INDOZONE.ID - Kadar asam urat tinggi atau hiperurisemia adalah, kondisi yang bisa menyerang siapa saja, tetapi secara statistik, pria lebih rentan mengalami asam urat dibanding perempuan.
Mengapa demikian? Berikut penjelasan medisnya.
Alasan Pria Lebih Rentan Asam Urat
1. Penjelasan Mengapa Pria Lebih Rentan Asam Urat
Secara medis, tubuh pria dan wanita memiliki sistem metabolisme yang berbeda, terutama dalam hal pengolahan purin, zat yang menjadi sumber pembentukan asam urat.
Penjelasan medis mengenai pria lebih rentan asam urat menunjukkan, mereka cenderung memiliki tingkat produksi purin lebih tinggi akibat kebiasaan makan daging merah, makanan laut, dan jeroan.
Selain itu, ginjal pria umumnya sedikit kurang efisien dalam membuang kelebihan asam urat dibanding perempuan. Akibatnya, kadar asam urat dalam darah pria lebih mudah meningkat dan menimbulkan gejala hiperurisemia.
Baca juga: 6 Olahraga untuk Penderita Asam Urat yang Aman Dilakukan
2. Perbedaan Asam Urat antara Pria dan Wanita
Salah satu perbedaan asam urat pria dan wanita yang paling mencolok adalah, pengaruh hormon. Hormon estrogen pada perempuan, memiliki peran protektif karena membantu mengeluarkan asam urat melalui ginjal.
Namun, pada pria, kadar hormon ini jauh lebih rendah, sehingga proses pembuangan asam urat menjadi tidak seefektif perempuan.
Setelah menopause, saat kadar estrogen perempuan menurun. Risiko mereka mengalami asam urat tinggi pun meningkat dan bisa mendekati kadar pada pria.
Inilah alasan hormon penyebab asam urat tinggi pada pria menjadi salah satu faktor penting yang menjelaskan perbedaan biologis antara kedua jenis kelamin tersebut.
Baca juga: 5 Makanan Penurun Kadar Asam Urat Secara Alami
3. Gaya Hidup dan Kebiasaan Sehari-hari
Kebiasaan hidup sehari-hari juga memperbesar faktor risiko asam urat pada pria. Konsumsi alkohol, terutama bir, merupakan salah satu penyebab paling umum karena bir mengandung purin dalam jumlah tinggi dan dapat mengganggu fungsi ginjal.
Selain itu, pria dengan berat badan berlebih, cenderung memiliki kadar asam urat yang tinggi. Lemak tubuh yang berlebihan meningkatkan produksi asam urat sekaligus menurunkan efisiensi pembuangan melalui urin.
Resistensi insulin yang sering terjadi pada pria obesitas juga dapat memperburuk kondisi ini, membuat kadar asam urat semakin sulit dikendalikan.
4. Pola Makan yang Meningkatkan Risiko
Pola makan tinggi purin dan fruktosa, menjadi penyebab klasik tingginya kadar asam urat pada pria. Daging merah, jeroan, serta makanan laut seperti udang dan cumi, termasuk sumber purin yang banyak dikonsumsi oleh pria.
Selain itu, minuman manis yang mengandung fruktosa tinggi juga memicu peningkatan produksi asam urat dalam tubuh. Fruktosa memicu pembentukan purin, yang pada akhirnya meningkatkan kadar asam urat di aliran darah.
Kombinasi dua faktor ini membuat pria lebih mudah mengalami lonjakan kadar asam urat, dibanding wanita yang umumnya lebih memperhatikan pola makan seimbang.
5. Kondisi Medis yang Memperparah Kadar Asam Urat
Beberapa penyakit kronis yang lebih umum dialami pria, seperti hipertensi, diabetes, dan sindrom metabolik, dapat mengganggu fungsi ginjal dalam menyaring limbah tubuh. Akibatnya, asam urat menumpuk dan kadar dalam darah meningkat.
Selain itu, pria juga lebih berisiko mengalami penyakit ginjal kronis, yang memperburuk kemampuan tubuh mengontrol kadar asam urat.
Kombinasi kondisi medis ini menjadikan pria lebih mudah mengalami komplikasi seperti gout, peradangan sendi, dan batu ginjal.
6. Faktor Genetik yang Menentukan
Selain faktor gaya hidup, peran genetika juga tidak bisa diabaikan. Bila dalam keluarga terdapat riwayat asam urat tinggi, terutama pada pihak laki-laki, risiko keturunan untuk mengalami kondisi serupa juga meningkat.
Beberapa gen memengaruhi bagaimana tubuh memproses purin atau mengeluarkan asam urat. Karena itu, pria yang memiliki faktor risiko asam urat, perlu lebih waspada.
Rutinkan memeriksa kadar asam urat agar dapat mendeteksi masalah sejak dini.
Tingginya kadar asam urat pada pria bukan sekadar kebetulan, melainkan akibat interaksi antara perbedaan asam urat pria dan wanita, pengaruh hormon, kebiasaan makan, serta gaya hidup.
Penjelasan medis bahwa pria lebih rentan asam urat ini menegaskan, pentingnya kesadaran akan pola hidup sehat, menjaga berat badan ideal, membatasi konsumsi alkohol, serta menghindari makanan tinggi purin.
Dengan menerapkan kebiasaan sehat dan melakukan pemeriksaan rutin, pria dapat mengontrol kadar asam urat dengan lebih baik dan mencegah komplikasi seperti gout serta batu ginjal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Betterhealthfacts.com