Sabtu, 30 MEI 2026 • 15:25 WIB

Kaki Bengkak saat Haji? Ini Penyebab yang Sering Tidak Disadari Jemaah

Author

Ilustrasi Haji. (Eliani Kusnedi)

INDOZONE.ID - Ibadah haji menuntut kondisi fisik yang kuat karena jemaah harus menjalani berbagai aktivitas dengan intensitas tinggi setiap harinya.

Tidak sedikit jemaah yang kemudian mengalami kaki bengkak selama menjalankan rangkaian ibadah.

Berikut penjelasan lengkap mengenai penyebab kaki bengkak saat haji yang sering tidak disadari jemaah.

5 Penyebab Kaki Bengkak saat Haji

Ilustrasi kaki bengkak. (freepik)

1. Berdiri dan berjalan terlalu lama membuat cairan menumpuk

Salah satu penyebab paling umum kaki bengkak saat haji adalah penumpukan cairan pada area tungkai bawah atau edema perifer.

Aktivitas berjalan jauh dan berdiri dalam waktu lama membuat cairan tubuh lebih mudah turun dan berkumpul di area kaki akibat pengaruh gravitasi.

Normalnya, otot betis membantu memompa darah kembali menuju jantung. Namun, ketika tubuh terus aktif tanpa istirahat cukup, aliran darah vena menjadi kurang optimal.

Akibatnya, cairan keluar dari pembuluh darah kecil lalu menumpuk di jaringan sekitar kaki dan pergelangan kaki.

Beberapa kelompok yang lebih rentan mengalami kondisi ini antara lain:

  • Lansia
  • Orang dengan obesitas
  • Pengidap varises
  • Individu dengan gangguan pembuluh darah
  • Jemaah yang jarang berolahraga sebelum berangkat haji

Perjalanan panjang dan aktivitas berat di tengah suhu panas juga dapat memperburuk sirkulasi darah sehingga pembengkakan lebih mudah terjadi.

Baca juga: 4 Cara Ampuh Mengatasi Mata Ikan di Telapak Kaki agar Tidak Semakin Parah

2. Cuaca panas membuat pembuluh darah melebar

Suhu udara di Arab Saudi saat musim haji dapat mencapai angka yang sangat tinggi, terutama pada siang hari.

Dalam kondisi panas, tubuh akan melebarkan pembuluh darah untuk membantu mengeluarkan panas dari dalam tubuh.

Pelebaran pembuluh darah ini memang membantu tubuh tetap dingin, tetapi juga membuat cairan lebih mudah keluar ke jaringan sekitar.

Akibatnya, kaki bisa tampak lebih besar, terasa tegang, dan meninggalkan bekas saat ditekan.

Selain itu, cuaca panas membuat tubuh kehilangan banyak cairan melalui keringat.

Jika cairan dan elektrolit tidak segera diganti, keseimbangan cairan tubuh terganggu dan pembengkakan kaki bisa menjadi semakin parah.

Baca juga: Kaki Sering Kram? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

3. Dehidrasi ternyata juga dapat menyebabkan kaki bengkak

Banyak orang mengira kaki bengkak hanya terjadi ketika tubuh kelebihan cairan. Faktanya, dehidrasi juga dapat menjadi pemicunya.

Saat tubuh kekurangan cairan, sistem hormon akan berusaha mempertahankan cairan yang tersisa dengan cara menahan natrium dan air di dalam tubuh. 

Kondisi ini dapat menyebabkan retensi cairan yang memicu pembengkakan, terutama ketika tubuh sedang lelah dan berada di suhu panas ekstrem.

Ketidakseimbangan elektrolit seperti natrium dan kalium juga dapat memengaruhi fungsi pembuluh darah serta otot.

Hal inilah yang membuat kaki terasa lebih berat dan mudah membengkak selama ibadah haji berlangsung.

4. Alas kaki yang tidak nyaman ikut memicu pembengkakan

Kondisi kaki selama haji sangat dipengaruhi oleh jenis alas kaki yang digunakan.

Penggunaan sandal atau sepatu yang terlalu sempit, keras, atau tidak menopang kaki dengan baik dapat menyebabkan tekanan berulang pada jaringan kaki.

Gesekan terus-menerus juga bisa memicu:

  • Lecet pada kaki
  • Peradangan jaringan lunak
  • Pembengkakan lokal

Karena itu, kaki bengkak tidak selalu disebabkan penumpukan cairan. Pada beberapa kasus, pembengkakan juga muncul akibat peradangan ringan karena tekanan fisik yang terjadi setiap hari.

5. Penyakit tertentu meningkatkan risiko kaki bengkak

Kaki bengkak juga dapat menjadi tanda adanya penyakit kronis yang sudah dimiliki jemaah sebelumnya. Beberapa kondisi yang paling sering berkaitan dengan pembengkakan kaki antara lain:

  • Gagal jantung
  • Penyakit ginjal
  • Penyakit hati
  • Diabetes
  • Hipertensi
  • Gangguan vena kronis

Pada penderita gagal jantung, kemampuan jantung memompa darah menurun sehingga cairan lebih mudah menumpuk di kaki.

Sementara pada penyakit ginjal, tubuh kesulitan membuang kelebihan cairan dan natrium sehingga pembengkakan menjadi lebih mudah terjadi.

Karena itu, jemaah dengan penyakit kronis perlu lebih waspada dan melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Kapan kaki bengkak menjadi tanda bahaya?

Meskipun sering terjadi, pembengkakan kaki tetap harus diperhatikan. Segera cari pertolongan medis apabila kaki bengkak disertai gejala seperti:

  • Nyeri hebat
  • Kemerahan
  • Salah satu kaki lebih besar dibanding sisi lainnya
  • Sesak napas
  • Nyeri dada
  • Demam
  • Sulit berjalan

Gejala tersebut dapat mengarah pada kondisi serius seperti trombosis vena dalam atau deep vein thrombosis (DVT), infeksi, hingga gangguan jantung.

DVT terjadi ketika terbentuk gumpalan darah pada vena dalam. Risiko kondisi ini meningkat pada perjalanan panjang, kurang bergerak, dan dehidrasi.

Jika gumpalan darah berpindah ke paru-paru, dampaknya bisa sangat berbahaya.

Cara Mengurangi Risiko Kaki Bengkak saat Haji

Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi risiko kaki bengkak selama menjalankan ibadah haji.

- Gunakan alas kaki yang nyaman

Pilih sandal atau sepatu dengan ukuran yang cukup longgar dan nyaman dipakai berjalan jauh agar tekanan pada kaki berkurang.

- Tetap aktif bergerak

Jangan terlalu lama duduk atau berdiri tanpa bergerak. Gerakan ringan pada betis membantu melancarkan sirkulasi darah.

- Penuhi kebutuhan cairan tubuh

Minum air secara rutin sangat penting, terutama saat cuaca panas. Jangan menunggu haus untuk mulai minum.

- Tinggikan posisi kaki saat beristirahat

Mengangkat kaki lebih tinggi dapat membantu mengurangi penumpukan cairan di area tungkai.

- Kontrol penyakit kronis sebelum keberangkatan

Bagi jemaah dengan riwayat hipertensi, diabetes, atau penyakit jantung, pemeriksaan kesehatan sebelum haji sangat penting untuk mencegah komplikasi.

- Gunakan kaus kaki kompresi bila diperlukan

Pada beberapa orang, kaus kaki kompresi dapat membantu memperlancar aliran darah vena dan mengurangi pembengkakan.

Kaki bengkak saat haji memang sering dialami jemaah karena tingginya aktivitas fisik, suhu panas, dan perubahan lingkungan selama berada di Tanah Suci.

Meski umumnya tidak berbahaya, kondisi ini tetap perlu diperhatikan agar tidak berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius.

Mengenali penyebab, serta tanda bahayanya sejak awal dapat membantu jemaah menjaga kondisi tubuh tetap prima selama beribadah. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Totalwellnesshealth.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU