INDOZONE.ID – Menerapkan pola hidup sehat seperti mengonsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, tidak merokok, membatasi konsumsi alkohol, serta mengelola stres, selama ini diketahui dapat membantu memperlambat proses penuaan tubuh.
Kini, sebuah penelitian terbaru menunjukkan, mengikuti aktivitas budaya, seperti menonton film di bioskop, mengunjungi museum, galeri seni, teater, konser, atau opera, juga berpotensi membantu menjaga tubuh tetap 'lebih muda' secara fisiologis.
Temuan tersebut dipublikasikan dalam Journal of Epidemiology & Community Health. Hasilnya, orang dewasa yang lebih sering mengikuti kegiatan budaya, cenderung punya usia fisiologis yang lebih muda, dibandingkan mereka yang jarang melakukannya.
Baca juga: Kabar Baik! Menari, Membaca, hingga Main Gim Bisa Bantu Perlambat Penuaan Otak
Apa Itu Usia Fisiologis?
Dikutip dari Medical News Today, usia fisiologis adalah gambaran kondisi biologis tubuh berdasarkan fungsi organ, jaringan, dan sel, bukan berdasarkan tanggal lahir.
Seseorang yang berusia 65 tahun secara kronologis, misalnya, bisa saja memiliki usia fisiologis yang lebih muda atau lebih tua tergantung kondisi kesehatannya.
Penelitian sebelumnya menunjukkan, pilihan gaya hidup, seperti pola makan sehat, aktivitas fisik yang cukup, menjaga kesehatan mental, hingga tetap aktif secara sosial dan intelektual, dapat memengaruhi kecepatan proses penuaan tubuh.
Studi Libatkan Hampir 1.900 Lansia
Dalam penelitian ini, para ilmuwan menganalisis data kesehatan hampir 1.900 orang berusia 50 tahun ke atas, yang berpartisipasi dalam English Longitudinal Study of Ageing, sebuah studi jangka panjang yang melibatkan warga Inggris.
Para peserta diminta mengisi kuesioner mengenai seberapa sering mereka mengikuti berbagai kegiatan budaya, seperti:
- Menonton film di bioskop.
- Mengunjungi museum atau galeri seni.
- Menonton pertunjukan teater.
- Menghadiri konser.
- Menonton opera.
Selain itu, peneliti juga mengukur 10 indikator kesehatan fisiologis, antara lain:
- Tekanan nadi.
- Tekanan darah diastolik.
- Kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat).
- Indeks massa tubuh (IMT).
- Kecepatan berjalan.
Menurut penulis utama penelitian, Dr. Yusuke Matsuyama, profesor madya di Department of Dental Public Health, Institute of Science Tokyo, Jepang, proses penuaan dipengaruhi oleh banyak faktor.
Sehingga, diperlukan berbagai pendekatan untuk mendukung penuaan yang sehat.
Ia menjelaskan, keterlibatan dalam aktivitas budaya, menarik untuk diteliti karena merupakan faktor yang dapat diubah, dan sebelumnya telah dikaitkan dengan peningkatan kesejahteraan, serta berbagai manfaat kesehatan.
Semakin Aktif Berbudaya, Usia Fisiologis Cenderung Lebih Muda
Hasil penelitian menunjukkan, peserta yang mengikuti kegiatan budaya setidaknya setiap beberapa bulan sekali memiliki usia fisiologis rata-rata sekitar 66,9 tahun, lebih muda dibandingkan peserta yang jarang berpartisipasi dalam aktivitas budaya.
Peneliti juga menemukan, setiap peningkatan satu poin dalam skor keterlibatan budaya berkaitan dengan penurunan usia fisiologis sekitar 0,085 tahun, atau setara dengan sekitar 31 hari.
Hubungan tersebut tetap terlihat meskipun peneliti telah memperhitungkan berbagai faktor lain, seperti pendapatan rumah tangga dan penyakit kronis yang dimiliki peserta.
Menurut Matsuyama, metode analisis yang digunakan mampu meminimalkan pengaruh faktor-faktor yang tidak berubah seiring waktu, seperti faktor genetik atau kepribadian, sehingga hubungan antara aktivitas budaya dan usia fisiologis menjadi lebih kuat.
Meski demikian, ia menilai masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apakah frekuensi, jenis kegiatan budaya, maupun apakah aktivitas dilakukan sendiri atau bersama orang lain turut memengaruhi manfaat kesehatan yang diperoleh.
Baca juga: Enggak Cuma Merusak Hati, Alkohol Berlebihan Ternyata Bisa Mempercepat Penuaan Otak
Mengapa Aktivitas Budaya Bisa Bermanfaat?
Para ahli menduga manfaat aktivitas budaya tidak hanya berasal dari hiburan semata, tetapi juga dari kombinasi stimulasi otak, interaksi sosial, pengurangan stres, serta aktivitas fisik ringan yang menyertainya.
Profesor Geriatri dari University of California, San Francisco, Dr. Anna Chodos, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, mengatakan hasil penelitian tersebut cukup masuk akal.
Menurutnya, orang lanjut usia yang aktif mengikuti kegiatan budaya sering kali juga memiliki kehidupan sosial yang lebih baik dan memperoleh stimulasi kognitif secara rutin.
"Kita sudah mengetahui bahwa stimulasi kognitif dan keterlibatan sosial berkontribusi terhadap penuaan fisiologis yang lebih sehat. Karena itu, masuk akal jika aktivitas budaya juga memberikan efek perlindungan," jelas Chodos.
Penelitian Belum Membuktikan Hubungan Sebab Akibat
Meski hasilnya menjanjikan, para peneliti mengingatkan bahwa penelitian ini bersifat observasional, sehingga belum dapat membuktikan, aktivitas budaya secara langsung memperlambat proses penuaan.
Kemungkinan lain adalah orang yang memang memiliki kondisi kesehatan lebih baik, lebih aktif bergerak, dan fungsi kognitif yang masih optimal cenderung lebih mudah mengikuti berbagai kegiatan budaya dibandingkan mereka yang sudah mengalami penurunan kesehatan.
Karena itu, penelitian lanjutan dengan metode intervensi dan pemantauan jangka panjang masih diperlukan untuk memastikan hubungan sebab akibat tersebut.
Cara Mudah Meningkatkan Aktivitas Budaya
Dokter penyakit dalam sekaligus Chief Medical Officer Healthy Brain Clinic, Dr. Dung Trinh, mengatakan, masyarakat tidak perlu langsung mengikuti banyak kegiatan budaya sekaligus.
Menurutnya, langkah sederhana yang dilakukan secara rutin justru lebih bermanfaat. Beberapa aktivitas yang dapat dicoba antara lain:
- Mengunjungi museum atau galeri seni setiap beberapa bulan.
- Menonton film di bioskop.
- Menghadiri konser musik atau pertunjukan teater.
- Mengikuti klub membaca buku atau komunitas film.
- Mengunjungi perpustakaan dan mengikuti program budaya yang diselenggarakan.
- Memanfaatkan acara budaya gratis di lingkungan sekitar.
Ia juga menyarankan, untuk mengajak teman atau anggota keluarga. Sebab, interaksi sosial kemungkinan menjadi salah satu faktor yang turut memberikan manfaat bagi kesehatan.
Baca juga: Dorong Gaya Hidup Sehat, Kampanye Nasional Ini Dukung Aksi Berhenti Merokok
Tetap Utamakan Gaya Hidup Sehat
Para peneliti menegaskan, aktivitas budaya sebaiknya dipandang sebagai pelengkap gaya hidup sehat, bukan pengganti kebiasaan baik yang sudah terbukti manfaatnya.
Menjaga pola makan bergizi, rutin berolahraga, tidur yang cukup, mengelola stres, berhenti merokok, membatasi konsumsi alkohol, serta tetap aktif secara sosial dan mental tetap menjadi langkah utama untuk mendukung proses penuaan yang sehat.
Meski demikian, temuan ini membuka peluang, aktivitas sederhana seperti menonton film atau mengunjungi museum tidak hanya menyenangkan, tetapi juga berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh dan otak seiring bertambahnya usia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medical News Today