INDOZONE.ID - Longevity atau umur panjang jadi kata yang sering muncul di media sosial. Banyak “ramuan ajaib” yang dipromosikan influencer, tapi tidak semuanya punya dasar ilmiah.
Meski begitu, ada rekomendasi gaya hidup sehat yang memang didukung dokter dan peneliti. Salah satunya yakni merapikan rutinitas vitamin harian, yang bisa memengaruhi lifespan dan healthspan hidup kamu.
Sebuah artikel terbaru dari The New York Times mewawancarai para dokter dan meninjau berbagai studi. Kesimpulannya, ada tiga vitamin umum yang disebut sebagai “paket lengkap” untuk umur panjang, terutama karena banyak orang dewasa yang mengalami defisiensi seiring bertambahnya usia.
Baca juga: Hati-Hati! Ini Bahaya Pakai Earphone Terus-Menerus yang Jarang Disadari
3 Vitamin yang dikenal bagus untuk lifespan dan healthspan
1. Vitamin B12
Menurut ahli gizi Samantha Turner, MPH, RDN, kekurangan vitamin B12 cukup sering terjadi, terutama pada lansia, vegetarian, dan vegan. Sumber makanan tinggi B12 antara lain: salmon, tuna kaleng, tiram/kerang, daging giling, hati sapi, susu, yogurt, sereal fortifikasi, dan nutritional yeast.
B12 berperan penting untuk:
- kesehatan saraf & otak
- metabolisme energi
- pembentukan DNA
- produksi sel darah merah
Kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan:
- cepat lelah
- gangguan saraf
- kesemutan atau mati rasa
- anemia
- penurunan kesuburan
- meningkatnya risiko stroke & demensia
Dari studi tahun 2025 di Annals of Neurology menunjukkan kadar B12 rendah juga berkaitan dengan penurunan kecepatan berpikir, reaksi lebih lambat, dan peningkatan lesi white matter yang berhubungan dengan risiko stroke dan demensia.
Ahli gizi Michelle Saari, MS, RD, menambahkan bahwa B12 membantu mencegah penyusutan otak dan memperbaiki fungsi saraf melalui perannya dalam menjaga myelin sheath, pelindung saraf.
Baca juga: 5 Cara Mudah Bikin Hewan Peliharaan Selalu Sehat dan Terhindar dari Penyakit
2. Vitamin D
Meski tinggal di negara tropis dengan sinat mataharinya yang melimpah banyak orang yang jarang terpapar matahari langsung, lebih sering berada di dalam ruangan, memakai pakaian tertutup, dan seringnya menggunakan tabir surya yang menghambat produksi vitamin D.
Vitamin D mendukung:
- imunitas
- kesehatan tulang
- tekanan darah
- kestabilan mood
Karena tubuh menyerap vitamin D dari matahari, orang lebih rentan kekurangan saat musim dingin. Gejalanya termasuk cepat lelah, otot lemah, atau mood buruk.
Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan:
- tulang rapuh
- nyeri otot & sendi
- kerontokan rambut
- kesemutan
- gangguan pencernaan seperti IBD
- risiko lebih tinggi penyakit jantung & penyakit kronis lain
Baca juga: 6 Model Rambut Anak Perempuan yang Lucu, Rapi, dan Mudah Dirawat
Sebuah studi tahun 2024 (Engineering) menemukan suplemen vitamin D dapat menurunkan:
- tekanan darah
- kolesterol
- gula darah dan insulin
Hasilnya: risiko stroke, serangan jantung, dan penyakit jantung jadi lebih rendah, terutama pada usia >50 dan mereka yang sebelumnya defisiensi.
Studi lain di American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan vitamin D membantu melindungi sel dari penuaan biologis, serta menurunkan risiko penyakit seperti fibrosis paru/hati, anemia aplastik, tumor, dan beberapa jenis kanker.
3. Omega-3
Omega-3 juga berperan penting dalam memperpanjang lifespan karena membantu kesehatan jantung, mengurangi peradangan kronis, serta mendukung fungsi otak seiring bertambahnya usia.
Karena tubuh tidak bisa memproduksi omega-3 dengan sendirinya, maka asupan omega-3 sangat penting sebagai salah satu faktor nutrisi yang paling berpengaruh terhadap umur panjang dan kualitas hidup jangka panjang.
Omega-3 (EPA & DHA) yang banyak terdapat pada minyak ikan memiliki sifat anti-inflamasi yang kuat. Dr. Tunç Tiryaki menyebutnya penting untuk kesehatan:
- jantung
- otak
- persendian
Manfaat utamanya:
- menurunkan tekanan darah
- mengurangi trigliserida
- memperbaiki fungsi pembuluh darah
- memperlambat penurunan kognitif
Sebuah studi di Nature Aging menemukan bahwa mengonsumsi omega-3 dapat memperlambat penuaan biologis sekitar 3–4 bulan dalam periode 3 tahun. Hasilnya lebih baik bila dikombinasikan dengan vitamin D dan olahraga teratur.
Makanan tinggi omega-3: salmon, sarden, flaxseed, chia, dan walnut. Penelitian juga menunjukkan konsumsi omega-3 dapat menurunkan risiko beberapa kanker dan membantu menjaga fungsi otak.
Ahli nutrisi Sarah Otto menambahkan bahwa lebih dari separuh komposisi otak adalah lemak, dan sekitar 35% adalah omega-3, sehingga nutrisi ini sangat penting untuk kesehatan otak jangka panjang
Baca juga: Tips Diet ala Tasya Farasya: Simple, Terarah, dan Cocok untuk Pemula
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Bestlifeonline.com