INDOZONE.ID - Wortel dikenal sebagai sayuran kaya vitamin A yang baik untuk kesehatan mata dan kulit. Namun, belakangan muncul pertanyaan unik: benarkah terlalu sering makan wortel bisa membuat warna kulit berubah menjadi oranye? Fenomena ini terdengar aneh, tetapi ternyata memiliki penjelasan medis yang nyata dan pernah terjadi pada beberapa kasus. Lalu, apakah kondisi tersebut berbahaya atau justru menjadi tanda tubuh kelebihan nutrisi tertentu? Berikut penjelasan medis di balik perubahan warna kulit akibat konsumsi wortel yang perlu kamu ketahui.
Banyak orang mengatakan kulit bisa terlihat oranye itu bukan mitos, dan memang ada penjelasan medisnya. Namanya carotenemia. Kondisi ini terjadi saat tubuh kelebihan beta-karoten, zat alami yang membuat wortel dan sayuran tertentu berwarna oranye.
Sebenarnya, beta-karoten itu baik dan dibutuhkan tubuh karena nantinya diolah menjadi vitamin A yang penting untuk mata, kulit, dan daya tahan tubuh. Namun, jika kadarnya berlebihan, tubuh tidak bisa mengubah semuanya. Sisa beta-karoten tersebut akhirnya menumpuk di lapisan kulit, sehingga kulit terlihat kuning keorenan atau oranye, terutama di telapak tangan, telapak kaki, dan sekitar hidung.
Carotenemia: Apa Itu Sebenarnya?
Secara ilmiah, carotenemia adalah kondisi di mana pigmen beta-karoten menumpuk di kulit dan darah, sehingga muncul warna kuning-oranye pada kulit. Biasanya, perubahan ini terlihat paling jelas di telapak tangan, telapak kaki, siku, lutut, atau area kulit yang tebal.
Inilah yang membuat carotenemia sering disalahartikan sebagai jaundice (penyakit kuning). Bedanya, pada jaundice, bagian putih mata (sklera) juga ikut berubah menjadi kuning akibat gangguan pada hati. Sementara itu, pada carotenemia, mata tetap putih meskipun kulit berubah warna karena pigmen makanan, bukan karena gangguan organ dalam.
Baca juga: Manfaat Wortel Bagi Tubuh serta Efek Samping Jika Mengkonsumsinya secara Berlebihan
Seberapa Banyak Wortel yang Harus Dimakan Supaya Kulit Bisa Oranye?
Di sinilah bagian yang sering membuat orang salah paham. Kulit bisa berubah menjadi oranye tidak terjadi hanya karena makan satu atau dua wortel. Untuk mencapai kondisi tersebut, seseorang harus mengonsumsi makanan tinggi beta-karoten dalam jumlah besar dan secara rutin, biasanya selama beberapa minggu berturut-turut.
Secara medis, contohnya jika seseorang mengonsumsi sekitar 10 wortel ukuran sedang setiap hari selama beberapa minggu, kadar beta-karoten di tubuhnya bisa meningkat hingga terlihat efeknya pada kulit. Satu wortel mengandung sekitar 4 miligram beta-karoten. Jika dikonsumsi terus-menerus dalam jumlah besar, pigmennya bisa menumpuk.
Tidak hanya wortel, makanan lain seperti labu, ubi jalar, mangga, aprikot, hingga melon oranye juga tinggi beta-karoten. Karena itu, efek kulit oranye ini bisa muncul dari berbagai jenis makanan, bukan hanya satu bahan saja.
Bagaimana Cara Mengetahui Itu Carotenemia, Bukan Penyakit Serius?
Jika suatu hari kamu menyadari kulit terlihat agak oranye, wajar jika langsung bertanya-tanya, “Ini kenapa? Berbahaya atau tidak?” Tenang. Carotenemia sebenarnya tidak berbahaya dan bukan penyakit serius selama penyebabnya hanya dari kebiasaan mengonsumsi makanan berpigmen tinggi.
Biasanya ada beberapa tanda yang menunjukkan bahwa kondisi tersebut adalah carotenemia. Misalnya, warna kulit berubah menjadi kuning atau keorenan di beberapa bagian, tetapi bagian putih mata tetap normal. Selain itu, tidak disertai gejala lain seperti demam, nyeri, atau rasa sakit pada tubuh. Perubahan warna kulit juga muncul secara bertahap dan sering berkaitan dengan pola makan belakangan ini.
Jika penyebabnya berasal dari makanan, kondisi ini bisa kembali normal. Cukup dengan mengurangi konsumsi makanan tinggi beta-karoten, tubuh akan perlahan memecah sisa pigmen tersebut. Umumnya, diperlukan waktu beberapa minggu hingga beberapa bulan sampai warna kulit kembali seperti semula.
Apa Risiko Lainnya Jika Terlalu Banyak Beta-Karoten?
Meski carotenemia tergolong aman, bukan berarti konsumsi wortel atau makanan berwarna oranye bisa dilakukan tanpa batas. Tetap ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan.
Pertama, pola makan yang terlalu fokus pada satu jenis makanan dapat membuat asupan nutrisi lain menjadi tidak seimbang. Misalnya, terlalu banyak wortel tetapi kurang protein, lemak sehat, atau zat gizi lainnya dapat berdampak pada fungsi tubuh dalam jangka panjang.
Kedua, beta-karoten tidak hanya berasal dari makanan, tetapi juga dari suplemen. Jika mengonsumsi suplemen dengan dosis tinggi, penumpukan beta-karoten bisa terjadi lebih cepat dibandingkan hanya dari makanan sehari-hari.
Terakhir, meskipun jarang, perubahan warna kulit tidak selalu disebabkan oleh pola makan. Ada kondisi medis tertentu, seperti gangguan metabolisme, diabetes, atau masalah tiroid, yang juga dapat memengaruhi warna kulit. Oleh karena itu, jika kulit terlihat oranye tanpa konsumsi makanan berwarna oranye secara berlebihan, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk memastikan penyebabnya.
Baca juga: Tak Hanya Untuk Kesehatan Mata, Ternyata Ini Khasiat Wortel Untuk Tubuh!
Jadi, Apakah Makan Wortel Setiap Hari Bisa Membuat Kulit Oranye?
Singkatnya, bisa saja, tetapi jarang terjadi jika wortel dikonsumsi dalam jumlah wajar. Diperlukan konsumsi dalam jumlah sangat besar dan konsisten setiap hari agar beta-karoten menumpuk hingga menyebabkan perubahan warna kulit yang signifikan.
Jika kamu hanya mengonsumsi wortel beberapa batang per hari sebagai camilan atau bagian dari menu makan, kemungkinan besar tidak akan membuat kulit berubah warna. Sebaliknya, beta-karoten dari wortel justru memberikan banyak manfaat bagi tubuh, seperti menjaga kesehatan mata, meningkatkan sistem imun, dan berperan sebagai antioksidan.
Tips Tetap Sehat Tanpa Kulit Oranye
Agar tetap sehat tanpa risiko perubahan warna kulit, ada beberapa tips yang bisa diterapkan:
- Makan beragam: kombinasikan sayuran oranye, hijau, merah, dan putih agar nutrisi seimbang.
- Perhatikan porsi: wortel sehat, tetapi sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan setiap hari.
- Cek pola makan: jika kulit berubah warna tanpa sebab yang jelas, sebaiknya konsultasikan ke tenaga medis.
Jadi, anggapan bahwa “sering makan wortel bisa membuat kulit oranye” ternyata benar secara medis jika konsumsinya sangat banyak dan rutin. Fenomena ini dikenal sebagai carotenemia, yang terjadi karena penumpukan beta-karoten dari makanan kaya pigmen di kulit.
Namun, kondisi ini tidak berbahaya dan umumnya dapat kembali normal dengan mengatur ulang pola makan. Kuncinya adalah menjaga pola makan seimbang dan variatif agar tubuh tetap sehat tanpa efek samping yang tidak diinginkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PubMed