Rabu, 18 FEBRUARI 2026 • 11:24 WIB

7 Manfaat Puasa yang Jarang Disadari, Bikin Tubuh Lebih Sehat!

Author

Manfaat puasa untuk kesehatan (Pexels/Naim Benjelloun).

INDOZONE.ID - Puasa sering kita kenal sebagai ibadah spiritual yang menenangkan jiwa dan menguatkan keimanan. 

Tapi selain itu, ternyata puasa memiliki banyak manfaat kesehatan tubuh yang sering kali tidak disadari banyak orang. 

Bukan sekadar ngurangin rasa lapar atau bikin disiplin waktu makan, puasa bisa memberi efek positif yang cukup signifikan buat kesehatan fisik dan mental, asalkan dilakukan dengan cara yang benar dan terpola.

Dalam artikel ini kita bakal bahas manfaat puasa dari sisi kesehatan, biar kamu makin ngerti kenapa puasa bisa bikin tubuh lebih sehat.

Baca juga: Sering Dikira Deg-degan Biasa, Kenali Gejala Awam Penyakit Gangguan Irama Jantung

Apa itu Puasa dari Perspektif Kesehatan?

Secara sederhana, puasa berarti menahan diri dari makan dan minum untuk jangka waktu tertentu, tanpa asupan kalori selama periode itu. 

Praktik ini ada di berbagai tradisi dan budaya, misalnya puasa Ramadan dalam Islam atau puasa intermiten yang populer di kalangan orang yang menjalani gaya hidup sehat. 

Dari sisi kesehatan modern, puasa sering dikaji karena bisa memengaruhi metabolisme, hormon, dan proses seluler dalam tubuh.

Yang menarik, selama puasa tubuh mengalami berbagai proses biologis. 

Mulai dari cara tubuh menggunakan energi, penurunan kadar gula darah, sampai sinyal seluler yang mendorong tubuh untuk memperbaiki dirinya sendiri. 

Baca juga: Kemensos: Lebih dari 40 Ribu Peserta PBI JKN Ajukan Reaktivasi

Studi internasional menunjukkan kalau efek puasa tidak cuma soal penurunan berat badan, tapi juga berdampak pada berbagai sistem tubuh lainnya.

1. Mengontrol Gula Darah dan Meningkatkan Sensitivitas Insulin

Salah satu manfaat puasa yang dulu jarang dibahas adalah bagaimana puasa membantu mengatur kadar gula darah dalam tubuh. 

Kadar insulin yang berlebihan merupakan faktor risiko utama penyakit seperti diabetes tipe 2. 

Saat berpuasa, tubuh menurunkan kadar insulin dan menambah kemampuan sel tubuh untuk merespon hormon ini dengan lebih baik.

Penelitian menunjukkan bahwa puasa atau pola makan terbatas waktu bisa membantu menurunkan resistensi insulin dan memperbaiki pengaturan gula darah, terutama pada orang yang berisiko diabetes atau kelompok yang mengalami gangguan metabolik. 

Proses ini terjadi karena tubuh beralih dari sumber energi yang mudah diakses (gula) ke sumber energi yang tersimpan (lemak), sehingga kadar insulin turun dan sel tubuh menjadi lebih sensitif terhadap hormon ini.

Baca juga: Dinkes DKI: 93 Persen Warga Jakarta Kurang Aktivitas Fisik

2. Menurunkan Risiko Penyakit Jantung dan Menjaga Kesehatan Jantung

Selain mengatur gula darah, puasa dapat berdampak positif bagi kesehatan jantung. 

Risiko penyakit kardiovaskular sering dikaitkan dengan tekanan darah tinggi, kolesterol LDL (“jahat”), trigliserida tinggi, serta peradangan kronis dalam tubuh.

Beberapa penelitian internasional menemukan bahwa puasa dapat membantu menurunkan:

  • tekanan darah,
  • kadar kolesterol jahat LDL,
  • trigliserida yang tinggi,
  • serta beberapa penanda peradangan dalam darah.

Walau mekanisme pastinya masih butuh riset lanjutan, data awal menunjukkan bahwa pola puasa termasuk intermiten bisa jadi membantu mengurangi faktor risiko penyakit jantung. 

Ini adalah kabar baik buat kamu yang mau menjaga kesehatan jantung tanpa harus langsung ke perubahan gaya hidup ekstrem. 

Baca juga: Gluten Free Lagi Hype! Tapi Emang Lebih Sehat atau Cuma Tren?

Pola makan yang mindful selama puasa bisa menjadi salah satu strategi pendukung.

3. Mengurangi Peradangan dan Stress Oksidatif

Peradangan kronis sering disebut sebagai “biang kerok” di balik banyak penyakit modern seperti arthritis, penyakit jantung, dan bahkan beberapa kondisi neurodegeneratif. 

Nah, manfaat puasa yang jarang disadari adalah kemampuannya mengurangi peradangan dalam tubuh.

Riset menunjukkan bahwa puasa dapat menurunkan kadar protein proinflamasi, yang berkontribusi pada peradangan berkepanjangan. 

Baca juga: BRIN Ingatkan Risiko Kesehatan Kronis akibat Pencemaran Sungai Cisadane

Dengan menurunkan peradangan ini, tubuh menjadi lebih efisien dalam menjaga kesehatan organ dan jaringan. 

Selain itu, tubuh juga mengalami pengurangan stress oksidatif, kondisi dimana radikal bebas terlalu banyak dan bisa merusak sel. 

Kondisi ini biasanya terkait dengan proses penuaan dini dan penyakit kronis.

4. Proses Autophagy: Pembersihan Sel yang Jarang Diketahui Banyak Orang

Kalau kamu sering baca artikel kesehatan internasional, mungkin kamu pernah dengar istilah autophagy. 

Autophagy adalah proses seluler di mana tubuh membersihkan komponen sel yang rusak dan mendaur ulangnya menjadi energi atau bahan bangunan baru. 

Baca juga: Jangan Panik! Ini Cara Tolong Orang yang Alami Kejang ‘Epilepsi Grand Mal’

Ini ibarat sistem pembersihan internal tubuh.

Beberapa studi menyebut bahwa puasa dapat memicu mekanisme autophagy, yang penting untuk menjaga kesehatan seluler, mencegah akumulasi sel yang rusak, dan mendukung regenerasi jaringan. 

Walaupun studi pada manusia masih membutuhkan riset lebih lanjut, bukti biologis dari penelitian menunjukkan bahwa puasa bisa mendukung proses pembersihan dan pembaharuan sel. 

Sederhananya, ini membantu tubuh “reset” di level sel, yang bisa berdampak positif untuk kesehatan keseluruhan.

Baca juga: Nggak Cuma Gaya Hidup! Ini Alasan Pria Lebih Cepat Terkena Penyakit Kardiovaskular

5. Menurunkan Berat Badan dan Mengatur Lemak Tubuh

Walaupun bukan tujuan utama setiap orang yang puasa, salah satu manfaat yang paling sering dibicarakan adalah penurunan berat badan. 

Ketika tubuh berpuasa, jumlah total kalori yang masuk umumnya berkurang, dan tubuh mulai menggunakan simpanan lemak sebagai sumber energi.

Beberapa studi mengaitkan puasa dengan penurunan lemak tubuh dan perbaikan komposisi tubuh. 

Namun penting dicatat bahwa efek ini tergantung pada pola makan secara keseluruhan, aktivitas fisik, dan gaya hidup setelah periode puasa. 

Puasa bukan hanya soal menahan lapar, tapi juga memberi ruang pada tubuh untuk memanfaatkan energi simpanan secara lebih efisien.

Baca juga: Gak Cuma Enak, Es Krim Ternyata Baik untuk Kesehatan Mental saat Ramadhan

6. Menjaga Kesehatan Otak dan Fungsi Kognitif

Manfaat puasa bagi otak mungkin terdengar mengejutkan, tapi penelitian menunjukkan bahwa puasa dapat berdampak pada fungsi otak dan kinerja kognitif. 

Puasa diyakini dapat meningkatkan produksi beberapa hormon yang mendukung pertumbuhan dan kesehatan neuron.

Dalam beberapa kajian, puasa juga dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer, walaupun bukti pada manusia masih dalam tahap awal.

Lebih jauh lagi, beberapa penelitian pada hewan menunjukkan bahwa puasa dapat meningkatkan plasticity otak, kemampuan neuron untuk saling terhubung dan belajar. 

Ini bisa membantu fungsi memori dan kecepatan berpikir. 

Baca juga: Leher Tiba-Tiba “Kececengklak”? Ini Penyebab dan Cara Cepat Benerinnya!

7. Meningkatkan Ritme Hormon Seimbang dan Regulasi Energi

Saat berpuasa, tubuh juga mengalami perubahan hormonal. 

Contohnya, hormon pertumbuhan meningkat saat berpuasa, yang penting untuk metabolisme, pembentukan otot, dan fungsi seluler lainnya. 

Dengan regulasi hormon yang efisien, tubuh bisa lebih efektif dalam mengolah kalori, mempertahankan massa otot, serta merespon stress fisiologis. 

Banyak orang tahu puasa sebagai ibadah, tapi puasa juga punya manfaat kesehatan tubuh yang tidak selalu terlihat secara langsung. 

Dari mengatur gula darah, mendukung jantung, mengurangi peradangan, sampai membantu pembersihan sel melalui autophagy, puasa menawarkan sekumpulan keuntungan kesehatan yang layak diperhitungkan.

Baca juga: Mata Cepat Capek Gara-gara Gadget? Ini Solusi yang Disarankan Dokter

Yang penting diingat adalah bahwa manfaat-manfaat ini bisa berbeda bagi setiap orang, dan efeknya seringkali dipengaruhi oleh pola makan sahur dan buka, hidrasi, serta gaya hidup secara keseluruhan. 

Juga jangan lupa bahwa riset tentang puasa masih berkembang, jadi selalu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan kalau kamu punya kondisi medis tertentu.

Dengan pemahaman yang benar dan konsisten menjalankan puasa, khususnya saat Ramadan, kamu bisa mendapatkan manfaat ganda, bukan hanya tenang secara spiritual, tetapi juga sehat secara fisik.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU