Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 04 OKTOBER 2025 • 12:10 WIB

Inovasi Baru Faricimab: Meringankan Beban Pasien Gangguan Retina dan Cegah Resiko Kebutaan Utama di Asia

Inovasi Baru Faricimab: Meringankan Beban Pasien Gangguan Retina dan Cegah Resiko Kebutaan Utama di AsiaIlustrasi pasien dengan gangguan penglihatan. (Freepik)

INDOZONE.ID - Kabar baik buat para pasien gangguan penglihatan! Sebuah studi terbaru di Asia menunjukkan hasil menjanjikan dari obat suntik mata bernama Faricimab.

Obat ini bukan cuma bisa bikin penglihatan lebih tajam, tapi juga mengurangi frekuensi suntikan, alias pasien jadi nggak perlu bolak-balik ke rumah sakit terlalu sering.

Hasil penelitian ini baru saja dipresentasikan dalam Kongres EURETINA 2025 di Paris dan jadi sorotan dunia medis, terutama di Asia di mana gangguan retina seperti Degenerasi Makula Basah (nAMD) dan PCV (Polypoidal Choroidal Vasculopathy) cukup tinggi.

Baca juga: Ketika Baca Harus Dijauhkan, Mungkin Mata Kamu Alami Presbiopia: Apa Itu?

Apa Sih nAMD dan PCV Itu?

  • Degenerasi Makula Basah (nAMD): kondisi saat pembuluh darah abnormal tumbuh di bawah retina, bikin penglihatan kabur, muncul area gelap, bahkan bisa berujung kebutaan.
  • PCV (Polypoidal Choroidal Vasculopathy): varian dari nAMD yang sering terjadi di Asia. Pada PCV, ada benjolan-benjolan rapuh seperti polip di bawah retina yang gampang bocor dan berdarah. Inilah salah satu penyebab utama kebutaan di kawasan kita.

Hasil Studi: Penglihatan Lebih Tajam, Resiko Kebutaan Berkurang

Selama setahun pengobatan dengan Faricimab, para pasien mengalami peningkatan signifikan:

  • Mata Lebih Melek: rata-rata pasien bisa membaca 8–9 huruf lebih banyak di bagan tes mata (setara hampir dua baris tambahan!).
  • Polip di Retina Berkurang: 61 persen polip hilang total, sementara 86% jadi tidak aktif. Artinya, risiko perdarahan yang bisa bikin buta pun menurun drastis.
  • Suntikan Lebih Jarang: lebih dari separuh pasien hanya butuh suntikan setiap 4 bulan sekali. Bandingkan dengan sebelumnya yang lebih sering, tentu ini meringankan beban fisik, biaya, dan waktu bagi pasien dan keluarga.

Cara Kerja Faricimab: Memperbaiki Pipa Bocor di Mata

Bayangkan pembuluh darah di retina seperti pipa kecil. Pada pasien nAMD dan PCV, pipa ini rapuh dan gampang bocor.

Faricimab bekerja ganda dengan menargetkan dua penyebab utamanya: Ang-2 dan VEGF-A.

  • Membuat dinding pembuluh darah lebih kuat.
  • Menghentikan pertumbuhan pembuluh darah abnormal yang sering bocor.

Dengan mekanisme ini, penglihatan pasien bisa membaik sekaligus bertahan lebih lama tanpa perlu sering disuntik.

Dr. Ari Djatikusumo, SpM (K), Kepala Departemen Mata RSCM, menegaskan hasil ini adalah kabar baik khususnya untuk pasien di Indonesia.

"Faricimab tidak hanya meningkatkan kualitas penglihatan secara bermakna, tapi juga mengurangi beban pengobatan. Dampaknya terasa langsung bukan hanya untuk pasien, tapi juga pendamping dan keluarganya," ujar Ari.

Ia juga mengingatkan, karena PCV banyak ditemui di Asia, hasil penelitian ini sangat relevan bagi masyarakat Indonesia.

Baca juga: Mendalami Gangguan Pinguecula, Pertumbuhan Kuning pada Mata Akibat Paparan Sinar Matahari

Kenali Gejalanya, Jangan Tunggu Parah

Kalau kamu mengalami gejala seperti:

  • Penglihatan kabur
  • Ada area gelap di tengah pandangan
  • Warna terlihat pudar
  • Garis lurus terlihat bergelombang

Sebaiknya segera periksa ke dokter spesialis mata. Deteksi dini bisa sangat membantu menyelamatkan penglihatan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Press Release

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Inovasi Baru Faricimab: Meringankan Beban Pasien Gangguan Retina dan Cegah Resiko Kebutaan Utama di Asia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!