Ilustrasi atlet muda (freepik)
INDOZONE.ID - Jadi atlet remaja itu nggak gampang. Latihan tiap hari, masih sekolah, bahkan kadang harus jaga pola makan juga.
Sayangnya, banyak banget atlet remaja yang salah langkah soal nutrisi. Padahal makanan itu punya peran besar banget, bukan cuma buat jaga kesehatan, tapi juga buat performa di lapangan.
Nah, biar nggak salah arah, ini 10 kesalahan diet yang paling sering dilakukan atlet remaja, plus sedikit tips biar kamu bisa ngatasinnya.
Baca juga: 4 Fakta dan Mitos Seputar Bayam, dari Kandungan hingga Cara Memasak
Banyak atlet remaja yang justru makan terlalu sedikit. Padahal, kalori yang kebakar dari latihan, kompetisi, dan aktivitas sehari-hari itu gede banget.
Kalau nggak tercukupi, bisa bikin badan lemes, pertumbuhan terganggu, sampai performa drop. Intinya, jangan takut makan—selama seimbang, itu justru bahan bakar buat tubuhmu.
Tren "protein tinggi" bikin banyak atlet remaja lupa kalau karbohidrat itu penting banget buat energi. Kalau karbo kurang, protein malah dipakai buat energi, bukan buat bangun otot.
Jadi, pastiin tetap ada nasi, roti, pasta, atau kentang di piringmu.
Baca juga: 4 Rekomendasi Menu Sarapan Tinggi Vitamin D untuk Bikin Mood Lebih Stabil
Minum itu bukan cuma pas haus aja. Banyak atlet remaja yang datang latihan dalam kondisi udah dehidrasi duluan.
Akibatnya, gampang capek dan risiko kena heatstroke makin tinggi. Solusinya simpel: bawa botol minum ke mana-mana, minum juga pas makan, dan pilih buah tinggi air kayak semangka atau jeruk.
Jangan kira saus tomat atau snack buah bisa dihitung sayur-buahan ya. Buah dan sayur asli itu penting banget karena penuh vitamin, mineral, dan antioksidan yang bantu pemulihan.
Triknya gampang: coba tambahin buah ke yogurt pagi, bawa potongan apel ke sekolah, atau bikin smoothie sore-sore.
Baca juga: Jus Buah untuk Detoks Tubuh Secara Alami
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pbsccs.com