INDOZONE.ID - Pernah lihat kejadian kesurupan secara langsung? Biasanya suasananya mendadak berubah tegang.
Ada yang teriak, nangis, tubuhnya kejang, bahkan ngomong hal-hal yang bikin merinding.
Di banyak tempat, kejadian seperti ini langsung dicap sebagai kerasukan makhluk halus. Panik, takut, dan ujung-ujungnya dibawa ke ritual pengusiran.
Padahal, kalau dilihat dari sudut pandang ilmiah, kesurupan atau possession nggak selalu ada hubungannya sama hal mistis.
Lewat penjelasan dari kanal YouTube @Kok Bisa?, fenomena ini ternyata bisa dijelaskan secara medis dan psikologis.
Nah yang paling penting, pemahaman ini bisa bikin kita lebih bijak dalam menyikapi orang yang mengalaminya.
Baca juga: Mengenal Sleep Paralysis atau Ketindihan, Ini Penjelasan Secara Medis!
Kesurupan Menurut Dunia Medis
Di dunia medis, kesurupan nggak langsung dikaitkan dengan roh atau makhluk gaib. Para ahli menyebut kondisi ini sebagai gangguan disosiatif.
Sederhananya, ini adalah kondisi ketika pikiran, kesadaran, identitas, dan memori seseorang seperti “nggak nyambung” satu sama lain.
Saat disosiasi terjadi, seseorang bisa bertingkah di luar kendali. Dari luar kelihatannya kayak orang kerasukan, padahal sebenarnya otaknya lagi kewalahan menghadapi tekanan mental yang berat.
Jadi bukan karena ada “sesuatu” yang masuk ke tubuhnya, tapi karena kondisi kejiwaan yang lagi drop.
Kenapa Perilakunya Bisa Beda-beda?
Menariknya, kesurupan nggak selalu tampil dengan cara yang sama. Ada beberapa bentuk perilaku yang sering muncul dan sering bikin orang salah paham.
Ada tipe yang kelihatan ekstrem. Orangnya bisa berteriak, meronta, tertawa atau menangis tanpa alasan jelas, bahkan terlihat seperti orang lain.
Mereka bisa mengalami halusinasi, lupa siapa dirinya, dan setelah sadar, sering nggak ingat apa-apa soal kejadian tadi.
Ada juga tipe yang lebih “kalem” tapi tetap serius. Orangnya masih sadar siapa dirinya, tapi nggak responsif dengan lingkungan sekitar.
Sulit bicara, tubuh terasa berat, atau cuma bisa diam. Dari luar mungkin dikira melamun, padahal sebenarnya sedang mengalami gangguan kesadaran.
Dua-duanya sering disebut kesurupan, padahal akar masalahnya sama, yaitu gangguan psikologis.
Apa yang Bikin Seseorang Bisa Kesurupan?
Kesurupan nggak muncul begitu saja. Ada banyak faktor yang bisa jadi pemicunya. Faktor genetik bisa berpengaruh, apalagi kalau ada riwayat gangguan mental dalam keluarga.
Lingkungan juga punya peran besar, termasuk tekanan sosial, masalah ekonomi, atau situasi hidup yang berat.
Salah satu pemicu paling kuat adalah trauma masa lalu. Trauma yang dipendam lama bisa muncul kembali saat seseorang berada di kondisi stres tinggi.
Di titik tertentu, otak seperti “menarik rem darurat” dengan cara memutus sebagian kesadaran sebagai bentuk perlindungan diri.
Makanya, kesurupan sering muncul di momen-momen penuh tekanan.
Kenapa Kesurupan Sering Kejadian di Sekolah?
Kalau diperhatikan, kasus kesurupan sering banget terjadi di sekolah, terutama menjelang ujian. Ini bukan kebetulan.
Murid kelas akhir biasanya lagi berada di fase paling tertekan seperti takut nggak lulus, takut dimarahi orang tua, takut masa depannya berantakan.
Saat satu siswa nggak kuat menahan tekanan dan mengalami gangguan disosiatif, suasana kelas bisa langsung berubah.
Teman-teman lain yang melihat ikut panik, tegang, dan stresnya makin naik. Dari situ, reaksi berantai bisa terjadi.
Fenomena ini dikenal sebagai histeria massal. Bukan karena ada makhluk gaib yang datang rame-rame, tapi karena kondisi mental banyak orang lagi rapuh di waktu yang sama.
Baca juga: Sering Tersentak Kaget Saat Tidur? Itulah Hypnic Jerk, Yuk Kenali Penyebab dan Solusi Mengatasinya!
Efek Domino Dalam Kesurupan Massal
Kesurupan massal itu mirip efek domino. Satu orang jatuh, yang lain ikut terguncang. Ketakutan menyebar cepat, apalagi di tempat tertutup dan penuh tekanan.
Detak jantung meningkat, napas nggak teratur, pikiran jadi kacau, dan tubuh bereaksi tanpa disadari.
Makanya, kesurupan massal sering terjadi di sekolah, pabrik, asrama, atau tempat kerja dengan tekanan tinggi. Semua bukan soal mistis, tapi soal psikologis.
Bahaya Kalau Salah Menangani
Masalahnya, karena kesurupan sering dianggap mistis, banyak orang langsung mengambil langkah yang salah.
Ada yang disiram air, ditekan tubuhnya, dibacakan ritual, bahkan diperlakukan kasar demi “mengusir setan”.
Padahal, cara-cara seperti ini justru berbahaya. Orang yang sebenarnya sedang sakit secara mental malah bisa mengalami luka fisik, trauma baru, atau kondisi psikologis yang makin parah. Beberapa kasus ekstrem bahkan berujung tragis.
Salah kaprah dalam memahami kesurupan bisa bikin korban kehilangan kesempatan untuk mendapatkan bantuan yang benar.
Pendekatan yang Lebih Aman dan Masuk Akal
Kalau kesurupan dipahami sebagai gangguan kejiwaan, maka penanganannya juga harus lebih manusiawi.
Bukan dengan panik atau menghakimi, tapi dengan menenangkan kondisi dan mencari bantuan profesional.
Psikolog dan psikiater punya peran penting untuk membantu orang yang mengalami gangguan ini.
Lewat terapi dan pendampingan, sumber stres dan trauma bisa ditangani dengan lebih aman. Dengan begitu, kejadian serupa juga bisa dicegah di masa depan.
Pendekatan ini bukan cuma soal penyembuhan, tapi juga soal menghargai kondisi mental seseorang.
Belajar Lebih Peka dan Empati
Orang yang kesurupan sering dianggap aneh, lemah, atau bahkan memalukan. Padahal, mereka sebenarnya sedang berada di titik paling rapuh dalam hidupnya. Mereka bukan cari perhatian, bukan pura-pura, dan bukan kurang iman.
Dengan memahami penjelasan ilmiah, kita bisa belajar untuk lebih empati. Saat melihat kejadian kesurupan, langkah pertama seharusnya bukan panik atau mengaitkan ke hal mistis, tapi memastikan orang tersebut aman dan mendapatkan bantuan yang tepat.
Baca juga: Ini Cara Konsisten Selama 7 Hari Tanpa Mental Capek, Cobain Deh!
Kesurupan memang sudah lama hidup dalam cerita dan kepercayaan masyarakat. Tapi sains membantu kita melihat sisi lain yang lebih masuk akal dan manusiawi.
Fenomena ini bukan sekadar cerita horor, tapi tanda bahwa kesehatan mental seseorang sedang bermasalah.
Penjelasan dari YouTube @Kok Bisa? mengingatkan kita bahwa salah paham soal kesurupan bisa berakibat fatal. Sebaliknya, pemahaman yang benar justru bisa menyelamatkan banyak orang.
Di tengah hidup yang makin penuh tekanan, penting buat kita lebih peduli pada kesehatan mental. Kesurupan bukan untuk ditakuti, tapi dipahami.
Karena di balik kejadian yang bikin heboh, ada manusia yang sebenarnya sedang butuh pertolongan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube