INDOZONE.ID - Nyeri pada lutut tidak selalu berakhir dengan tindakan operasi. Beberapa kondisi masih dapat dikendalikan melalui obat, fisioterapi, serta perubahan gaya hidup.
Namun, kerusakan lutut berat sering berkembang perlahan tanpa disadari.
Ketika terapi konservatif tidak lagi efektif karena sendi mengalami gangguan struktural yang parah, operasi penggantian sendi menjadi pilihan medis.
Baca juga: Urat Lutut Putus Karena Olahraga Kini Bisa Ditangani Lebih Aman dengan Ligamen Buatan
5 Penyebab Utama Lutut Rusak
Oleh karena itu, pengenalan 5 penyebab utama kerusakan lutut sejak awal sangat penting untuk pencegahan. Berikut adalah 5 penyebab utama kerusakan lutut:
1. Osteoartritis: Penipisan Tulang Rawan Pemicu Kerusakan Lutut Paling Umum
Osteoartritis terjadi ketika tulang rawan sendi menipis secara progresif. Ini adalah penyebab paling umum dari kerusakan lutut. Gesekan langsung antartulang memicu nyeri lutut berkepanjangan.
Fungsi lutut menurun sehingga aktivitas harian menjadi terbatas. Selain itu, deformitas tulang dapat muncul pada stadium lanjut. Faktor penuaan, genetik, dan riwayat cedera turut mempercepat proses kerusakan lutut ini.
2. Rheumatoid Arthritis: Peradangan Kronis yang Merusak Lapisan Lutut
Rheumatoid arthritis merupakan penyakit autoimun yang menyerang lapisan sendi (lutut). Peradangan menetap menyebabkan kerusakan tulang rawan dan perubahan bentuk tulang.
Kondisi ini sering menyerang kedua lutut secara bersamaan. Selain itu, penyakit peradangan lain juga berisiko merusak sendi, memperburuk kondisi lutut dari waktu ke waktu.
3. Artritis Pascatrauma Akibat Cedera Berat pada Lutut
Cedera lutut di masa lalu dapat menimbulkan kerusakan sendi jangka panjang. Robekan ligamen atau fraktur mengubah stabilitas lutut secara permanen.
Artritis pascatrauma dapat muncul bertahun-tahun setelah cedera awal, bahkan setelah cedera sembuh.
Akibatnya, ruang gerak menurun dan nyeri muncul saat beraktivitas. Kondisi ini sering dialami mantan atlet usia produktif, di mana kerusakan lutut berkembang perlahan setelah trauma berat.
Baca juga: Tak Perlu ke Luar Negeri, Eka Hospital Sukses Lakukan 100 Operasi Penggantian Lutut Pakai Robotik
4. Tekanan Berulang dan Aktivitas Berat Mempercepat Degenerasi Lutut
Aktivitas yang memberi tekanan berulang dapat merusak tulang rawan lutut. Berjongkok, mengangkat beban berat, dan olahraga intens secara terus menerus meningkatkan risiko kerusakan lutut.
Meski tanpa cedera besar, tekanan jangka panjang memicu peradangan kronis. Kerusakan lutut pun berkembang secara bertahap dan progresif, mempercepat proses degenerasi sendi.
5. Obesitas: Beban Berat Pemicu Keausan dan Kerusakan Lutut
Berat badan berlebih meningkatkan tekanan berlipat ganda pada sendi lutut. Kondisi ini mempercepat keausan tulang rawan dan memicu artritis, yang merupakan bentuk kerusakan lutut.
Studi tahun 2023 menunjukkan hubungan kuat antara obesitas dengan risiko operasi penggantian lutut.
Kabar baiknya, penurunan berat badan yang signifikan dapat memperlambat progres kerusakan lutut dan mengurangi nyeri.
Baca juga: Dari Pijat Kretek ke Robotik: Evolusi Penanganan Cedera Lutut dalam 10 Tahun Terakhir
Kapan Kerusakan Lutut Perlu Ditangani dengan Operasi?
Kerusakan lutut berat sering berkembang perlahan tanpa disadari.
Ketika terapi konservatif (obat, fisioterapi, dan perubahan gaya hidup) tidak lagi efektif meredakan nyeri dan fungsi lutut semakin menurun drastis, operasi penggantian sendi mungkin menjadi pilihan medis yang tidak terhindarkan.
Jaga lututmu sejak dini dengan mengenali dan mengelola faktor-faktor risiko di atas, demi kesehatan jangka panjang sendi Anda.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Siloamhospitals.com