INDOZONE.ID - Tidur bukan hanya sekadar beristirahat setelah seharian beraktivitas. Tubuh dan otak tetap bekerja selama tidur untuk memulihkan energi, memperkuat sistem kekebalan, dan mengatur memori serta emosi.
Tapi tahukah kamu kalau tidur itu tidak cuma satu macam? Ada dua fase utama yang harus kamu tahu: NREM (Non‑Rapid Eye Movement) dan REM (Rapid Eye Movement).
Memahami perbedaan tidur REM dan NREM penting agar kamu bisa menjaga kualitas tidur dan kesehatan tubuh secara optimal.
Artikel ini akan menjelaskan apa itu NREM dan REM dan manfaat masing-masing.
Apa itu Tidur?
Tidur adalah proses biologis alami yang sangat penting bagi tubuh dan otak. Saat tidur, tubuh memasuki keadaan istirahat aktif di mana berbagai proses pemulihan terjadi.
Termasuk, perbaikan sel yang rusak, penguatan sistem kekebalan, dan pengaturan hormon.
Otak juga tetap bekerja dengan memproses informasi yang diperoleh sepanjang hari, menyimpan memori jangka panjang, dan mengelola emosi agar suasana hati tetap stabil.
Tidur yang cukup dan berkualitas tidak hanya membuat tubuh terasa segar, tetapi juga mendukung kemampuan berpikir, konsentrasi, kreativitas, dan kesehatan secara keseluruhan.
Sebaliknya, kurang tidur dapat menyebabkan kelelahan, gangguan fokus, stres, serta meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis.
Dengan demikian, tidur merupakan fondasi penting bagi tubuh dan pikiran agar tetap sehat dan berfungsi optimal setiap hari.
Baca juga: Takut Tidur dan Selalu Kepikiran Mati? Hati-hati Kamu Kena Somniphobia
Kenapa Orang Harus Tidur?
Tidur bukan hanya sekadar menutup mata atau beristirahat. Saat tidur, tubuh dan otak melakukan banyak pekerjaan penting supaya kita tetap sehat, kuat, dan bisa berpikir dengan baik.
Kalau kurang tidur, tubuh dan pikiran bisa cepat lelah, mood jadi jelek, dan daya konsentrasi menurun.
Berikut alasan kenapa tidur itu sangat penting:
1. Tubuh Bisa Pulih dan Istirahat
Saat tidur, tubuh memperbaiki sel yang rusak, otot rileks, dan energi yang habis seharian dipulihkan. Tidur cukup membuat kita bangun dengan tubuh segar dan siap beraktivitas.
2. Otak Bisa Berfungsi Optimal
Tidur membantu otak memproses informasi, menyimpan memori, dan meningkatkan konsentrasi. Kurang tidur membuat kita sulit fokus, cepat lupa, dan lebih lambat berpikir.
3. Menjaga Mood dan Emosi
Tidur REM membantu otak mengatur suasana hati. Tidur cukup membuat kita lebih tenang, bahagia, dan tidak mudah stres atau marah.
4. Menguatkan Sistem Kekebalan Tubuh
Saat tidur, tubuh memproduksi zat yang melawan infeksi. Dengan tidur cukup, tubuh lebih kuat menghadapi penyakit seperti flu, pilek, atau infeksi ringan lainnya.
Berapa Banyak Tidur yang Dibutuhkan?
Kebutuhan tidur setiap orang berbeda-beda. Pola tidur dan jumlah jam yang diperlukan untuk merasa segar bisa sangat bervariasi, bahkan dapat berubah seiring bertambahnya usia.
Secara umum, berikut adalah panduan jumlah tidur yang dianjurkan berdasarkan usia:
| Usia | Jumlah Tidur yang Disarankan |
| Bayi baru lahir (0–3 bulan) | 14–17 jam per hari. |
| Bayi (4–12 bulan) | 12–16 jam per hari, termasuk tidur siang. |
| Balita (1–5 tahun) | 10–14 jam per hari, termasuk tidur siang. |
| Anak usia sekolah (6–12 tahun) | 9–12 jam per hari. |
| Remaja (13–18 tahun) | 8–10 jam per hari. |
| Dewasa (18 tahun ke atas) | 7–9 jam per hari. |
Perlu diingat, angka-angka ini tidak berlaku untuk semua orang. Beberapa orang mungkin memerlukan tidur lebih banyak, sementara yang lain bisa merasa cukup dengan tidur lebih sedikit. Bahkan, kebutuhan tidur bisa dipengaruhi oleh faktor genetik.
Selain itu, kondisi kesehatan dan situasi pribadi juga memengaruhi kebutuhan tidur. Misalnya, saat sakit, dalam masa pemulihan, atau selama kehamilan, tubuh mungkin membutuhkan tidur lebih banyak dari biasanya.
Apa itu tidur REM?
Tidur dengan gerakan mata cepat (REM) adalah, tahap tidur di mana sebagian besar mimpi terjadi. Namanya berasal dari cara mata kamu bergerak di balik kelopak mata saat kamu bermimpi.
Selama tidur REM, aktivitas otak kamu terlihat sangat mirip dengan aktivitas otak saat kamu terjaga.
Tidur REM mencakup sekitar 25 persen dari total waktu tidur kamu. Siklus REM pertama dalam periode tidur biasanya yang terpendek, sekitar 10 menit.
Setiap siklus berikutnya lebih panjang dari yang sebelumnya, hingga satu jam.
Ciri khasnya adalah:
- Gerakan mata cepat di bawah kelopak mata.
- Otak sangat aktif, hampir sama seperti saat terjaga.
- Tubuh mengalami relaksasi otot total.
Baca juga: 4 Fase Tidur yang Menentukan Kualitas Istirahatmu, Apa Saja?
Apa Itu Tidur NREM?
Tidur NREM (Non-Rapid Eye Movement) adalah fase tidur yang menyumbang sebagian besar waktu tidur, sekitar 75–80 persen dari total tidur malam.
Fase ini penting untuk pemulihan fisik tubuh, perbaikan sel, dan penguatan sistem kekebalan. NREM disebut juga sebagai “tidur nyenyak”, karena pada fase ini tubuh benar-benar beristirahat dan energi tersimpan kembali.
Tidur NREM terdiri dari tiga tahap utama, dari tidur paling ringan hingga tidur terdalam:
1. Tidur NREM Tahap 1
Tahap 1 adalah transisi antara terjaga dan tidur. Pada tahap ini, tubuh mulai rileks, otot melemah, dan aktivitas otak mulai melambat.
Tahap tersebut berfungsi sebagai jembatan untuk mempersiapkan tubuh masuk ke tidur yang lebih dalam, dan menandai awal proses pemulihan fisik.
2. Tidur NREM Tahap 2
Tahap 2 adalah tidur yang lebih dalam dibanding tahap 1. Di mana, tubuh mulai mempersiapkan proses regenerasi dan pemulihan energi.
Pada tahap ini, tubuh menghemat energi, mengatur ritme jantung dan pernapasan, serta memproses memori jangka pendek.
Meskipun tidur lebih dalam, orang masih bisa terbangun, tetapi dibutuhkan rangsangan yang lebih kuat dibanding tahap 1.
Tahap NREM 2 merupakan fase tidur terpanjang, mencakup sekitar 45 persen dari total waktu tidur.
3. Tidur NREM Tahap 3
Tahap terdalam dari tidur NREM adalah tahap 3, yang biasanya mencakup sekitar 25 persen dari total waktu tidur orang dewasa.
Bayi dan anak-anak memerlukan lebih banyak tidur tahap 3 dibanding orang dewasa.
Di tahap ini, gelombang otak lambat tapi kuat. Tubuh memanfaatkan fase ini untuk memperbaiki sel, jaringan, dan memperkuat sistem kekebalan tubuh.
Aktivitas otak yang serupa dengan tahap 2, dan gelombang otak khusus di tahap ini membantu mengatur proses tersebut.
Tidur NREM tahap 3 sangat penting agar kamu bangun dengan tubuh segar dan bertenaga. Jika tidur tahap 3 kurang, meski sudah tidur lama, kamu tetap bisa merasa lelah.
Biasanya, tubuh mencoba memaksimalkan tidur tahap 3 di awal malam sebelum beralih kembali ke tahap 2.
Karena tidur tahap 3 sangat dalam, orang yang dibangunkan biasanya akan merasa bingung dan agak pusing, kondisi yang disebut inersia tidur, dan bisa berlangsung sekitar 30 menit.
Perbedaan Tidur REM dan NREM
Tidur manusia terbagi menjadi dua fase utama: NREM (Non-Rapid Eye Movement) dan REM (Rapid Eye Movement).
Masing-masing memiliki karakteristik, fungsi, dan manfaat yang berbeda.
| Aspek | Tidur NREM | Tidur REM |
| Aktivitas Otak | Lambat, fokus pemulihan fisik | Sangat aktif, hampir seperti bangun |
| Gerakan Mata | Lambat atau tidak ada | Cepat di bawah kelopak mata |
| Fungsi Tidur | Memulihkan tubuh, perbaiki sel, energi | Memperkuat memori, atur emosi, proses belajar |
| Persentase Waktu | 75–80% dari total tidur | 20–25% dari total tidur |
| Tahap Tidur | Tahap awal sampai tidur nyenyak (tahap 3) | Biasanya muncul setelah NREM, dominan akhir malam |
| Kemudahan Terbangun | Tahap awal mudah, tahap 3 sulit | Lebih mudah daripada tahap 3 NREM, tapi tubuh tetap rileks |
Bagaimana Siklus Tidur Bekerja?
Tidurmu terjadi dalam siklus 90–120 menit, berulang sepanjang malam: NREM → REM → NREM → REM. Rata-rata, orang mengalami 4–5 siklus penuh setiap malam.
Memahami siklus ini membantu kamu mengerti mengapa tidur cukup membuat tubuh segar dan pikiran jernih.
Baca juga: Apa Itu Lucid Dream? Ini Penjelasan Lengkap dan Cara Melakukannya
Dengan memahami perbedaan fase tidur dan cara mendukungnya, kamu bisa meningkatkan kualitas tidur, menjaga kesehatan, dan merasa lebih segar setiap hari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: My.clevelandclinic.org