, oleh karena itu, istirahat sangat penting bagi tubuh,” kata Mosconi.

4. Cara berpikir (Mindset)

Terakhir, Mosconi menunjukkan bahwa seiring berjalannya waktu, pola pikir tentang menopause dan penuaan mungkin berdampak pada kesehatan otak. Meskipun terdengar sepele, pernyataan ini didukung oleh ilmu pengetahuan.

Mosconi mencatat bahwa ada komunitas dan budaya di seluruh dunia di mana wanita tidak takut akan menopause, dan hal ini dikaitkan dengan gejala yang lebih sedikit. Misalnya, istilah “menopause” dalam bahasa Jepang adalah konenki, yang diterjemahkan sebagai “energi terbarukan.” Mosconi melanjutkan, “Ini menunjukkan perubahan dalam tahap kehidupan. Ini bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti.” Penelitian juga menunjukkan bahwa wanita Jepang memiliki lebih sedikit kesulitan dalam menjalani masa menopause.

Baca juga: Ternyata Otak Didominasi Lemak! Ini Alasannya Kenapa Nutrisi Penting Buat Kerja Otak

Artinya, cara Anda berpikir sama pentingnya dengan kesehatan fisik otak Anda. Sikap dan pola pikir positif terhadap penuaan atau menopause dikaitkan dengan peningkatan umur panjang.

Meskipun Mosconi telah menghabiskan waktu bertahun-tahun meneliti efek menopause pada otak wanita dan menemukan berbagai hubungan menarik, ia sangat merekomendasikan perubahan gaya hidup yang lebih baik dan sehat. Anda tidak boleh meremehkan kesehatan fisik.

“Saya benar-benar berpikir bahwa gaya hidup dapat memberikan banyak manfaat dan dampak pada kehidupan serta kesehatan Anda, tergantung pada keputusan serta pola pikir Anda. Dan keputusan juga mindset Anda pula lah yang akan membawa Anda menuju kesuksesan yang ingin dicapai,” ujar Mosconi sebagai kesimpulan terakhirnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU