Senin, 19 JANUARI 2026 • 13:10 WIB

Perbedaan Mimpi Buruk 'Nightmare' dan Teror Malam 'Night Terror' Menurut Ahli

Author

Ilustrasi Perbedaan Nightmare dan Night Terror. (Foto: Freepik @Freepik)

INDOZONE.ID - Pernah nggak sih, kamu kebangun tengah malam gara-gara mimpi yang rasanya nyata banget, sampai jantung deg-degan?

Atau malah pernah lihat anak kecil tiba-tiba teriak waktu tidur, matanya kebuka, tapi besok paginya dia nggak inget apa-apa? 

Banyak orang nganggep, dua kejadian itu sama-sama mimpi buruk. Padahal, menurut psikologi, keduanya beda banget.

Lewat penjelasan di YouTube/Dr. Todd Grande, seorang pakar kesehatan mental, ngebahas perbedaan antara mimpi buruk atau nightmare dan teror malam atau night terror.

Meski sama-sama bikin merinding, ternyata cara kerja di otak, ciri-ciri, sampai dampaknya ke tubuh itu beda. 

Penting banget buat tahu bedanya, apalagi kalau kejadian seperti ini mulai sering muncul dan ganggu kualitas tidur.

Baca juga: Sering Tersentak Kaget Saat Tidur? Itulah Hypnic Jerk, Yuk Kenali Penyebab dan Solusi Mengatasinya!

Apa Sih Sebenarnya Mimpi Buruk Itu?

Mimpi buruk adalah mimpi yang super nggak enak sampai bikin kita kebangun. Biasanya, mimpi buruk muncul pas kita lagi di fase tidur REM, yaitu fase tidur di mana otak lagi aktif-aktifnya dan mimpi paling sering muncul.

Nah, yang khas dari mimpi buruk, begitu kebangun kita langsung sadar. Meskipun masih panik atau keringetan, kita tahu kalau barusan cuma mimpi.

Bahkan, kebanyakan orang bisa nginget detailnya dengan cukup jelas. Dari jalan ceritanya, siapa yang ada di dalam mimpi, sampai perasaan takut yang dirasain.

Tema mimpi buruk juga sering mirip-mirip. Ada yang ngerasa jatuh dari tempat tinggi, ada juga yang ngerasa dikejar sesuatu tapi kakinya seperti berat banget buat lari.

Intinya, mimpi ini bikin stres, takut, dan nggak nyaman, walau biasanya cuma sebentar.

Mimpi Buruk itu Normal Kok!

Kabar baiknya, mimpi buruk itu hal yang wajar. Hampir semua orang pasti pernah ngalamin, entah waktu masih kecil atau udah dewasa.

Tapi, laporan mimpi buruk memang lebih sering datang dari anak-anak dan perempuan dibanding laki-laki.

Dalam kebanyakan kasus, mimpi buruk nggak berarti ada masalah serius. Tapi, mimpi buruk juga bisa jadi tanda kalau seseorang lagi banyak pikiran.

Menurut Dr. Todd Grande, mimpi buruk sering muncul karena stres, kecemasan, pengalaman traumatis, atau efek dari obat-obatan tertentu, termasuk saat berhenti minum obat.

Kalau hidup lagi penuh tekanan, otak kita bisa “ngeluarin” rasa cemas itu lewat mimpi yang intens.

Teror Malam itu Beda Cerita

Nah, kalau teror malam, ceritanya beda jauh. Teror malam nggak terjadi di fase REM, tapi di fase tidur non-REM. Ini jadi pembeda paling penting antara teror malam dan mimpi buruk.

Saat teror malam terjadi, seseorang bisa kelihatan kayak bangun. Matanya terbuka, tubuhnya bergerak, bahkan bisa teriak atau nangis.

Tapi sebenarnya, dia belum sepenuhnya sadar. Otaknya masih setengah tidur dan belum benar-benar nyambung sama lingkungan sekitar.

Nah, yang bikin teror malam makin beda, orang yang ngalamin biasanya nggak inget apa-apa setelahnya.

Nggak ada cerita mimpi, nggak inget kenapa takut, bahkan sering nggak sadar kalau barusan sempat teriak-teriak.

Kenapa Teror Malam Bikin Orang Sekitar Panik?

Buat orang yang lihat langsung, teror malam bisa kelihatan serem banget. Bayangin lihat seseorang teriak di tengah malam, matanya kebuka, tapi waktu diajak ngomong nggak nyaut sama sekali.

Nggak heran, kalau orang tua sering panik saat anaknya ngalamin hal ini.

Baca juga: Mengenal Sleep Paralysis atau Ketindihan, Ini Penjelasan Secara Medis!

Ilustrasi Perbedaan Nightmare dan Night Terror. (Foto: Freepik @Freepik)

Menurut Dr. Todd Grande, orang yang lagi teror malam itu sebenarnya belum bangun. Mereka juga biasanya susah dibangunin.

Setelah episodenya lewat, mereka bisa langsung tidur lagi seolah nggak terjadi apa-apa.

Teror Malam Lebih Sering Dialami Anak-anak

Teror malam paling sering terjadi pada anak usia 3 sampai 12 tahun. Tapi tenang, kebanyakan anak bakal berhenti ngalamin teror malam seiring bertambahnya usia.

Biasanya, kondisi ini menghilang sebelum atau saat masuk masa remaja.

Pada orang dewasa, teror malam jarang terjadi. Tapi kalau sampai muncul dan sering kejadian, itu bisa jadi sinyal buat lebih waspada dan cari tahu penyebabnya.

Apa Penyebab Mimpi Buruk dan Teror Malam?

Untuk mimpi buruk, penyebabnya relatif lebih jelas. Stres, kecemasan, trauma masa lalu, sampai perubahan obat-obatan sering jadi pemicunya. Pikiran yang lagi nggak tenang bisa kebawa sampai ke alam mimpi.

Sementara teror malam, sampai sekarang penyebab pastinya belum benar-benar diketahui.

Tapi para ahli menduga stres, kecemasan, pengalaman traumatis, dan kurang tidur punya peran besar.

Jadwal tidur yang berantakan dan badan terlalu capek, juga sering dikaitkan dengan teror malam.

Kapan Perlu Cari Bantuan?

Kalau mimpi buruk atau teror malam cuma sesekali dan nggak ganggu aktivitas harian, biasanya nggak perlu panik. Itu masih tergolong normal.

Tapi kalau kejadian ini mulai sering, bikin stres, susah tidur, atau ngaruh ke kesehatan mental dan aktivitas sehari-hari, sebaiknya jangan ragu cari bantuan.

Dr. Todd Grande menjelaskan, kalau konseling dan perawatan medis bisa membantu mengurangi frekuensi dan tingkat keparahan mimpi buruk maupun teror malam.

Karena penyebabnya sering nggak satu faktor, penanganannya bisa butuh waktu dan penyesuaian. Tapi banyak orang ngerasa jauh lebih baik setelah dapet bantuan yang tepat.

Baca juga: 3 Tips Menyikapi Kesehatan Mental yang Kamu Harus Tau!

Ilustrasi Perbedaan Nightmare dan Night Terror. (Foto: Freepik @Freepik)

Mimpi buruk dan teror malam memang sama-sama bikin tidur jadi nggak nyaman, tapi keduanya jelas bukan hal yang sama.

Mimpi buruk biasanya bisa diingat dan terjadi saat tidur REM, sementara teror malam muncul di fase non-REM dan sering nggak ninggalin ingatan apa pun.

Dengan ngerti bedanya, kita jadi nggak gampang panik saat ngalamin sendiri atau lihat orang terdekat mengalaminya.

Nah yang paling penting, jangan cuek sama kualitas tidur. Kalau gangguan tidur mulai bikin hidup nggak nyaman, cari bantuan itu bukan tanda lemah, tapi tanda kamu peduli sama kesehatan diri sendiri.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: YouTube

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU