Rabu, 03 JUNI 2026 • 10:05 WIB

Sering Dikonsumsi untuk Mengatasi Diare, Air Beras Ternyata Menyimpan Risiko yang Jarang Disadari!

Author

Ilustrasi air beras. (FREEPIK/natashoche666)

INDOZONE.ID - Air beras sudah lama dikenal sebagai salah satu ramuan rumahan yang dipercaya memiliki berbagai manfaat kesehatan. 

Di sejumlah daerah, minuman ini bahkan sering menjadi pilihan pertama saat seseorang mengalami gangguan pencernaan seperti diare, sakit perut, atau keracunan makanan ringan.

Banyak orang menganggap air beras sebagai alternatif alami yang aman karena berasal dari bahan yang sehari-hari dikonsumsi. 

Namun di balik popularitasnya sebagai “obat tradisional”, ada beberapa fakta penting yang perlu diketahui sebelum menjadikannya sebagai minuman andalan saat tubuh sedang tidak fit.

Baca juga: 5 Makanan Rendah Kalori Terbaik untuk Diet Sehat, Makan Enak tanpa Gemuk!

Lalu, benarkah air beras seaman yang selama ini dipercaya?

Mengapa Air Beras Sering Dikonsumsi Saat Sakit Perut?

Air beras biasanya diperoleh dari hasil rebusan atau rendaman beras. Cairan ini mengandung pati yang berasal dari butiran beras dan dipercaya dapat membantu menenangkan saluran pencernaan.

Ketika seseorang mengalami diare, tubuh kehilangan banyak cairan dan energi dalam waktu singkat. 

Karena beras termasuk makanan yang mudah dicerna, banyak orang beranggapan bahwa air beras juga dapat membantu tubuh mendapatkan energi tambahan tanpa membebani sistem pencernaan. 

Baca juga: Apa Bedanya Maag dan Asam Lambung? Simak Penjelasannya di Sini

Maka tak heran jika minuman ini sering direkomendasikan secara turun-temurun untuk membantu mengatasi perut yang sedang bermasalah.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa beras memang memiliki peran dalam membantu meredakan diare pada kondisi tertentu. 

Inilah yang membuat air beras masih cukup populer hingga sekarang sebagai salah satu solusi rumahan yang mudah dibuat.

Alami Bukan Berarti Selalu Bebas Risiko

Meski terdengar menyehatkan, bukan berarti air beras bisa dikonsumsi tanpa batas.

Baca juga: Salmon Mentah Kaya Nutrisi, Tapi Bisa Berbahaya bagi Kelompok Tertentu

Banyak orang tidak menyadari bahwa tanaman padi dapat menyerap berbagai zat yang terdapat di lingkungan tempatnya tumbuh. Salah satu zat yang sering menjadi perhatian para peneliti adalah arsenik.

Arsenik merupakan unsur alami yang dapat ditemukan di tanah dan air. 

Dalam proses pertumbuhannya, tanaman padi berpotensi menyerap zat tersebut, sehingga sejumlah kecil arsenik dapat tertinggal pada beras yang kemudian dikonsumsi manusia.

Jumlahnya memang biasanya tidak besar. Namun, keberadaannya tetap menjadi perhatian karena paparan arsenik yang berlebihan dalam jangka panjang dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan.

Baca juga: Waspada, Salmon Mentah Rentan Kontaminasi Organisme dan Zat Berbahaya!

Risiko yang Bisa Muncul Jika Dikonsumsi Berlebihan

Masalah utama bukan terletak pada konsumsi sesekali, melainkan jika seseorang terlalu sering atau terlalu banyak mengonsumsi air beras dalam waktu lama.

Paparan arsenik yang tinggi telah dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan serius. 

Sejumlah penelitian menemukan hubungan antara paparan arsenik jangka panjang dengan peningkatan risiko beberapa jenis kanker.

Selain itu, zat ini juga dikaitkan dengan gangguan pada sistem pembuluh darah, peningkatan tekanan darah, penyakit jantung, hingga diabetes tipe 2.

Baca juga: Ahli Ungkap Terobosan Baru Pengobatan Kanker Ovarium untuk Kurangi Tingginya Angka Kematian

Risiko tersebut tentu tidak muncul secara instan hanya karena minum air beras satu atau dua kali. 

Namun informasi ini penting diketahui agar masyarakat tidak menganggap air beras sebagai minuman yang pasti aman dalam segala kondisi dan jumlah.

Bijak Mengonsumsi Air Beras

Air beras memang masih memiliki tempat sebagai salah satu minuman tradisional yang dipercaya membantu meredakan ketidaknyamanan pada perut. 

Namun, manfaat yang mungkin diperoleh tetap perlu diimbangi dengan pemahaman mengenai potensi risikonya.

Baca juga: Ancaman Parasit 12 Meter di Balik Kenikmatan Menyantap Salmon Mentah

Mengonsumsi air beras sesekali umumnya bukanlah masalah bagi kebanyakan orang. Yang perlu diperhatikan adalah menghindari konsumsi berlebihan serta tidak menjadikannya sebagai solusi utama untuk setiap gangguan pencernaan.

Intinya, sesuatu yang berasal dari bahan alami tidak selalu berarti sepenuhnya bebas risiko. 

Karena itu, penting untuk tetap kritis terhadap berbagai pengobatan rumahan yang beredar dan memastikan bahwa manfaat yang dicari tidak justru menimbulkan masalah kesehatan lain di kemudian hari.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Healthline

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU