INDOZONE.ID - Kanker tulang adalah jenis kanker yang langka, namun dapat berdampak serius. Penyakit ini muncul ketika sel-sel tulang tumbuh tidak normal dan tidak terkendali, hingga merusak jaringan tulang yang sehat.
Kanker tulang dapat menyerang siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Namun, banyak orang tidak menyadari penyakit ini sejak awal, karena gejalanya sering menyerupai masalah tulang biasa, seperti nyeri atau pembengkakan.
Oleh karena itu, penting untuk memahami penyebab kanker tulang dan faktor risikonya. Dengan pengetahuan yang cukup, kamu dapat lebih waspada, mengenali tanda-tanda sejak dini, dan segera mengambil langkah yang tepat.
Apa Itu Kanker Tulang?
Kanker tulang adalah penyakit yang terjadi ketika sel-sel penyusun tulang, mengalami pertumbuhan yang tidak normal dan tidak terkendali.
Sehingga, hal itu membentuk massa atau jaringan ganas yang dapat merusak struktur tulang.
Kanker tulang dapat menyerang berbagai bagian tulang di tubuh, seperti tulang lengan, kaki, panggul, tulang belakang, hingga tulang rahang.
Penyakit ini dapat dialami oleh semua kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Kanker tulang dibedakan menjadi dua jenis utama, yaitu kanker tulang primer dan kanker tulang sekunder.
Kanker tulang primer adalah kanker yang berasal langsung dari sel tulang atau jaringan di sekitarnya, seperti tulang rawan. Jenis kanker tulang primer antara lain osteosarkoma, sarkoma Ewing, dan kondrosarkoma.
Sementara itu, kanker tulang sekunder adalah kanker yang berasal dari organ lain di tubuh, seperti payudara, paru-paru, atau prostat, yang kemudian menyebar ke tulang.
Baca juga: Ingin Tulang Lebih Kuat? Ini Kombinasi Kalsium dan 2 Nutrisi yang Sering Terlupakan
Penyebab Kanker Tulang yang Perlu Diketahui
Hingga saat ini, penyebab pasti kanker tulang belum diketahui secara pasti. Namun, para ahli meyakini bahwa kanker tulang terjadi akibat perubahan atau mutasi genetik pada sel tulang yang menyebabkan pertumbuhan sel menjadi tidak normal.
Beberapa kondisi dan faktor berikut diduga berperan dalam memicu terjadinya kanker tulang:
1. Mutasi Genetik
Perubahan gen dalam sel tulang dapat mengganggu mekanisme pertumbuhan dan pembelahan sel. Mutasi ini bisa terjadi secara spontan atau dipicu oleh faktor tertentu seperti paparan radiasi dan zat berbahaya.
2. Kelainan Genetik Bawaan
Beberapa orang terlahir dengan kelainan genetik tertentu yang meningkatkan risiko kanker tulang. Contohnya adalah sindrom Li-Fraumeni dan retinoblastoma herediter.
3. Paparan Radiasi Tinggi
Paparan radiasi dalam dosis tinggi, terutama pada usia anak-anak, diketahui dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker tulang di kemudian hari. Radiasi ini bisa berasal dari terapi radiasi untuk pengobatan kanker sebelumnya.
4. Gangguan Pertumbuhan Tulang
Pertumbuhan tulang yang sangat cepat, terutama pada masa remaja, diduga berkaitan dengan peningkatan risiko osteosarkoma, jenis kanker tulang yang paling sering terjadi.
5. Penyakit Tulang Tertentu
Penyakit tulang kronis seperti penyakit Paget dapat menyebabkan regenerasi tulang yang tidak normal, sehingga meningkatkan risiko berkembangnya sel kanker.
Faktor Risiko Kanker Tulang
Selain penyebab di atas, terdapat beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena kanker tulang.
1. Riwayat Kanker Sebelumnya
Seseorang yang pernah menjalani pengobatan kanker, terutama dengan terapi radiasi, memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami kanker tulang sekunder atau primer.
2. Riwayat Keluarga
Memiliki anggota keluarga dengan riwayat kanker tulang atau kelainan genetik tertentu dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit ini.
3. Paparan Zat Kimia Berbahaya
Paparan zat kimia seperti benzena dan radium dalam jangka panjang juga diduga berperan dalam meningkatkan risiko kanker tulang.
4. Penyakit Tulang Lainnya
Beberapa penyakit tulang tertentu, seperti penyakit paget, displasia fibrosa, atau anemia Diamond-Blackfan, dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker tulang karena adanya proses regenerasi sel tulang yang tidak normal.
Baca juga: Microplastik Bisa Bikin Tulang Lemah? Fakta Baru yang Bikin Merinding
Gejala Awal Kanker Tulang
Gejala awal kanker tulang sering kali muncul secara perlahan dan mudah disalahartikan sebagai nyeri biasa. Karena itu, banyak orang tidak langsung menyadari adanya masalah serius pada tulang.
1. Nyeri pada Tulang
Rasa nyeri pada tulang biasanya muncul terus-menerus dan tidak kunjung hilang, bahkan bisa semakin terasa pada malam hari atau saat beraktivitas.
2. Pembengkakan atau Benjolan
Di sekitar tulang yang terkena dapat muncul bengkak atau benjolan. Pada awalnya sering tidak terasa sakit, tetapi lama-kelamaan bisa membesar.
3. Gerak Menjadi Terbatas
Jika kanker terjadi di dekat sendi, pergerakan tubuh bisa terasa kaku, nyeri, atau sulit digerakkan.
4. Tulang Mudah Retak atau Patah
Sel kanker dapat melemahkan struktur tulang sehingga tulang menjadi rapuh dan mudah patah, bahkan akibat benturan ringan atau aktivitas sehari-hari.
5. Mudah Lelah
Penderita kanker tulang sering merasa cepat lelah, lesu, dan kurang bertenaga, meskipun tidak melakukan aktivitas berat.
Upaya Pencegahan Kanker Tulang
Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk membantu menurunkan risikonya dan menjaga kesehatan tulang:
1. Menjaga Pola Hidup Sehat
Mengonsumsi makanan bergizi seimbang, kaya kalsium dan vitamin D, serta rutin berolahraga dapat membantu menjaga kekuatan dan kesehatan tulang.
2. Menghindari Paparan Zat Kimia Berbahaya
Batasi kontak dengan zat kimia berbahaya seperti benzena dan radium, terutama dalam jangka panjang dan tanpa perlindungan yang memadai.
3. Tidak Mengabaikan Nyeri Tulang
Jangan mengabaikan nyeri tulang yang berlangsung lama atau semakin parah, terutama jika disertai pembengkakan atau benjolan.
4. Menjaga Keselamatan dan Mencegah Cedera
Menghindari cedera tulang melalui penggunaan alat pelindung saat beraktivitas dapat membantu menjaga kondisi tulang tetap sehat.
Baca juga: 5 Bahaya di Balik Kebiasaan Membunyikan Tulang Sendi Secara Berlebihan
Dengan memahami penyebab kanker tulang dan faktor risikonya, diharapkan kamu dapat lebih peduli terhadap kesehatan tulang dan melakukan deteksi dini agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Siloam Hospilats