Rabu, 27 MEI 2026 • 17:20 WIB

Kenapa Daging Kurban Tidak Boleh Dicuci? Ini Penjelasannya

Author

Kenapa Daging Kurban Tidak Boleh Dicuci? Ini Penjelasannya (Pinterest)

INDOZONE.ID - Saat Idul Adha, banyak orang menerima daging kurban. Setelah mendapatkannya, sebagian orang biasanya langsung mencuci daging, karena menganggap cara ini bisa membuat daging lebih bersih dan higienis.

Kebiasaan ini memang umum dilakukan di banyak rumah. Namun, ternyata daging kurban tidak selalu disarankan untuk langsung dicuci, terutama jika belum akan segera dimasak atau masih akan disimpan di kulkas.

Lalu, kenapa daging kurban tidak boleh dicuci? Ternyata ada beberapa alasan yang berkaitan dengan kualitas, daya tahan, hingga cara penyimpanan agar daging tetap segar. Simak penjelasannya berikut ini.

Kenapa Daging Kurban Tidak Boleh Dicuci?

Ada beberapa alasan mengapa daging kurban sebaiknya tidak langsung dicuci sebelum disimpan.

1. Dapat Mempercepat Pertumbuhan Bakteri

Alasan utama mengapa daging kurban tidak boleh dicuci adalah risiko kontaminasi silang (cross-contamination). Daging mentah secara alami mengandung berbagai jenis bakteri, seperti Salmonella, Campylobacter, atau E. coli.

Saat daging diguyur air mengalir, bakteri-bakteri tersebut tidak akan mati. Sebaliknya, air yang memercik dari daging akan menyebarkan bakteri ke area sekitarnya, seperti:

  • Bak cuci piring
  • Peralatan makan dan memasak
  • Permukaan meja dapur
  • Pakaian atau tangan kamu

Bakteri yang berpindah ke area dapur ini, berpotensi mencemari makanan lain yang langsung dikonsumsi tanpa dimasak, yang akhirnya bisa menyebabkan keracunan makanan.

Baca juga: Cara Memilih Hewan Kurban yang Baik dan Sehat

2. Membuat Daging Cepat Busuk

Mencuci daging akan meningkatkan kadar air pada daging tersebut. Kondisi yang lembap dan basah, sangat disukai oleh mikroorganisme dan bakteri untuk berkembang biak dengan cepat.

Jika daging yang basah ini langsung dimasukkan ke dalam kulkas atau freezer, proses pembusukan justru akan berjalan lebih cepat dan membuat daya simpan daging menurun drastis.

3. Merusak Kualitas dan Tekstur Daging

Air yang meresap ke dalam serat daging saat dicuci, dapat merusak struktur alaminya. Ketika daging kurban yang basah dibekukan, air di dalam serat akan mengkristal.

Saat dicairkan (thawing), kristal es ini pecah dan membuat cairan alami daging (jus daging) ikut keluar. Akibatnya, tekstur daging menjadi lebih keras, kering, dan kehilangan kelezatan alaminya saat dimasak.

4. Menimbulkan Bau Prengus yang Lebih Tajam

Khusus untuk daging kambing atau domba, mencuci dengan air justru akan mengaktifkan aroma khas atau bau prengus menjadi lebih tajam.

Air akan mengikat bumbu alami dan lemak yang ada pada daging. Sehingga, aromanya justru semakin pekat dan sulit hilang meski sudah dimasak dengan banyak rempah.

Baca juga: Makan Daging Kurban Tetap Aman, Ini Tips Jaga Kolesterol saat Idul Adha

Bagaimana Cara Membersihkan Daging Kurban yang Benar?

Jika daging kurban yang kamu terima terlihat kotor terkena tanah atau darah, jangan langsung menyiramnya dengan air. Lakukan langkah-langkah aman berikut:

1. Gunakan Tisu Pengesat (Kitchen Towel)

Jika terdapat kotoran atau darah yang menempel, cukup seka permukaan daging menggunakan tisu dapur yang bersih dan tebal.

Tekan-tekan lembut hingga kotoran terangkat dan permukaan daging mengering.

2. Rebus Sebentar (Blanching)

Jika kamu tetap ingin memastikan daging bersih sebelum diolah, langsung masukkan daging ke dalam air yang sudah mendidih (bukan air dingin). Rebus selama 2–3 menit hingga keluar buih-buih kotoran di permukaan air.

Tiriskan daging, buang air rebusan pertama tersebut, dan daging kurban siap diolah dengan air baru yang bersih. Suhu tinggi saat merebus langsung membunuh bakteri berbahaya di permukaan daging tanpa sempat menyebar ke area dapur.

3. Potong Bagian yang Sangat Kotor

Apabila ada bagian daging yang terkena kotoran yang sulit dibersihkan dengan tisu (misalnya bulu atau tanah yang menempel erat), cukup potong dan buang bagian tersebut menggunakan pisau yang tajam.

Cara Menyimpan Daging Kurban yang Benar

Ilustrasi orang menyimpan daging di kulkas (freepik)

Berikut ini beberapa cara menyimpan daging kurban yang benar:

1. Jangan Langsung Mencuci Daging

Jika daging belum akan dimasak, sebaiknya jangan langsung dicuci. Daging yang disimpan dalam kondisi basah, memiliki kelembapan lebih tinggi sehingga dapat memengaruhi daya tahannya.

Simpan daging dalam keadaan segar dan cuci saat akan diolah jika diperlukan.

2. Pisahkan Sesuai Porsi Sekali Masak

Bagi daging menjadi beberapa bagian sesuai kebutuhan memasak. Cara ini memudahkan saat akan digunakan, karena kamu tidak perlu mengeluarkan seluruh stok daging dari freezer.

3. Gunakan Wadah atau Plastik Khusus Makanan

Masukkan daging ke dalam wadah tertutup, atau plastik khusus penyimpanan makanan. Pastikan kemasan tertutup rapat agar kualitas daging tetap terjaga dan tidak mudah terkontaminasi.

4. Simpan di Kulkas atau Freezer Sesuai Kebutuhan

Jika daging akan digunakan dalam waktu dekat, simpan di bagian kulkas biasa. Namun, jika ingin disimpan lebih lama, freezer menjadi pilihan yang lebih baik.

5. Beri Label Tanggal Penyimpanan

Menuliskan tanggal penyimpanan pada wadah atau plastik dapat membantu mengetahui kapan daging mulai disimpan. Cara ini memudahkan kamu mengatur penggunaan daging agar stok yang lebih lama digunakan terlebih dahulu.

6. Hindari Membekukan Ulang Daging Berkali-kali

Daging yang sudah dicairkan sebaiknya tidak berulang kali dibekukan kembali. Proses beku–cair yang terlalu sering dapat memengaruhi tekstur dan kualitas daging.

Baca juga: Apakah Boleh Makan Daging Kurban Sendiri? Simak Hukumnya

Itulah penjelasan mengenai kenapa daging kurban tidak boleh dicuci. Daging sebenarnya bukan benar-benar dilarang dicuci, tetapi lebih disarankan untuk tidak mencucinya sebelum disimpan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Muslim Network

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU