Sabtu, 30 MEI 2026 • 20:15 WIB

Makanan yang Tidak Dianjurkan untuk Penderita Anemia, Apa Saja?

Author

Ilustrasi Makanan untuk Penderita Anemia. (Freepik)

INDOZONE.ID - Anemia adalah kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah atau hemoglobin (Hb), yaitu protein dalam darah yang bertugas membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Selain menjalani pengobatan dari dokter, penderita anemia juga perlu memperhatikan pola makan sehari-hari.

Ada beberapa jenis makanan dan minuman yang dapat menghambat penyerapan zat besi sehingga proses pemulihan anemia menjadi kurang optimal.

Baca juga: Sering Buang Air Kecil saat Hamil Apakah Normal? Simak Penyebab dan Tips Menguranginya

Pantangan Makanan untuk Penderita Anemia

Berikut beberapa makanan dan minuman yang sebaiknya dibatasi atau dihindari oleh penderita anemia.

1. Makanan dan Minuman yang Mengandung Tanin

Tanin dapat menghambat penyerapan zat besi dalam tubuh. Penderita anemia sebaiknya tidak mengonsumsi makanan atau minuman tinggi tanin secara berlebihan, terutama bersamaan dengan makanan sumber zat besi.

Beberapa contohnya antara lain:

  • Matcha
  • Kopi
  • Anggur

Jika zat besi tidak terserap dengan baik, tubuh akan kesulitan memproduksi hemoglobin dalam jumlah yang cukup.

Baca juga: 6 Penyebab Sulit Tidur Malam Terus-menerus, Ganggu Fokus dan Kesehatan

2. Makanan dan Minuman Berkafein

Kafein juga diketahui dapat mengganggu penyerapan zat besi. Oleh karena itu, konsumsi makanan dan minuman berkafein sebaiknya dibatasi selama masa pemulihan anemia.

Contohnya meliputi:

  • Kopi
  • Cokelat
  • Minuman berkafein lainnya

3. Makanan Tinggi Kalsium

Ilustrasi Penderita Anemia. (Freepik)

Meski penting untuk kesehatan tulang, kalsium dalam jumlah tinggi dapat menghambat penyerapan zat besi di usus.

Beberapa makanan tinggi kalsium yang sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan dengan makanan sumber zat besi antara lain:

  • Keju
  • Yoghurt
  • Tahu

4. Makanan yang Mengandung Asam Oksalat

Asam oksalat dapat berikatan dengan zat besi dan membuatnya lebih sulit diserap oleh tubuh.

Beberapa makanan yang mengandung asam oksalat meliputi:

  • Ubi jalar
  • Bayam
  • Cokelat
  • Buah bit

Karena itu, konsumsinya perlu diperhatikan agar tidak mengganggu pemenuhan kebutuhan zat besi harian.

Baca juga: Kenapa Vagina Terasa Gatal? Simak Penyebab yang Sering Terjadi

5. Makanan yang Mengandung Fitat

Fitat dapat mengikat zat besi di saluran pencernaan sehingga penyerapannya menjadi kurang optimal.

Contoh makanan yang mengandung fitat antara lain:

  • Gandum
  • Beras merah
  • Kacang-kacangan

Meski memiliki banyak manfaat kesehatan, penderita anemia sebaiknya tidak mengonsumsinya secara berlebihan, terutama saat sedang berusaha meningkatkan kadar zat besi.

6. Makanan Kaya Polifenol

Polifenol merupakan senyawa antioksidan yang banyak ditemukan pada buah-buahan dan beberapa jenis makanan.

Namun, dalam jumlah besar, senyawa ini juga dapat menghambat penyerapan zat besi non-heme.

Beberapa contohnya yaitu:

  • Anggur
  • Stroberi
  • Apel
  • Cokelat batang

Baca juga: Kenali Gejala Usus Buntu Sejak Dini dan Penanganannya, Jangan Anggap Sepele!

Makanan yang Dianjurkan untuk Penderita Anemia

Penderita anemia dianjurkan memperbanyak konsumsi makanan yang mendukung pembentukan hemoglobin.

Beberapa pilihan makanan yang baik untuk penderita anemia antara lain:

  • Daging merah
  • Ayam
  • Ikan
  • Telur
  • Jeroan
  • Kacang-kacangan
  • Sayuran berdaun hijau

Makanan tersebut mengandung zat besi, vitamin B12, dan folat yang berperan penting dalam pembentukan sel darah merah.

Agar penyerapan zat besi semakin optimal, jangan lupa mengonsumsi makanan tinggi vitamin C, seperti:

  • Jeruk
  • Jambu biji
  • Pepaya
  • Mangga
  • Stroberi

Vitamin C membantu tubuh menyerap zat besi dengan lebih efektif sehingga dapat mendukung proses pemulihan anemia.

Baca juga: Tips Menurunkan Tekanan Darah Tinggi agar Tetap Normal, Dijamin Ampuh!

Penderita anemia tidak hanya perlu menambah asupan makanan kaya zat besi, tetapi juga perlu memperhatikan makanan yang dapat menghambat penyerapannya.

Dengan pola makan yang tepat dan pengobatan yang sesuai, proses pemulihan anemia bisa berjalan lebih optimal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: RS Pondok Indah

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU