Selasa, 18 NOVEMBER 2025 • 12:35 WIB

Otak Berasa Lemot? Ternyata Ini Kebiasaan Kecil yang Jadi Penyebabnya!

Author

Penyebab otak terasa lemot.

INDOZONE.ID - Pernah nggak ngerasa otak rasanya berat banget buat mikir, susah fokus, atau gampang lupa-lupa? 

Kalau iya, itu belum tentu cuma “lagi ngantuk” aja. Seringkali, kebiasaan kecil sehari-hari tanpa kita sadari bisa bikin performa otak turun, alias yang biasa disebut brain fog.

Yuk, kita kenali beberapa penyebabnya dan cara-cara simpel buat ngurangin atau mengatasinya biar otak kembali jernih.

1. Kurang Minum Bisa Bikin Otak Kena Dehidrasi

Air itu nggak cuma penting buat tubuh, tapi otak kita juga butuh banget. 

Baca juga: Fun Run Bukan Cuma Tren! Ini Manfaat Rahasia Buat Tulang Gen Z Biar Nggak Cepat Rapuh

Bahkan dehidrasi ringan, cuma hilangnya 1–2% cairan tubuh bisa bikin fungsi kognitif menurun, misalnya memori, reaksi, dan konsentrasi.

Studi juga nunjukin kalau otak yang kekurangan cairan jadi harus “bekerja lebih keras” buat ngerjain tugas-tugas mental. 

Jadi kalau kamu sering lupa minum air, wajar aja kalau otak terasa lemot.

Tips buat kamu, bawa botol minum kemana-mana, dan coba tantang diri sendiri buat minum segelas air tiap jam. Otak kamu bakal berterima kasih!

2. Makan Gula Terlalu Banyak Bisa Memicu Peradangan Otak

Memang enak, tapi kebanyakan gula tambahan, kayak soda, donat, atau camilan manis modern, bisa bikin otak “stress”. 

Baca juga: Kenapa Banyak Pria Minat Transplantasi Rambut? Waspadai Teknik yang Palsu!

Penelitian nunjukin kalau konsumsi gula berlebih bisa memicu peradangan di otak dan menurunkan fungsi kognitif.

Gula juga bisa ganggu plasticity saraf, yaitu kemampuan otak buat beradaptasi dan bikin koneksi baru. 

Jadi, kalau kamu sering merasa otak lemot, kebiasaan “maniak gula” bisa jadi salah satu penyebabnya.

Tipsnya coba kurangi minuman manis, dan ganti camilan dengan buah, kacang-kacangan, atau snack sehat lainnya. Otakmu bakal lebih “ringan” buat berpikir.

3. Multitasking Parah Bisa Menjadi Beban Kognitif

Kebiasaan ngerjain banyak hal sekaligus memang keliatan produktif, tapi otak sebenarnya nggak dirancang buat multitasking terus-menerus. 

Baca juga: Cuaca Labil, Tubuh Jangan Ikut Drop! Ini Manfaat Perpaduan Honey Orange Buat Imunitas

Saat kita lompat dari satu tugas ke tugas lain, beban kognitif meningkat drastis.

Studi juga nunjukin kalau multitasking bisa bikin performa turun karena adanya switching cost, yaitu otak harus terus mengalokasikan ulang fokus setiap kali ganti tugas. 

Akibatnya fokus berantakan, gampang salah, dan otak capek tanpa terasa.

Tipsnya, coba praktikkan monotasking dengan fokus ke satu tugas dulu. 

Bisa juga pakai teknik Pomodoro supaya kerja lebih efisien dan otak nggak overheat.

Baca juga: 7 Buah Pereda Nyeri Haid yang Bisa Kamu Coba Saat PMS

4. Tidur Kurang Bisa Bikin Otak Gagal Reset

Salah satu penyebab klasik brain fog adalah kurang tidur. 

Saat tidur, otak nggak cuma “istirahat”, tapi aktif memperbaiki diri sendiri, membersihkan racun seperti beta-amyloid, dan menyimpan ingatan. Kalau tidur terganggu atau kurang, semua proses ini jadi nggak optimal.

Penelitian neurolog juga menyebutkan kalau stres kronis ditambah kurang tidur bisa merusak bagian otak yang penting untuk memori dan kontrol impuls. 

Jadi kebiasaan begadang atau tidur tidak teratur bisa bikin otak terasa “macet”.

Tipsnya, tetapkan jam tidur rutin, hindari layar gadget setidaknya satu jam sebelum tidur, dan ciptakan suasana kamar yang nyaman supaya tidur lebih nyenyak.

Baca juga: Shock! 60% Warga Jakarta Berisiko Osteoporosis Termasuk Gen Z

5. Stres dan Kurang Aktivitas Sosial Bisa Bikin Otak Makin Lemah

Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. 

Stres kronis bikin hormon kortisol terus tinggi, dan ini bisa merusak jaringan otak, terutama di area yang berperan dalam memori dan emosi.

Selain itu, kalau sering menyendiri atau jarang bersosialisasi, otak jadi kurang terstimulasi, yang bisa meningkatkan risiko penurunan kognitif. 

Jadi, kalau kamu terlalu sering “me time” sendiri, coba perhatikan apakah itu berdampak ke kesehatan otakmu.

Tipsnya, luangin waktu buat ngobrol sama teman, nongkrong walau cuma virtual, atau ikut komunitas kecil supaya otak tetap aktif dan sehat secara mental.

Baca juga: 7 Minuman Pereda Nyeri Haid yang Wajib Kamu Coba

Jadi, kalau akhir-akhir ini otak terasa lemot, itu belum tentu cuma karena “lagi capek”. 

Seringkali kebiasaan kecil sehari-hari yang terlihat sepele, seperti kurang minum, makan gula berlebihan, multitasking terus-menerus, kurang tidur, atau stres, justru bisa jadi musuh diam-diam otakmu.

Tapi tenang, ada kabar baiknya. Dengan mulai merubah sedikit kebiasaan sehari-hari, minum cukup air, makan lebih sehat, tidur cukup, dan fokus ke satu tugas, kamu bisa bantu otak kembali jernih, fokus, dan produktif. 

Kadang perubahan kecil aja udah cukup bikin perbedaan besar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU