Minggu, 08 FEBRUARI 2026 • 13:15 WIB

Studi Ungkap Strategi Paling Efektif Turunkan Berat Badan Setelah Menopause

Author

Pengertian menopause (freepik.com)

INDOZONE.ID - Menopause merupakan fase alami dalam kehidupan perempuan. Biasanya, kondisi ini terjadi pada rentang usia 45–55 tahun, ketika tubuh tidak lagi mampu bereproduksi. 

Selain berhentinya siklus menstruasi, menopause kerap disertai berbagai perubahan fisik dan psikologis. Mulai dari hot flashes, perubahan suasana hati, kelelahan, gangguan tidur, hingga kenaikan berat badan.

Dikutip dari Medical News Today, sejumlah penelitian sebelumnya menunjukkan, perempuan pada masa perimenopause dapat mengalami kenaikan berat badan sekitar 2,5 hingga 5 kilogram, bahkan lebih. 

Masalahnya, penurunan berat badan setelah menopause, sering kali menjadi tantangan tersendiri akibat perubahan hormon, dan melambatnya metabolisme tubuh.

Dalam beberapa tahun terakhir, sebagian perempuan mulai beralih ke obat penurun berat badan berbasis agonis reseptor glucagon-like peptide-1 (GLP-1), seperti Wegovy dan Zepbound. 

Baca juga: Terapi Hormon Usai Menopause, Bisa Bantu Jaga Daya Ingat?

Data menunjukkan, di Amerika Serikat, kelompok perempuan usia 50–64 tahun menjadi pengguna terbesar obat-obatan GLP-1.

Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal The Lancet Obstetrics, Gynaecology, & Women’s Health memberikan gambaran baru, tentang pendekatan penurunan berat badan pascamenopause. 

Penelitian tersebut menemukan, kombinasi terapi hormon menopause dengan tirzepatide, bahan aktif dalam Zepbound, dapat membantu perempuan pascamenopause menurunkan berat badan secara lebih signifikan.

Fokus pada Kombinasi Terapi Hormon dan Tirzepatide

Ilustrasi wanita alami menopause. (freepik.com)

Dalam studi ini, peneliti menganalisis data kesehatan dari Mayo Clinic Health System, yang melibatkan 120 perempuan pascamenopause, dengan usia rata-rata sekitar 56 tahun. 

Seluruh partisipan memiliki kondisi kelebihan berat badan atau obesitas, dan menjalani pengobatan tirzepatide selama minimal 12 bulan.

Dari jumlah tersebut, 40 perempuan menggunakan terapi hormon menopause. Sementara 80 lainnya, hanya menggunakan tirzepatide tanpa terapi hormon.

Kami tertarik meneliti interaksi antara tirzepatide dan terapi hormon menopause berdasarkan pengamatan klinis yang kuat serta dasar ilmiah yang menjanjikan,” ujar Regina Castaneda, MD, peneliti pascadoktoral di Mayo Clinic sekaligus penulis utama studi ini.

Menurut Castaneda, studi pada hewan menunjukkan adanya potensi sinergi antara estrogen dan GLP-1. Di mana, estrogen dapat meningkatkan efek penekanan nafsu makan dari obat GLP-1. 

Temuan serupa sebelumnya juga terlihat pada semaglutide, obat dengan mekanisme kerja yang sejenis.

Tirzepatide dipilih karena merupakan salah satu terapi farmakologis paling efektif untuk penurunan berat badan saat ini, sehingga penting untuk memahami faktor-faktor yang dapat memengaruhi respons pasien terhadap obat ini,” jelasnya.

Kombinasi Terapi Picu Penurunan Berat Badan Lebih Besar

Hasil penelitian menunjukkan, perempuan pascamenopause yang menggunakan terapi hormon menopause dan tirzepatide, mengalami penurunan berat badan sekitar 35 persen lebih besar, dibandingkan mereka yang hanya menggunakan tirzepatide.

Temuan ini penting karena perempuan pascamenopause memiliki beban obesitas yang tinggi serta peningkatan risiko kardiometabolik,” kata Maria Daniela Hurtado Andrade, MD, PhD, ahli endokrinologi di Mayo Clinic dan penulis senior studi ini.

Ia menambahkan, hasil tersebut membuka peluang pendekatan yang lebih personal dalam pengelolaan berat badan, dengan mempertimbangkan status menopause, dan penggunaan terapi hormon saat menyusun rencana perawatan bagi perempuan usia paruh baya.

Baca juga: Menyingkap ‘Menopause Pria’: Fakta, Penyebab, dan Penanganannya

Meski demikian, para peneliti menekankan, penelitian ini bersifat observasional dan belum dapat membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung. 

Oleh karena itu, uji klinis lanjutan sangat dibutuhkan dalam penelitian tersebut.

Kami berencana melakukan uji klinis acak terkontrol untuk mengonfirmasi temuan ini serta menggali mekanisme biologis yang mendasarinya,” ujar Castaneda.

Penelitian lanjutan juga akan mengevaluasi, apakah manfaat kombinasi terapi ini tidak hanya terbatas pada penurunan berat badan, tetapi juga berdampak positif pada kesehatan metabolik dan kardiovaskular.

Pentingnya Riset Berkelanjutan

Ahli bedah bariatrik sekaligus direktur medis MemorialCare Surgical Weight Loss Center di California, Mir Ali, MD, menilai, hasil studi ini sebagai temuan yang signifikan.

Dalam praktik klinis, kami sering melihat bahwa perubahan hormon setelah menopause memiliki dampak besar terhadap berat badan perempuan,” ujarnya.

Menurut Ali, penurunan kadar estrogen dan estradiol setelah menopause, memicu perubahan metabolik yang memengaruhi regulasi berat badan. 

Ia menekankan, pentingnya riset lanjutan seiring bertambahnya populasi lansia, khususnya untuk menentukan dosis dan waktu optimal terapi penggantian hormon, guna mendukung kesehatan secara menyeluruh.

Dua Pendekatan dengan Mekanisme Berbeda

Pendapat serupa disampaikan dokter spesialis obstetri dan ginekologi, Prudence Hall, MD. Ia menyebutkan, hasil penelitian ini sejalan dengan ekspektasi klinis.

Pada awal menopause, perempuan bisa mengalami kenaikan berat badan rata-rata hingga 13 kilogram. Ketika hormon seperti estradiol, progesteron, hormon tiroid, dan hormon stres dikembalikan ke kadar yang sehat, berat badan pun cenderung membaik,” jelasnya.

Menurut Hall, tirzepatide bekerja dengan cara berbeda, yakni menurunkan dampak kerusakan akibat gula dalam tubuh. Sehingga, membantu mengurangi keinginan mengonsumsi karbohidrat dan gula. 

Kombinasi kedua terapi tersebut dinilai saling melengkapi. Ia juga menyoroti dampak psikologis dan kesehatan dari kenaikan berat badan pada perempuan yang menua. 

Termasuk, meningkatnya risiko kanker payudara, penyakit jantung, hipertensi, hingga gangguan neurodegeneratif.

Sebagai langkah riset berikutnya, Hall mengusulkan agar peran testosteron dalam penurunan berat badan perempuan menopause turut diteliti.

Testosteron dapat meningkatkan massa otot dan kepadatan tulang. Pada masa menopause, ketika massa otot menurun, terapi testosteron dengan dosis yang disesuaikan untuk perempuan berpotensi menjadi pendekatan alami yang bermanfaat,” ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Medical News Today

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU