Ilustrasi pasien dengan gangguan penglihatan. (Freepik)
INDOZONE.ID - Kabar baik buat para pasien gangguan penglihatan! Sebuah studi terbaru di Asia menunjukkan hasil menjanjikan dari obat suntik mata bernama Faricimab.
Obat ini bukan cuma bisa bikin penglihatan lebih tajam, tapi juga mengurangi frekuensi suntikan, alias pasien jadi nggak perlu bolak-balik ke rumah sakit terlalu sering.
Hasil penelitian ini baru saja dipresentasikan dalam Kongres EURETINA 2025 di Paris dan jadi sorotan dunia medis, terutama di Asia di mana gangguan retina seperti Degenerasi Makula Basah (nAMD) dan PCV (Polypoidal Choroidal Vasculopathy) cukup tinggi.
Baca juga: Ketika Baca Harus Dijauhkan, Mungkin Mata Kamu Alami Presbiopia: Apa Itu?
Selama setahun pengobatan dengan Faricimab, para pasien mengalami peningkatan signifikan:
Bayangkan pembuluh darah di retina seperti pipa kecil. Pada pasien nAMD dan PCV, pipa ini rapuh dan gampang bocor.
Faricimab bekerja ganda dengan menargetkan dua penyebab utamanya: Ang-2 dan VEGF-A.
Dengan mekanisme ini, penglihatan pasien bisa membaik sekaligus bertahan lebih lama tanpa perlu sering disuntik.
Dr. Ari Djatikusumo, SpM (K), Kepala Departemen Mata RSCM, menegaskan hasil ini adalah kabar baik khususnya untuk pasien di Indonesia.
"Faricimab tidak hanya meningkatkan kualitas penglihatan secara bermakna, tapi juga mengurangi beban pengobatan. Dampaknya terasa langsung bukan hanya untuk pasien, tapi juga pendamping dan keluarganya," ujar Ari.
Ia juga mengingatkan, karena PCV banyak ditemui di Asia, hasil penelitian ini sangat relevan bagi masyarakat Indonesia.
Baca juga: Mendalami Gangguan Pinguecula, Pertumbuhan Kuning pada Mata Akibat Paparan Sinar Matahari
Kalau kamu mengalami gejala seperti:
Sebaiknya segera periksa ke dokter spesialis mata. Deteksi dini bisa sangat membantu menyelamatkan penglihatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Press Release