Rabu, 08 APRIL 2026 • 11:40 WIB

Jangan Keliru, Simak Cara Membedakan Cacar Air dan Cacar Api dengan Mudah

Author

Ilustrasi perbedaan cacar air dan cacar api. (Eliani Kusnedi)

INDOZONE.ID - Banyak orang masih bingung membedakan antara Cacar Air dan Cacar Api, karena keduanya sama-sama menimbulkan ruam atau bintil di kulit.

Padahal, saat dilihat lebih detail, keduanya memiliki perbedaan yang signifikan, mulai dari gejala hingga waktu penyembuhan.

Baca juga: Bukan Cuma Gula, Penderita Diabetes Ternyata Sering Kekurangan Vitamin dan Mineral

Kenapa Bisa Mirip tapi Berbeda?

Dua penyakit ini sebenarnya disebabkan oleh virus yang sama, yaitu Varicella-zoster virus.

  • Cacar air muncul saat pertama kali kamu kena virus ini
  • Cacar api muncul saat virusnya bangun setelah lama diam di dalam tubuh

Makanya, meskipun sumbernya sama, efeknya bisa berbeda.

Cara Membedakan Cacar Air dan Cacar Api

1. Dari Ciri-cirinya

Jika dilihat dari tampilan dan rasa yang ditimbulkan, kedua penyakit ini cukup berbeda

Cacar air

  • Ruam menyebar ke seluruh tubuh
  • Bintil kecil berisi cairan
  • Sangat gatal
  • Biasanya berbarengan dengan demam, lemas, dan sakit tenggorokan

Cacar api

  • Ruam cuma muncul di satu sisi tubuh (misalnya kanan atau kiri aja)
  • Bintil berkelompok
  • Lebih terasa nyeri atau seperti terbakar, bukan sekadar gatal
  • Bisa disertai kesemutan atau nyeri saraf

Baca juga: 5 Manfaat Belly Oil, Minyak Perut yang Rutin Dipakai Alyssa Daguise selama Hamil

2. Dari Cara Penularan

Cacar air sangat mudah menular, bisa melalui udara seperti batuk/bersin, hingga kontak langsung dengan cairan bintil. Karena sangat mudah menular, cacar air umumnya sering menyerang anak-anak.

Berbeda dengan cacar api yang nggak menular secara langsung seperti cacar air. Tapi, jika orang yang belum pernah terkena cacar air kena cairan bintilnya, dia bisa tertular jadi cacar air

3. Dari Risiko Komplikasi

Walaupun sering dianggap ringan, dua-duanya tetap memiliki risiko.

Cacar air umumnya ringan, tapi bisa berbahaya bagi bayi, ibu hamil, atau orang dengan imun lemah. Risikonya mulai dari infeksi kulit, bekas bopeng, hingga pneumonia.

Sedangkan cacar api lebih sering muncul di orang dewasa atau lansia, yang bisa membuat nyeri saraf berkepanjangan (neuralgia) dan terkadang rasa sakitnya tetap ada walaupun ruam sudah hilang.

Baca juga: Ibu Wajib Tahu, Ini Tanda Hamil Bayi Down Syndrome dan Cara Mendeteksinya

4. Lama Penyembuhan

Proses pemulihannya juga berbeda. Cacar air umumnya bisa sembuh dalam 1–2 minggu, dengan proses pemulihan mulai dari bintil, lalu kering, hingga menjadi koreng.

Namun, cacar api bisa butuh waktu 2–4 minggu, dengan nyeri bisa bertahan lebih lama dari ruamnya.

Meskipun sekilas mirip, cacar air dan cacar api punya perbedaan yang cukup jelas, mulai dari penyebab, gejala, sampai cara penanganannya.

Dengan tahu bedanya, kamu bisa lebih cepat ambil tindakan, mencegah penularan, dan menghindari komplikasi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Alodokter

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU