INDOZONE.ID - Kamu suka memakai softlens? sering merasakan perih saat menggunakannya, bahkan merah saat selesai melepaskannya? Hati-hati, benda yang menyerupai bola mata ini, bisa merusak mata kamu lho.
Soft lens atau lensa kontak merupakan lensa tipis untuk membantu bagian mata yang mengalami gangguan penglihatan, rabun jauh, rabun dekat, dan atau silinder.
Soft lens seringkali dipilih sebagai alat bantu yang lebih praktis daripada kacamata. Meskipun begitu, sebagian orang masih salah menggunakan softlens, sehingga lensa kontak ini tidak bermanfaat malah jadi masalah pada mata. Salah satu masalah yang sering terjadi adalah mata mengalami kemerahan yang cukup lama.
Nah, agar kamu tidak mengalami hal ini, yuk kenali 5 penyebab dan cara mengatasi mata merah setelah pemakaian soft lens.
Kondisi Mata Terlalu Kering
Saat mata terlalu kering, kamu biasanya akan merasakan gatal, seperti ada pasir di mata, penglihatan sedikit buram, dan mata cepat lelah.
Kondisi ini terjadi karena mata tidak memproduksi cukup air untuk menjaga kelembapannya. Selain itu, mata kering juga bisa muncul akibat penggunaan soft lens yang kurang tepat, sehingga area sekitar mata tampak makin merah.
Untuk mengatasinya, pastikan kamu menggunakan tetes mata khusus sebelum dan sesudah memakai soft lens. Pilih tetes mata dengan kandungan HA hydraulic system. Hindari juga lingkungan yang berdebu atau penuh asap.
Jika setelah memakai soft lens matamu justru semakin merah, sebaiknya hentikan penggunaannya selama 2–3 hari.
Namun, jika keluhan makin parah atau disertai nyeri, segera konsultasikan ke dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat.
Soft Lens Terkena Debu
Jika soft lens atau lensa kontak yang digunakan terlalu membuat mata kamu merah, bisa jadi soft lens kamu kotor atau terkena debu.
Penyimpanan lensa kontak yang tidak tepat dapat membuat debu menempel ke lensa kontak, sehingga mata kamu bisa iritasi atau kemerahan.
Cara mengatasi hal ini adalah setelah pemakaian soft lens harus dibersihkan secara berkala agar menghilangkan penumpukan debu yang ada di soft lens tersebut.
Kemudian soft lens tersebut bisa disimpan di cairan pembersih baru yang sudah kamu isi ulang. Jika setelah memakai soft lens mata kamu memerah, teteskan artificial tears (air mata buatan) ke dalam mata yang mengalami keluhan.
Baca juga: Kenali Strabismus, Kondisi Mata Juling yang Bisa Sebabkan ‘Mata Malas’ Permanen
Menggunakan Soft Lens Terlalu Lama
Menggunakan soft lens terlalu lama juga menjadi penyebab mata kamu mengalami kemerahan setelah memakainya .
Hal tersebut dapat membuat kamu mengalami ulkus kornea. Ulkus kornea merupakan gangguan yang terjadi ketika terdapat luka pada kornea.
Luka pada kornea tersebut, bisa dirasakan ketika kamu mengalami rasa nyeri dan terasa ada butiran debu di sekitar mata kamu.
Agar hal ini tidak terjadi di kamu, pakailah soft lens maksimal 14 jam. Jika mata kamu sudah terlanjur memerah karena hal ini, hindari mengucek mata dan gantilah lensa mata tersebut sebelum expired.
Jika hal tersebut diikuti rasa nyeri dan bengkak segera hubungi dokter yang profesional.
Ukuran Soft Lens Tidak Sesuai
Penyebab mata merah setelah memakai soft lens lainnya adalah ukuran lensa kontak yang tidak sesuai. Lensa kontak yang terlalu besar atau terlalu kecil dapat membuat area sekitar bola mata iritasi.
Karena itu, sebelum memakai soft lens, sebaiknya kamu berkonsultasi dulu dengan dokter mata untuk menentukan ukuran yang paling aman dan nyaman.
Jika matamu sudah terlanjur merah, langkah pertama yang bisa kamu lakukan adalah mengompres mata dengan air dingin untuk meredakan iritasi.
Baca juga: Mengapa Mata Cepat Lelah Setelah Penggunaan Gadget! Begini Penjelasannya
Alergi Cairan Soft Lens
Selain ukuran lensa, alergi terhadap cairan soft lens juga bisa menyebabkan mata merah. Untuk mengatasinya, periksa kembali kandungan dalam cairan softlens yang kamu gunakan.
Pilih cairan dengan multipurpose solution, karena formulasi ini biasanya lebih aman dan lembut untuk mata sensitif.
Itulah penyebab dan cara mengatasi mata merah setelah pemakaian soft lens. Memakai lensa tersebut harus sangat hati-hati, karena ini menyangkut hal penting dalam pancaindra kita.
Jika keadaan semakin buruk, sebaiknya konsultasi oleh dokter yang lebih profesional ya!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Rsisurabaya, Hellosehat