INDOZONE.ID - Masa setelah melahirkan sering digambarkan sebagai momen bahagia bagi seorang ibu.
Namun kenyataannya, tidak sedikit ibu baru justru mengalami perubahan suasana hati, mudah menangis, cemas, hingga merasa kewalahan. Kondisi ini dikenal sebagai baby blues syndrome dan cukup umum terjadi setelah persalinan.
Baby blues bukan tanda ibu gagal menjalani peran baru, melainkan respons tubuh dan mental terhadap perubahan besar setelah melahirkan.
Baca juga: Stress Bisa Sebabkan Beberapa Penyakit Serius, Bahkan Kanker! Benarkah?
Agar tidak salah paham, berikut penjelasan lengkap tentang baby blues, ciri-ciri, penyebab, dan cara mengatasinya.
Apa Itu Baby Blues Syndrome?
Baby blues syndrome adalah kondisi emosional yang dialami banyak ibu pada masa awal setelah melahirkan. Biasanya, ini muncul pada hari ke-2 atau ke-3 setelah persalinan.
Kondisi ini umumnya berlangsung beberapa hari dan paling lama sekitar dua minggu. Baby blues sering terjadi karena tubuh sedang menyesuaikan diri setelah melahirkan, baik secara fisik maupun emosional.
Banyak penelitian menunjukkan kondisi ini dialami sebagian besar ibu baru, sehingga termasuk hal yang cukup umum.
Namun, jika gejala tidak membaik dalam waktu yang lama, bisa jadi ibu mengalami depresi pascamelahirkan (postpartum depression).
Ciri-Ciri Baby Blues Syndrome
Gejala utama baby blues adalah perubahan mood yang cepat. Misalnya, beberapa saat merasa senang lalu tiba-tiba sedih atau menangis.
Baca juga: Sering Merasa Hidup Sangat Berat? Ini Cara Menjalani Hidup Lebih Ringan Tanpa Tekanan Berlebihan
Selain itu, ciri-ciri lain yang umum terjadi antara lain:
- Mudah menangis
- Merasa sedih atau murung
- Mudah tersinggung dan gampang marah
- Cemas berlebihan
- Kelelahan
- Sulit tidur
- Nafsu makan menurun
- Sulit fokus
- Merasa kewalahan mengurus bayi
- Bingung mengambil keputusan
Biasanya, gejala mulai membaik sekitar hari ke-10 setelah melahirkan.
Faktor Risiko Baby Blues
Beberapa kondisi bisa meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami baby blues, seperti:
- Kehamilan tidak direncanakan
- Persalinan sulit atau caesar
- Bayi pertama
- Kurangnya dukungan pasangan atau keluarga
- Riwayat depresi atau gangguan cemas
- Masalah tidur
- Stres tinggi saat kehamilan atau persalinan
- Usia ibu yang lebih muda
- Kurang percaya diri menjalani peran baru
Baca juga: USG Kehamilan Berapa Kali? Simak Jadwal dan Manfaatnya
Cara Mengatasi Baby Blues Syndrome
Meski biasanya membaik sendiri, ibu tetap perlu dukungan agar proses pemulihan lebih nyaman.
1. Tidur Saat Bayi Tidur
Manfaatkan waktu tidur bayi untuk ikut beristirahat dan jangan memaksakan diri terus aktif.
2. Minta Bantuan Orang Terdekat
Terima bantuan pasangan, keluarga, atau teman untuk mengurus rumah atau menjaga bayi sementara.
3. Makan Bergizi
Asupan makanan sehat membantu energi tubuh dan menjaga suasana hati lebih stabil.
4. Luangkan Waktu Keluar Rumah
Berjalan santai, terkena sinar matahari pagi, dan menghirup udara segar bisa membantu mood lebih baik.
5. Jangan Menuntut Diri Harus Sempurna
Menjadi ibu baru adalah proses belajar, tidak harus langsung bisa semuanya.
6. Cerita ke Orang Terpercaya
Jangan pendam perasaan sendiri, karena bercerita bisa membantu meringankan beban emosional.
Baca juga: Sakit Mata Merah Menular dari Tatapan, Mitos atau Fakta?
Kapan Harus ke Dokter?
Segera cari bantuan medis jika mengalami gejala seperti:
- Gejala berlangsung lebih dari dua minggu
- Sedih terus-menerus setiap hari
- Sulit merawat bayi
- Tidak bisa tidur sama sekali
- Merasa putus asa
- Muncul pikiran menyakiti diri sendiri atau bayi
Baby blues adalah kondisi yang umum dan bisa dialami siapa saja setelah melahirkan. Jadi, ibu tidak perlu merasa bersalah atau malu jika mengalaminya.
Dukungan pasangan, keluarga, dan tenaga kesehatan sangat berperan agar ibu bisa pulih dan menjalani masa awal bersama bayi dengan lebih tenang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Mitra Keluarga