Sabtu, 21 FEBRUARI 2026 • 18:05 WIB

Cara Minum Air Saat Puasa agar Tidak Haus dan Dehidrasi Seharian

Author

Ilustrasi cara mengatur minuman saat bulan puasa (Freepik)

INDOZONE.ID - Ketika kamu lagi puasa, tubuh nggak menerima makanan dan air dari pagi sampai sore, terutama di negara tropis yang cuacanya panas, ini bikin kita mudah banget merasa haus. 

Makanya, strategi cara minum air saat puasa agar tidak haus dan dehidrasi seharian adalah hal yang wajib kamu tahu.

Nggak cuma soal minum banyak air di sahur dan buka puasa, tapi bagaimana memaksimalkan cairan yang masuk supaya tubuh tetap nyaman sepanjang hari. 

Artikel ini bakal ngulik dari A sampai Z, termasuk tips yang bisa bikin aktivitasmu tetap lancar tanpa lemas, pusing, atau lelah akibat kurang cairan.

Baca juga: Sisi Gelap Penggunaan AI di Dunia Medis: Dari Kasus yang Memicu Stroke hingga Salah Identifikasi Organ Tubuh

Kenapa Tubuh Mudah Haus Saat Puasa?

Pada kondisi normal, tubuh kita kehilangan cairan lewat nafas, keringat, urine, dan kotoran. 

Saat puasa, kita nggak boleh minum selama jam tertentu, sementara aktivitas tetap berjalan seperti biasa. 

Akhirnya, cairan tubuh terus berkurang dan bisa bikin kamu mudah haus, letih, sampai dehidrasi. 

Dehidrasi bisa muncul tanpa kamu sadar, misalnya melalui rasa lemas, pusing, atau urine yang lebih pekat dari biasanya. Ini tanda tubuh kekurangan cairan dan elektrolit. 

Tantangan besarnya bukan cuma soal haus, tapi gimana menjaga tubuh tetap optimal tanpa cairan selama berjam-jam. 

Jadi, kamu perlu strategi pintar supaya kebutuhan air tercukupi saat sedang berpuasa.

Baca juga: Pengertian Jalan Cepat, Beserta Sejarah dan Manfaatnya Bagi Kesehatan

Strategi Minum Air di Waktu Sahur dan Buka

Minum air mineral hindari dehidrasi (Sumber: Freepik)

Intinya, supaya tidak gampang haus dan tetap terhidrasi selama puasa seharian, kuncinya ada di cara kita mengatur waktu dan jumlah minum. 

Air perlu diminum dengan pola yang tepat saat sahur dan berbuka, bukan asal banyak atau sekaligus.

Pertama, saat sahur usahakan minum air yang cukup supaya tubuh sudah dalam kondisi terhidrasi sejak awal hari. 

Anggap saja ini seperti mengisi “cadangan” yang akan membantu kamu bertahan sampai sore. 

Banyak sumber kesehatan menyarankan total konsumsi sekitar 8–10 gelas air per hari, atau kurang lebih 2–2,5 liter, untuk membantu mencegah dehidrasi — apalagi saat sedang puasa.

Baca juga: Puasa Bikin Mudah Mengantuk? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya agar Tetap Produktif

Lalu ketika berbuka, jangan langsung fokus ke makanan berat sampai lupa minum. 

Awali dulu dengan 2–3 gelas air secara bertahap sebelum mulai makan. 

Ini membantu mengganti cairan yang hilang selama seharian dan membuat sistem pencernaan lebih siap menerima makanan.

Cara Minum Air yang Efektif

Ilustrasi air putih (unsplash.com/@manuschwendener) ((unsplash.com/@manuschwendener))

Minum banyak air sekaligus memang menggoda setelah seharian haus, tapi ternyata bukan itu yang paling efektif. 

Banyak ahli menyarankan untuk minum secara berkala dan tidak sekaligus dalam porsi besar.

Baca juga: 50 Ide Caption Ucapan Selamat Ramadhan untuk Media Sosial

1. Distribusikan minum air secara pelan sepanjang periode antara buka dan sahur. 

Misalnya setelah berbuka, setelah makan, setelah shalat, sebelum tidur, dan sebelum sahur selesai. Ini bikin tubuh kamu punya kesempatan menyerap air secara optimal. 

2. Hindari minum di waktu yang sama sekaligus dalam jumlah besar. 

Minum terlalu banyak sekaligus justru bikin kamu cepat buang air kecil, dan cairan itu hilang lagi sebelum sempat terserap. Minum perlahan bisa bikin tubuh menerima air lebih baik.

Baca juga: Gagasan Utama: Definisi, Letak dalam Paragraf, Ciri ciri, dan Cara Menentukannya dengan Cepat

3. Buat jadwal minum. 

Misalnya minum segelas saat buka, segelas setelah makan, segelas sebelum tidur, dan dua gelas saat sahur. 

Cara ini membagi asupan secara seimbang tanpa bikin kenyang atau gak nyaman.

Peran Buah dan Makanan yang Mengandung Air

Nggak cuma air minum, air juga bisa kamu dapatkan dari makanan. 

Buah yang kandungan airnya tinggi seperti semangka, melon, jeruk, apel, dan timun sangat membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuhmu. 

Buah-buah ini juga punya elektrolit alami yang bikin tubuh tidak mudah dehidrasi. 

Selain buah, mengonsumsi makanan berkuah seperti sup atau sayuran yang mengandung banyak air juga bisa membantu menjaga keseimbangan cairan. 

Baca juga: 5 Manfaat Mandi Pagi dengan Air Dingin yang Jarang Disadari, Siap Jalani Hari Tanpa Ngantuk!

Jadi, selain fokus pada air minum, kamu juga perlu cermat memilih menu makan saat sahur dan buka.

Hindari Minuman yang Malah Bikin Haus

Nggak semua minuman itu favorit saat puasa baik untuk tubuh. 

Beberapa jenis minuman justru bisa bikin kamu lebih cepat haus atau kehilangan cairan lebih banyak:

Minuman berkafein seperti kopi dan teh hitam: ini punya sifat diuretik yang bikin tubuh cepat buang air kecil sehingga cairan terbuang lebih banyak. 

Minuman manis atau berenergi: gula dalam minuman ini bisa bikin rasa haus makin cepat muncul dan memberikan sedikit manfaat cairan yang benar-benar terserap. 

Baca juga: Bau Mulut Saat Puasa Bikin Minder? Ini Penyebab dan Cara Ampuh Mengatasinya!

Minuman soda: jenis minuman seperti ini justru sangat berpengaruh buruk pada hidrasi tubuh. 

Perhatikan Lingkungan dan Aktivitas

Selain kebiasaan minum, kondisi lingkungan dan aktivitas harianmu juga menentukan risiko dehidrasi. 

Kalau kamu berada di tempat panas, melakukan aktivitas fisik berat, atau berkeringat banyak, tubuh akan kehilangan lebih banyak cairan dari biasanya.

Dalam kondisi seperti ini, kamu perlu menambah jumlah air yang diminum saat sahur dan berbuka, atau bahkan mengonsumsi minuman yang bisa membantu mengganti elektrolit tubuh di antara waktu tersebut. 

Baca juga: 7 Makanan Penyelamat saat Diare Biar Pulih Lebih Cepat, Jangan Asal Makan Ya!

Ciri-Ciri Dehidrasi yang Harus Diwaspadai

Ketika tubuh kekurangan cairan, kamu mungkin mengalami beberapa tanda seperti:

  • Mulut kering dan rasa haus yang intens
  • Urine yang warnanya lebih gelap dari biasanya
  • Pusing, lemas, atau sakit kepala
  • Kesulitan berkonsentrasi

Kalau kamu merasakan tanda-tanda ini, coba perhatikan pola minum airmu selama jam yang diperbolehkan dan tingkatkan jumlah serta frekuensinya secara bertahap supaya tubuh kembali seimbang. 

Saat puasa, cara minum air agar tidak haus dan dehidrasi seharian bukan sekadar minum banyak. 

Baca juga: 8 Rekomendasi Obat Nyeri Sendi yang Ampuh dan Mudah Dicari di Apotek, Anti Ngeluh!

Kamu perlu tahu kapan waktu yang tepat, bagaimana cara meminumnya, dan juga memperhatikan makanan yang membantu hidrasi. 

Kunci utamanya adalah distribusi yang tepat, menghindari minuman yang bikin tubuh cepat kehilangan cairan, dan memilih makanan serta minuman yang membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh. 

Dengan strategi yang tepat, kamu bisa menjalani puasa seharian dengan energi tetap stabil tanpa terganggu rasa haus.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU