INDOZONE.ID - Kanker kulit menjadi salah satu jenis kanker paling umum di dunia. Meski begitu, penyakit ini termasuk yang paling bisa dicegah jika seseorang mulai menjaga kesehatan kulit sejak dini.
Di negara tropis seperti Indonesia, paparan sinar ultraviolet (UV) berlangsung hampir sepanjang tahun. Jika kulit terus-menerus terpapar tanpa perlindungan, risiko kerusakan sel kulit bisa meningkat dan memicu kanker kulit di kemudian hari.
Namun, pencegahan kanker kulit bisa dilakukan lewat langkah sederhana. Berikut penjelasan lengkap mengenai kanker kulit, gejala awal, penyebab, serta cara mencegahnya sejak dini.
Baca juga: Hari Kartini 2026 Jadi Momentum Dorong Gerakan Nasional Kesehatan Perempuan Indonesia
Mengenal Kanker Kulit
Kanker kulit adalah kondisi ketika sel-sel kulit tumbuh secara tidak normal akibat kerusakan DNA. Penyebab paling umum adalah paparan sinar UV berlebih dari matahari maupun alat tanning buatan.
Kerusakan ini membuat sel kehilangan kemampuan mengatur pertumbuhan, sehingga muncul lesi, benjolan, atau tumor ganas pada kulit.
Jenis Kanker Kulit yang Umum
1. Basal Cell Carcinoma (BCC)
Jenis ini paling sering ditemukan. Biasanya tumbuh lambat dan jarang menyebar, tetapi bisa merusak jaringan sekitar jika dibiarkan.
2. Squamous Cell Carcinoma (SCC)
Berasal dari sel skuamosa dan cenderung lebih agresif dibanding BCC. Risiko penyebarannya lebih tinggi jika terlambat ditangani.
Baca juga: Rahang Berbunyi saat Buka Mulut? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
3. Melanoma
Jenis paling berbahaya karena bisa menyebar cepat ke organ lain. Meski kasusnya lebih sedikit, melanoma memiliki tingkat kematian paling tinggi jika terlambat terdeteksi.
Gejala Kanker Kulit yang Sering Diabaikan
Pada tahap awal, gejala kanker kulit sering tampak ringan sehingga dianggap sepele. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:
- Tahi lalat berubah ukuran, bentuk, atau warna
- Luka di kulit tidak sembuh-sembuh
- Benjolan baru yang cepat membesar
- Kulit mudah berdarah atau berkerak
- Rasa gatal, nyeri, atau sensasi aneh di area tertentu
- Bercak gelap yang terus berkembang
Jika menemukan perubahan seperti ini, sebaiknya segera periksa ke dokter kulit.
Baca juga: Hidung Tersumbat? Ini Cara Cuci Hidung dengan NaCl yang Benar
Penyebab Kanker Kulit
Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker kulit, yaitu:
- Paparan sinar UV matahari berlebihan
- Sering beraktivitas di luar ruangan tanpa pelindung
- Riwayat sunburn atau kulit terbakar matahari
- Penggunaan tanning bed
- Faktor genetik atau riwayat keluarga
- Paparan zat kimia tertentu seperti arsenik
- Daya tahan tubuh lemah
Di Indonesia, indeks UV yang tinggi sepanjang tahun membuat risiko paparan sinar matahari menjadi lebih besar.
Cara Mencegah Kanker Kulit Sejak Dini
Pencegahan kanker kulit sebenarnya cukup sederhana dan bisa dimulai dari kebiasaan harian.
1. Gunakan Tabir Surya Setiap Hari
Pilih sunscreen minimal SPF 30 dan gunakan meski cuaca mendung. Oles ulang setiap dua hingga tiga jam jika banyak berkeringat atau berada di luar ruangan.
Baca juga: Kenali Penyebab dan Cara Menangani Batuk Dahak Berdarah
2. Hindari Matahari Terik
Batasi aktivitas luar ruangan pada pukul 10.00 hingga 15.00 karena intensitas UV sedang tinggi.
3. Pakai Pelindung Tambahan
Gunakan topi lebar, kacamata hitam, jaket, atau pakaian lengan panjang saat beraktivitas di bawah matahari.
4. Jangan Gunakan Tanning Bed
Paparan UV buatan dari tanning bed juga berisiko memicu kanker kulit.
5. Periksa Kulit Secara Rutin
Lihat kondisi kulit secara berkala di rumah, terutama tahi lalat, bercak baru, atau luka yang tak kunjung sembuh.
6. Terapkan Pola Hidup Sehat
Konsumsi makanan kaya antioksidan seperti buah dan sayur, cukup tidur, serta hindari rokok untuk membantu kesehatan kulit secara keseluruhan.
Baca juga: Bahaya Ceker Ayam Jika Dikonsumsi Berlebihan, Ini Faktanya!
Kapan Harus ke Dokter?
Segera konsultasi ke dokter spesialis kulit jika mengalami kondisi berikut:
- Tahi lalat berubah bentuk atau warna
- Luka tidak sembuh lebih dari empat minggu
- Muncul benjolan baru yang mudah berdarah
- Kulit terasa nyeri atau gatal terus-menerus
- Punya riwayat sunburn berat sejak kecil
- Ada anggota keluarga dengan riwayat kanker kulit
Pemeriksaan rutin sangat disarankan bagi pekerja lapangan, orang yang sering terpapar matahari, atau memiliki risiko tinggi.
Menjaga kulit bukan hanya soal penampilan, tapi juga soal kesehatan jangka panjang. Dengan perlindungan sederhana seperti sunscreen, pakaian tertutup, dan pemeriksaan rutin, risiko kanker kulit bisa ditekan sejak dini.
Mulai sekarang, biasakan melindungi kulit setiap hari. Karena kulit sehat bukan cuma bikin percaya diri, tapi juga membantu mencegah penyakit serius di masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Primaya Hospital