INDOZONE.ID - Menikmati secangkir kopi sudah menjadi rutinitas bagi banyak orang, untuk memulai hari atau menemani aktivitas.
Namun, sebagian orang justru merasakan perut kembung, begah, hingga tidak nyaman setelah mengonsumsi kopi.
Kabar baiknya, kamu tidak harus berhenti minum kopi jika mengalami masalah tersebut. Dengan menerapkan beberapa kebiasaan yang tepat, keluhan perut kembung dapat dikurangi.
Sehingga, kamu tetap bisa menikmati kopi dengan lebih nyaman. Berikut tujuh cara yang bisa dicoba.
7 Cara Mengatasi Perut Begah Setelah Minum Kopi
1. Perbanyak Minum Air Putih
Kopi mengandung kafein yang memiliki efek diuretik ringan, sehingga membuat tubuh lebih sering mengeluarkan cairan melalui urine.
Jika asupan cairan tidak mencukupi, tubuh dapat mengalami dehidrasi ringan yang memicu retensi air dan menyebabkan perut terasa kembung.
Untuk mengatasinya, biasakan minum air putih sebelum, saat, atau setelah menikmati kopi. Menjaga tubuh tetap terhidrasi juga membantu sistem pencernaan bekerja lebih baik dan mengurangi rasa begah.
Baca juga: Jangan Kebanyakan! Minum Kopi Sebelum Workout Bisa Jadi Bumerang
2. Pilih Kopi dengan Tingkat Keasaman Rendah
Setiap jenis kopi memiliki tingkat keasaman yang berbeda. Kopi dengan kadar asam tinggi, lebih berisiko mengiritasi lambung, terutama bagi orang yang memiliki sistem pencernaan sensitif.
Jika sering mengalami perut kembung setelah ngopi, cobalah beralih ke kopi dengan tingkat keasaman yang lebih rendah, seperti dark roast.
Selain itu, metode penyeduhan cold brew juga dikenal menghasilkan kopi yang lebih lembut di lambung dibandingkan kopi yang diseduh menggunakan air panas.
Baca juga: Mau Olahraga Lebih Maksimal? Ini Jenis Kopi yang Sebaiknya Diminum Sebelum Workout
3. Jangan Minum Kopi Saat Perut Kosong
Minum kopi saat perut belum terisi dapat merangsang produksi asam lambung secara berlebihan.
Kondisi ini berpotensi menimbulkan iritasi pada lambung, yang akhirnya memicu rasa kembung dan tidak nyaman.
Sebelum menikmati secangkir kopi, sebaiknya konsumsi makanan ringan seperti roti gandum, oatmeal, atau pisang.
Makanan tersebut dapat menjadi pelindung lambung, sekaligus membantu mengurangi efek iritasi akibat kopi.
4. Kurangi Penggunaan Susu
Bagi sebagian orang, penyebab perut kembung bukan berasal dari kopinya, melainkan susu yang dicampurkan ke dalam minuman tersebut.
Orang yang memiliki intoleransi laktosa, akan lebih sulit mencerna gula alami pada susu sehingga memicu pembentukan gas di usus.
Jika kamu sering mengalami keluhan ini, cobalah mengurangi penggunaan susu sapi, atau menggantinya dengan susu nabati, seperti oat milk atau susu almond yang umumnya lebih mudah dicerna.
5. Hindari Pemanis Buatan
Penggunaan pemanis buatan memang dapat mengurangi asupan gula, tetapi beberapa jenis pemanis mengandung alkohol gula seperti sorbitol dan xylitol yang sulit dicerna tubuh.
Akibatnya, proses pencernaan dapat menghasilkan gas berlebih sehingga perut terasa penuh dan kembung. Sebagai alternatif, nikmati kopi tanpa pemanis atau gunakan gula dalam jumlah secukupnya.
6. Batasi Konsumsi Kopi
Mengonsumsi kopi secara berlebihan juga dapat memicu gangguan pencernaan. Kandungan kafein mampu merangsang pergerakan usus sehingga jika dikonsumsi terlalu banyak dapat menyebabkan rasa tidak nyaman pada perut.
Apabila kamu terbiasa minum tiga hingga empat cangkir kopi setiap hari, cobalah menguranginya menjadi satu atau dua cangkir.
Cara sederhana ini dapat membantu mengurangi risiko perut kembung, tanpa harus berhenti menikmati kopi.
7. Tambahkan Kayu Manis atau Jahe
Menambahkan rempah-rempah seperti kayu manis atau jahe ke dalam kopi, dapat menjadi pilihan untuk membantu menjaga kesehatan pencernaan.
Jahe dikenal mampu membantu mengurangi gas di dalam perut sekaligus meredakan mual. Sedangkan kayu manis, memiliki sifat antiinflamasi yang dapat membantu menjaga saluran cerna tetap nyaman.
Selain memberikan manfaat kesehatan, kedua rempah ini juga menambah aroma dan cita rasa kopi menjadi lebih hangat.
Perut kembung setelah minum kopi merupakan keluhan yang cukup umum, dan biasanya dapat diatasi dengan mengubah kebiasaan saat mengonsumsi kopi.
Jika keluhan terus berulang atau disertai gejala lain yang lebih serius, sebaiknya konsultasikan dengan dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Publichealth.uga.edu